Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Ekonomi

Saham AI Terangkat Kinerja SpaceX dan Super Micro, Wall Street Menguat

×

Saham AI Terangkat Kinerja SpaceX dan Super Micro, Wall Street Menguat

Sebarkan artikel ini
Saham AI Terangkat Kinerja SpaceX dan Super Micro — Ilustrasi pergerakan saham Wall Street menguat ditopang kinerja SpaceX dan Super Micro Computer
Bursa saham AS dibuka menguat pada Rabu (21/10/2026) setelah laporan kinerja SpaceX dan Super Micro Computer kembali menyalakan minat investor terhadap saham AI.
Banner Iklan Harianesia 468x60

Bursa saham Amerika Serikat dibuka menguat pada Rabu (21/10/2026), ditopang laporan kinerja SpaceX dan Super Micro Computer yang kembali menyalakan minat investor terhadap saham-saham terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 157 poin atau 0,30% ke level 52.652,85. Indeks S&P 500 menguat 23,9 poin atau 0,31% menjadi 7.736,43, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 176,9 poin atau 0,67% ke posisi 26.601,732.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Namun, saham Netflix justru melemah setelah perusahaan merilis proyeksi laba yang mengecewakan pasar.

Melansir Reuters, saham SpaceX melonjak 9,2% dalam perdagangan sebelum pembukaan pasar. Kenaikan ini terjadi setelah perusahaan teknologi roket dan antariksa milik Elon Musk tersebut membukukan laba pertamanya sebagai perusahaan publik.

Musk juga menyebut pada Selasa bahwa penggabungan SpaceX dan Tesla akan menjadi ide yang baik. Saham Tesla turut naik 1,5%.

Super Micro dan Rantai Pasok Infrastruktur AI

Sentimen positif juga datang dari Super Micro Computer. Saham produsen server AI tersebut melesat 12,7% setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartalan dan margin laba di atas perkiraan analis.

Proyeksi ini memperkuat optimisme investor bahwa permintaan infrastruktur AI masih bertahan. Kenaikan saham Super Micro turut mengangkat saham perusahaan teknologi lainnya.

Saham Hewlett Packard Enterprise naik 4,8%, sedangkan Dell Technologies menguat 7%.

Saham CoreWeave, operator pusat data yang sempat menjadi sorotan dalam aksi jual saham terkait AI pekan lalu, juga naik 3,3% dalam perdagangan sebelum pembukaan.

Baca Juga :  IHSG Naik 1,21% ke 6.192, Cermati Saham Net Buy Asing

Investor sebelumnya mencemaskan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari besarnya belanja infrastruktur AI. Kekhawatiran tersebut memicu tekanan pada saham-saham terkait AI, terutama perusahaan yang membutuhkan investasi besar untuk membangun pusat data dan infrastruktur komputasi.

Adam Sarhan, direktur MarketTerminal.com, mengatakan investor perlu mencermati faktor-faktor yang secara langsung memengaruhi laba perusahaan, termasuk kinerja keuangan dan inflasi yang dapat memengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve.

“Jika ekonomi terus tumbuh tanpa hambatan besar, hal itu akan mendukung peningkatan laba perusahaan. Dalam kondisi tersebut, tidak adanya kabar buruk menjadi kabar baik karena memperbaiki prospek keuntungan perusahaan,”

— Adam Sarhan, direktur MarketTerminal.com

Netflix Tertekan Proyeksi Kuartal IV

Di sisi lain, saham Netflix merosot lebih dari 6,7% setelah perusahaan layanan streaming tersebut memberikan proyeksi laba kuartal IV yang lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Penurunan ini terjadi beberapa hari setelah Netflix mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 6% tenaga kerjanya.

Pelaku pasar kini mencermati laporan keuangan perusahaan, khususnya emiten yang terkait dengan AI, untuk menilai keberlanjutan siklus belanja teknologi tersebut. Investor juga memperhitungkan dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi dan prospek ekonomi AS.

Semikonduktor Menguat, tapi Masih Rentan

Sejumlah saham semikonduktor turut menguat. Nvidia naik 1,7%, Intel bertambah 2,2%, dan Advanced Micro Devices menguat 2%.

Meski demikian, sektor semikonduktor masih mengalami volatilitas setelah indeks Philadelphia SE Semiconductor mencatat delapan sesi penurunan berturut-turut, rentetan terpanjang dalam 18 tahun.

Di tengah gejolak pasar, investor juga mengalihkan perhatian ke sektor defensif, seperti kesehatan dan barang kebutuhan pokok konsumen.

Kondisi ini turut menopang kinerja Dow Jones yang diperdagangkan di level tertinggi dalam lebih dari satu bulan dan mengungguli S&P 500 serta Nasdaq.

Penguatan Dow Jones yang dipimpin sektor defensif menunjukkan investor belum sepenuhnya meninggalkan saham AI, tetapi mulai menyebar risiko ke sektor yang lebih tahan terhadap gejolak harga minyak dan suku bunga.

Sementara itu, harga minyak masih bertahan tinggi dengan kontrak berjangka Brent diperdagangkan mendekati US$ 110 per barel.

Data ekonomi AS pekan sebelumnya menunjukkan tekanan harga meluas melampaui sektor energi, sehingga memperkuat pertimbangan bahwa The Fed masih berpeluang menaikkan suku bunga.

Meski demikian, pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November.

AT&T dan Elevance Health

Dari saham lainnya, AT&T turun sekitar 5% meskipun membukukan pendapatan dan laba kuartal III di atas perkiraan.

Sebaliknya, saham Elevance Health naik sekitar 1,1% setelah perusahaan asuransi kesehatan tersebut menaikkan proyeksi laba untuk 2026.

Investor juga menantikan laporan keuangan Meta Platforms dan Tesla yang dijadwalkan dirilis setelah perdagangan berakhir.

  • Dow Jones naik 0,30%, S&P 500 menguat 0,31%, dan Nasdaq bertambah 0,67% pada pembukaan.
  • SpaceX melonjak 9,2% usai membukukan laba pertamanya sebagai perusahaan publik; Super Micro Computer melesat 12,7%.
  • Netflix merosot lebih dari 6,7% akibat proyeksi laba kuartal IV di bawah ekspektasi pasar.

Pertanyaan Umum

Mengapa bursa AS dibuka menguat pada 21 Oktober 2026?

Penguatan didorong laporan kinerja SpaceX yang membukukan laba pertama sebagai perusahaan publik dan Super Micro Computer yang memproyeksikan pendapatan kuartalan serta margin laba di atas perkiraan analis. Keduanya meningkatkan minat investor terhadap saham terkait AI.

Mengapa saham Netflix turun?

Netflix merosot lebih dari 6,7% setelah memberikan proyeksi laba kuartal IV yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Penurunan ini terjadi beberapa hari setelah perusahaan mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 6% tenaga kerjanya.

Apa yang masih menjadi kekhawatiran investor?

Investor mencermati kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari besarnya belanja infrastruktur AI, dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi, dan peluang The Fed menaikkan suku bunga. Indeks Philadelphia SE Semiconductor juga baru mencatat delapan sesi penurunan berturut-turut, rentetan terpanjang dalam 18 tahun.

Sumber: Kontan

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600