Semarang, Jumat (2/1/2026) – Polrestabes Semarang meningkatkan pengamanan di seluruh obyek wisata serta jalur arus balik libur akhir tahun guna memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat di Kota Semarang.
Pengamanan difokuskan pada destinasi wisata yang mengalami peningkatan kunjungan, baik wisata sejarah dan budaya seperti Lawang Sewu, Tugu Muda, Kota Lama Semarang, Gereja Blenduk, Klenteng Sam Poo Kong, Museum Ranggawarsita, Museum Kota Lama, hingga Candi Tugu Mangkang. Selain itu, pengamanan juga dilakukan di kawasan wisata alam, antara lain Goa Kreo, Waduk Jatibarang, Brown Canyon, Pantai Marina, Pantai Tirang, Hutan Wisata Tinjomoyo, dan Kebun Raya Gunungpati.
Tidak hanya itu, Polrestabes Semarang juga menempatkan personel di obyek wisata keluarga dan edukasi seperti Grand Maerokoco (PRPP dan Miniatur Jawa Tengah), Semarang Zoo, kawasan eks Wonderia, Kampung Pelangi, Kampung Batik Semarang, serta Kampung Jawi. Pengamanan turut menyasar lokasi wisata religi, di antaranya Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Masjid Kauman Semarang, Klenteng Tay Kak Sie, dan Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci
.
Kasihumas Polrestabes Semarang, Kompol Agung Setiyo Budi, menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan langkah preventif dan humanis. Personel disiagakan melalui patroli rutin, penjagaan terbuka dan tertutup, serta pengaturan arus lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan.
“Petugas kami tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Setiap aduan warga kami terima dan tindak lanjuti sesuai prosedur dan Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap aman dan kondusif, khususnya di kawasan wisata,” ujar Kompol Agung.
Dalam rangka pengamanan arus balik libur akhir tahun, Polrestabes Semarang juga memberikan perhatian khusus pada jalur-jalur utama, kawasan pusat kota, serta destinasi wisata belanja dan ikon kota seperti Pasar Semawis, Simpang Lima Semarang, Pasar Bunga Kalisari, dan Pasar Johar. Rekayasa lalu lintas disiapkan secara situasional untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Lebih lanjut, Kompol Agung menegaskan bahwa perhatian khusus diberikan pada obyek wisata yang memiliki potensi bahaya cukup tinggi, seperti kawasan perairan, tebing, dan lokasi dengan kontur alam ekstrem. Imbauan keselamatan disampaikan secara langsung kepada pengunjung guna mencegah terjadinya kecelakaan.
Polrestabes Semarang mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap mematuhi aturan, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun situasi darurat. Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, diharapkan libur akhir tahun di Kota Semarang dapat berlangsung aman, tertib, dan berkesan.
