Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Saprudin : UMKM Bukan Hanya Penggerak Ekonomi Rakyat, Tetapi Juga Pilar Penting Dalam Menjaga Stabilitas Nasional

×

Saprudin : UMKM Bukan Hanya Penggerak Ekonomi Rakyat, Tetapi Juga Pilar Penting Dalam Menjaga Stabilitas Nasional

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Jakarta_HARIANESIA.COM_Di tengah gempuran era digital dan tantangan ekonomi global, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Hal ini ditegaskan oleh Saprudin, S.E., M.M., M.Ak., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIE Jayakarta, dalam seminar bertema “Digitalisasi UMKM: Strategi Ketahanan dan Daya Saing di Era Global”, yang digelar di Jakarta, Kamis (30/10).

Menurut Saprudin, UMKM bukan hanya penggerak ekonomi rakyat, tetapi juga pilar penting dalam menjaga stabilitas nasional. “Lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bersumber dari sektor UMKM. Ini membuktikan bahwa sektor ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi, terutama di masa sulit seperti pandemi dan krisis global,” jelasnya.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Saprudin yang juga dikenal sebagai penggiat pemberdayaan UMKM dan Co-Founder PT. Garuda Mitra Solusindo, menekankan bahwa digitalisasi menjadi langkah strategis agar pelaku UMKM mampu bertahan dan berkembang di era globalisasi.

Baca Juga :  Terekam CCTV! Motor Warga RT 05 RW 11 Larangan Utara Raib di Area Parkir Depan Rumah, Warga Desak Aktifkan Siskamling

“Digitalisasi bukan sekadar tren, tapi kebutuhan. Dengan teknologi digital, pelaku UMKM bisa memperluas pasar tanpa batas, meningkatkan efisiensi usaha, dan memperkuat daya saing produk lokal di pasar internasional,” ujar Saprudin.

Ia mencontohkan berbagai bentuk penerapan digitalisasi yang kini bisa dilakukan oleh pelaku UMKM, seperti promosi melalui media sosial, transaksi nontunai menggunakan QRIS, hingga pencatatan keuangan digital melalui aplikasi seperti BukuWarung dan SiApik.

Baca Juga :  Wanto Sugito Sekretaris DPD PDI Perjuangan: Ingatkan Para Kader, Pengurus PDIP Adalah Semangat Pengabdian, Kutip "Dedication of Life" Bung Karno

Namun, menurutnya, tantangan masih cukup besar. Rendahnya literasi digital, keterbatasan akses internet di daerah, dan minimnya pendampingan teknologi menjadi hambatan utama. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta menjadi kunci sukses transformasi digital UMKM.

“Kita tidak bisa membiarkan pelaku UMKM berjalan sendiri. Diperlukan pendampingan berkelanjutan agar mereka mampu memahami dan memanfaatkan teknologi secara optimal,” tegasnya.

Baca Juga :  Agar Pelajar Tangguh Cegah Pengaruh Narkotika, Satuan Narkoba Polres Sragen Adakan Sosialisasi P4GN di SMPN 1 Sambungmacan

Pemerintah sendiri telah meluncurkan berbagai program seperti Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), digitalisasi pembayaran QRIS oleh Bank Indonesia dan OJK, serta pelatihan literasi digital bersama platform besar seperti Google, Grab, dan Tokopedia.

Saprudin menilai langkah tersebut perlu terus diperluas hingga ke pelosok daerah agar manfaat digitalisasi dirasakan secara merata. “Dengan digitalisasi yang inklusif, UMKM bukan hanya bertahan, tapi juga bisa menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing global,” tutupnya.(D.Wahyudi)

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600