CIANJUR — Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) yang digelar di Villa Cipendawa, Cianjur, Jawa Barat, Senin (26/2/2026), dinilai sebagai momentum strategis untuk menata ulang arah gerak organisasi sekaligus meneguhkan kembali peran moral wartawan Nasrani di ruang publik.
Hal tersebut disampaikan Kefas Hervin Devananda (Romo Kefas), mantan Ketua PD Pewarna Jawa Barat yang kini dipercaya memimpin Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Pewarna Indonesia, saat diwawancarai awak media di sela-sela pembukaan Rapimnas. Menurutnya, Rapimnas tidak boleh berhenti pada evaluasi program, tetapi harus melahirkan keberanian sikap dan kejelasan visi organisasi.
“Rapimnas ini bukan sekadar forum administratif. Ini adalah ruang menentukan arah: apakah Pewarna hanya bertahan sebagai organisasi, atau sungguh menjadi penjaga etika, keadilan, dan kebenaran dalam dunia jurnalistik,” ujar Romo Kefas.
Ia menegaskan, di tengah meningkatnya tekanan ekonomi media, polarisasi informasi, serta maraknya pelanggaran etika jurnalistik, Pewarna dituntut hadir sebagai organisasi yang mampu melindungi anggotanya secara hukum sekaligus membina karakter rohani dan profesional para wartawan.
Romo Kefas berharap Rapimnas menghasilkan keputusan konkret yang memperkuat peran LKBH, memperluas pendidikan hukum dan etika pers bagi anggota, serta mendorong jurnalis Pewarna tetap setia pada nilai kebenaran, bukan sekadar kepentingan sesaat.
“Kerinduan kami, Rapimnas ini melahirkan keberanian kolektif—berani jujur, berani kritis, dan berani membela yang lemah. Wartawan Nasrani harus tajam dalam karya, tetapi juga rendah hati dan bertanggung jawab di hadapan Tuhan dan masyarakat,” pungkasnya.
(TIM)
