Jakarta _HARIANESIA.COM_ Akademisi sekaligus pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden RI Prabowo Subianto menyusul gugurnya tiga prajurit TNI dalam sebuah insiden yang menyita perhatian publik.
Dalam pernyataannya, Connie menilai respons pemerintah terhadap peristiwa tersebut belum menunjukkan ketegasan yang diharapkan, terutama dalam konteks perlindungan terhadap aparat negara yang bertugas di lapangan.
Ia menyoroti pentingnya kehadiran negara dalam memberikan jaminan keamanan maksimal bagi prajurit TNI yang menjalankan tugas di wilayah rawan konflik. Menurutnya, insiden yang menewaskan tiga prajurit tersebut tidak boleh dianggap sebagai peristiwa biasa Connie juga menekankan bahwa peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pemerintah, khususnya dalam hal strategi pertahanan dan pengambilan kebijakan di sektor keamanan nasional.
Lebih lanjut, ia mempertanyakan langkah konkret yang diambil oleh Presiden Prabowo dalam merespons situasi tersebut, termasuk upaya diplomasi maupun tindakan strategis lainnya yang dinilai krusial dalam menjaga kedaulatan negara.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa publik menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan Presiden dalam menyikapi setiap ancaman terhadap aparat dan kedaulatan Indonesia.
Peristiwa gugurnya tiga prajurit TNI ini sendiri telah memicu berbagai reaksi dari sejumlah kalangan, mulai dari tokoh politik, pengamat, hingga masyarakat luas yang menuntut adanya langkah tegas dari pemerintah.
Hingga kini, pemerintah disebut masih terus melakukan pendalaman terkait insiden tersebut, termasuk proses investigasi untuk mengungkap kronologi dan pihak yang bertanggung jawab.
Kasus ini pun menjadi sorotan nasional dan diharapkan dapat segera menemukan titik terang, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pertahanan dan perlindungan bagi prajurit di lapangan.
Dwi




















