Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Ekonomi

RUPSLB IPAC Setujui Go Private dan Delisting dari BEI

×

RUPSLB IPAC Setujui Go Private dan Delisting dari BEI

Sebarkan artikel ini
RUPSLB IPAC Setujui Go Private dan Delisting dari BEI — Suasana RUPSLB PT Era Graharealty Tbk yang menyetujui go private dan delisting saham dari BEI
RUPSLB IPAC pada 20 Oktober 2026 menyetujui go private dan penghapusan pencatatan saham dari BEI.
Banner Iklan Harianesia 468x60

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Era Graharealty Tbk (IPAC) resmi memperoleh restu pemegang saham untuk mengubah status perusahaan menjadi tertutup atau go private, sekaligus menghapus pencatatan sahamnya dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Persetujuan itu diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026. Hasilnya dituangkan dalam ringkasan risalah rapat yang disampaikan kepada publik pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Seluruh pemegang saham independen yang hadir menyetujui kedua agenda tersebut. Rapat dihadiri pemegang saham independen yang mewakili 71,47 juta saham, atau sekitar 80,02% dari total 89,31 juta saham dengan hak suara milik pemegang saham independen.

  • Pemegang saham IPAC menyetujui go private dan delisting dari BEI.
  • Rapat dihadiri pemegang saham independen yang mewakili 80,02% hak suara.
  • APAC Investment 2 menawarkan pembelian saham publik pada harga Rp 250 per saham.

Persetujuan tersebut mencakup rencana pembelian saham milik publik melalui Penawaran Tender Sukarela atau Voluntary Tender Offer (VTO) oleh APAC Investment 2 Pte. Ltd. Pemegang saham juga menyetujui perubahan anggaran dasar perusahaan, termasuk penyesuaian nama perusahaan sehubungan dengan perubahan status menjadi perusahaan tertutup.

Baca Juga :  Laba Antam (ANTM) Rp 6,9 Triliun Semester I 2026, Naik 34%

Medela Potentia (MDLA) Gandeng WEGO Healthcare, Bidik Bisnis Hemodialisis

Rincian Harga dan Nilai Transaksi VTO

Sebelumnya, manajemen IPAC menyampaikan bahwa APAC Investment 2 berencana membeli saham publik dengan harga Rp 250 per saham. Berdasarkan informasi tertanggal 16 Oktober 2026, jumlah saham yang menjadi sasaran penawaran mencapai maksimal 89,31 juta saham.

Dengan asumsi seluruh saham yang ditawarkan terserap, nilai transaksi VTO diperkirakan mencapai sekitar Rp 22,33 miliar. Harga penawaran tersebut ditetapkan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Sebagai pembanding, rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham IPAC selama 90 hari sebelum pengumuman RUPSLB tercatat sebesar Rp 172,05 per saham.

Harga penawaran VTORp 250 per saham
Jumlah saham sasaranMaksimal 89,31 juta saham
Estimasi nilai transaksiRp 22,33 miliar
Rata-rata harga tertinggi 90 hariRp 172,05 per saham
Sumber pendanaanKas internal APAC Realty Limited

Sumber Pendanaan dan Profil Pembeli

Untuk membiayai penawaran tersebut, APAC Investment 2 memperoleh pinjaman dari APAC Realty Limited, yang merupakan pemegang seluruh saham APAC Investment 2. Perjanjian pinjaman ditandatangani pada 13 Oktober 2026, dengan sumber pendanaan berasal dari kas internal APAC Realty Limited.

Baca Juga :  1 USD Siap Menghancurkan Harga Ethereum: Apa yang Terjadi Jika ETH Turun ke $1.600?

APAC Investment 2 merupakan perusahaan investasi yang didirikan di Singapura pada 29 Oktober 2018. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam keterbukaan sebelumnya, Morgan Stanley tercatat sebagai pemilik manfaat akhir perusahaan tersebut.

Jejak rencana ini sebenarnya sudah terlihat lebih awal. IPAC mengumumkan rencana go private dan delisting pada 11 September 2026 melalui keterbukaan informasi di BEI.

Yang Terjadi pada Saham Publik Setelah Delisting

Meski telah memperoleh persetujuan pemegang saham, pelaksanaan go private dan delisting masih harus mengikuti proses serta memenuhi ketentuan dan persetujuan otoritas terkait. Apabila rencana tersebut terealisasi, saham IPAC tidak lagi tercatat di BEI.

Pemegang saham publik yang tidak mengikuti VTO tetap dapat memiliki saham perusahaan, tetapi saham tersebut tidak lagi diperdagangkan di bursa. Artinya, tidak ada lagi pasar terbuka tempat pemegang saham bisa menjual kembali sahamnya secara harian.

Delisting mengubah secara mendasar posisi pemegang saham minoritas: kepemilikan tetap ada, tetapi likuiditas dan akses ke pasar sekunder hilang.

Baca Juga :  Harga Dolar AS Tembus Rp 18.000: Apa yang Terjadi dengan Ekonomi Indonesia?

Harga Ayam dan DOC Naik, Simak Prospek Saham Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

Pertanyaan Umum

Apa yang diputuskan dalam RUPSLB IPAC?

Pemegang saham menyetujui perubahan status perusahaan menjadi tertutup atau go private, sekaligus menghapus pencatatan saham IPAC dari Bursa Efek Indonesia. Kedua agenda itu disetujui oleh seluruh pemegang saham independen yang hadir dalam rapat pada 20 Oktober 2026.

Berapa harga yang ditawarkan dalam voluntary tender offer?

APAC Investment 2 menawarkan harga Rp 250 per saham untuk maksimal 89,31 juta saham. Dengan asumsi seluruh saham terserap, nilai transaksi diperkirakan sekitar Rp 22,33 miliar, dengan pendanaan dari pinjaman APAC Realty Limited yang bersumber dari kas internalnya.

Apakah delisting IPAC sudah pasti terjadi?

Belum. Persetujuan pemegang saham merupakan salah satu tahap, tetapi pelaksanaan go private dan delisting masih harus mengikuti proses serta memenuhi ketentuan dan persetujuan otoritas terkait sebelum saham benar-benar berhenti diperdagangkan di BEI.

Sumber: Kontan

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600