Edukasi

Resmikan Panti Marhaenis dan Lantik Pengurus, KBM Karanganyar Siap Ekspansi Organisasi hingga Tingkat Kecamatan

KARANGANYAR_HARIANESIA.COM– Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Kabupaten Karanganyar resmi melantik kepengurusan Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) sekaligus meresmikan Panti Marhaenis Karanganyar yang berlokasi di Kadipiro RT 01 RW 10, Bejen, Karanganyar, sebagai pusat kegiatan organisasi dan rumah besar perjuangan kaum Marhaenis.

Kegiatan tersebut berlangsung penuh semangat kebersamaan dan dihadiri jajaran pengurus, pembina, sesepuh, serta keluarga besar Marhaenis. Momentum ini disebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi dan penguatan ideologi Marhaenisme di Kabupaten Karanganyar.

Ketua KBM Kabupaten Karanganyar, Joko Sukmo Lelono, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan pengurus baru sekaligus peresmian Panti Marhaenis yang diharapkan menjadi pusat gerakan organisasi ke depan.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita dapat melaksanakan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Kabupaten Keluarga Besar Marhaenis Karanganyar,” ujar Joko Sukmo Lelono dalam sambutannya.

Usai pelantikan, KBM Karanganyar menegaskan akan segera melakukan ekspansi organisasi dengan menunjuk sejumlah koordinator wilayah (korwil) untuk merintis pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan.

Menurut Joko Sukmo Lelono, para korwil nantinya akan diberi tugas melakukan konsolidasi, memperluas jaringan organisasi, serta menjaring masyarakat yang memiliki semangat perjuangan Marhaenisme agar dapat terlibat aktif dalam organisasi.

“Selanjutnya kita akan melakukan ekspansi organisasi dengan menunjuk beberapa orang menjadi koordinator wilayah. Mereka bertugas merintis kepengurusan di tingkat kecamatan,” katanya.

Ia menegaskan, KBM Karanganyar membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk ikut bergabung. Rekrutmen kepengurusan disebut tidak dibatasi kelompok tertentu, melainkan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat.

“Semua kalangan bisa masuk menjadi pengurus. Ada dari masyarakat umum, pekerja sosial, mahasiswa, bahkan anak-anak muda tingkat SMA,” ungkapnya.

Joko Sukmo Lelono berharap KBM Karanganyar dapat menjadi rumah besar kaum Marhaenis, dengan merangkul berbagai elemen perjuangan, mulai dari pemuda Marhaenis, aktivis sosial, kelompok seni dan kebudayaan, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memiliki semangat perjuangan kerakyatan dan pemikiran Bung Karno.

Sementara itu, Ketua DPP KBM Jawa Tengah dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan Panti Marhaenis Karanganyar sebagai pusat perjuangan rakyat sekaligus rumah bersama kaum Marhaenis.

Menurutnya, keberadaan panti tersebut tidak hanya menjadi simbol organisasi, tetapi juga tempat berhimpun, berdiskusi, mendokumentasikan kegiatan, merancang program, sekaligus mengevaluasi perjalanan perjuangan organisasi.

“Panti Marhaenis harus benar-benar menjadi rumah bagi kaum Marhaen. Tempat berhimpun, berdiskusi, merancang gerakan sosial, sekaligus menjadi pengayom rakyat kecil,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekuatan struktur organisasi. Menurutnya, organisasi yang kuat harus dibangun dengan semangat gotong royong serta hubungan antarpengurus yang saling menguatkan.

“Kalau strukturnya kuat, badai apa pun tidak akan menggoyahkan organisasi. Ketua, sekretaris, dan seluruh pengurus harus saling memperkuat,” tegasnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru serta diresmikannya Panti Marhaenis di Kadipiro, Bejen, Karanganyar, KBM optimistis mampu memperkuat konsolidasi organisasi hingga akar rumput sekaligus menjadi pusat pendidikan ideologi, gerakan sosial, dan pemberdayaan masyarakat berbasis gotong royong.

Tim

Exit mobile version