Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengungkap pesan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran perwira tinggi TNI-Polri soal sistem rekrutmen. Prabowo meminta kemampuan intelektual ikut menjadi pertimbangan, tidak hanya aspek fisik.
Pesan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat kepada 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10).
“Beliau mengapresiasi. Kemudian harus menyiapkan juga secara profesional baik sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik, tetapi adalah intelektual,” kata Dudung usai mengikuti taklimat.
Menurut Dudung, Prabowo bahkan mencontohkan penggunaan kacamata semestinya tidak otomatis menjadi penghalang seseorang untuk masuk TNI maupun Polri sepanjang memiliki kemampuan yang dibutuhkan.
“Jadi kalau misalnya masuk tentara, polisi pakai kacamata juga boleh, tapi dia pinter,” ujarnya.
- Prabowo meminta rekrutmen TNI-Polri tidak hanya menilai fisik, tetapi juga intelektual.
- Penggunaan kacamata disebut tidak otomatis menghalangi seseorang masuk TNI atau Polri.
- Arahan itu muncul dalam taklimat kepada 800 perwira tinggi di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Menurut Dudung, arahan tersebut berkaitan dengan perubahan bentuk ancaman dan peperangan ke depan yang semakin mengandalkan teknologi.
“Karena tantangan ke depan ini kan perang itu kan perang hybrid, perang pakai drone dan sebagainya. Sehingga itu yang menjadi konsentrasi bapak presiden,” kata Dudung.
Perang hybrid — bentuk peperangan yang menggabungkan operasi konvensional dengan serangan siber, informasi, dan teknologi lain.
Prabowo juga meminta profesionalisme prajurit terus ditingkatkan melalui pendidikan dan latihan, terutama menghadapi perkembangan situasi global.
“Kemudian juga tentang situasi global saat ini juga perlu disikapi dengan meningkatkan bagaimana profesionalisme prajurit harus meningkatkan baik pendidikan maupun latihan. Jadi itu yang menjadi sentral menurut saya,” tuturnya.

Selain itu, Dudung mengatakan Prabowo menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri atas dukungan terhadap berbagai program pemerintah.
“Presiden mengucapkan terima kasih atas sumbangsih TNI dan Polisi yang selama ini mendukung program pemerintah baik ketahanan pangan, ketahanan energi, termasuk menjaga situasi keamanan saat ini. Beliau mengapresiasi,” kata Dudung.
Konteks Arahan Prabowo
Taklimat kepada ratusan perwira tinggi menjadi forum Presiden menyampaikan langsung arah kebijakan pertahanan dan keamanan. Dalam pertemuan itu, Prabowo menekankan tiga hal utama: sistem rekrutmen, profesionalisme prajurit, dan apresiasi atas dukungan TNI-Polri terhadap program pemerintah.
Soal rekrutmen, Prabowo menyoroti perlunya penilaian yang lebih luas dari sekadar kondisi fisik. Contoh yang disebut Dudung soal kacamata menunjukkan bahwa standar seleksi diminta lebih fleksibel terhadap calon yang memiliki kecerdasan dan keahlian tertentu.
Sebelumnya: aspek fisik menjadi pertimbangan utama dalam sistem rekrutmen.
Arah baru: kemampuan intelektual ikut diperhitungkan, termasuk calon yang memakai kacamata.
Dudung menilai arahan itu relevan dengan perubahan karakter ancaman. Perang hybrid dan penggunaan drone menuntut prajurit yang menguasai teknologi, bukan hanya kuat secara fisik.
“Jadi kalau misalnya masuk tentara, polisi pakai kacamata juga boleh, tapi dia pinter.”
— Dudung Abdurachman, Menko Polkam
Selain soal rekrutmen, Prabowo meminta pendidikan dan latihan prajurit terus ditingkatkan. Menurut Dudung, situasi global yang berkembang menjadi alasan utama penguatan profesionalisme tersebut.
Presiden juga menyampaikan terima kasih atas peran TNI-Polri dalam mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi, dan menjaga situasi keamanan. Apresiasi itu disampaikan langsung di hadapan 800 perwira tinggi yang mengikuti taklimat.
Pertanyaan Umum
Apa pesan Prabowo soal rekrutmen TNI-Polri?
Prabowo meminta sistem rekrutmen tidak hanya menilai aspek fisik, tetapi juga kemampuan intelektual calon. Ia mencontohkan pengguna kacamata tetap boleh masuk TNI atau Polri asalkan memiliki kemampuan yang dibutuhkan.
Mengapa arahan itu disampaikan?
Menurut Dudung, arahan tersebut berkaitan dengan perubahan bentuk ancaman dan peperangan ke depan yang semakin mengandalkan teknologi, seperti perang hybrid dan penggunaan drone.
Siapa yang menerima arahan tersebut?
Arahan disampaikan Prabowo saat taklimat kepada 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10).
Sumber: Kumparan




















