TNI-POLRI

Polres Sragen Gaspol Cetak Generasi Emas, Pelajar SMA Negeri 3 Dibekali Jurus Cerdas Menaklukkan AI

SRAGEN_HARIANESIA.COM– Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bergerak begitu cepat dan mulai mengubah berbagai aspek kehidupan. Menyadari besarnya peluang sekaligus risiko teknologi tersebut, Polres Sragen mengambil langkah proaktif dengan membekali generasi muda kemampuan memanfaatkan AI secara cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab.

Melalui Tim Trainer Polres Sragen, edukasi dan pelatihan pemanfaatan AI kembali digelar bagi para pelajar di SMA Negeri 3 Sragen. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian mendekatkan literasi teknologi kepada kalangan pelajar sekaligus mendorong mereka menjadi generasi yang adaptif menghadapi perubahan zaman.

Pelatihan tidak sekadar memperkenalkan AI sebagai teknologi canggih, tetapi juga mengajak para siswa memahami bagaimana kecerdasan buatan dapat digunakan secara positif dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk mendukung proses belajar dan pengembangan kreativitas.

Para pelajar dikenalkan pada berbagai potensi pemanfaatan AI sebagai sarana mencari ide, membantu proses pembelajaran, mengembangkan karya, serta menunjang produktivitas.

Di sisi lain, mereka juga diarahkan untuk tetap kritis terhadap informasi yang dihasilkan teknologi dan tidak menjadikan AI sebagai pengganti proses berpikir.

Kasihumas Polres Sragen AKP Slamet, mewakili Kapolres Sragen, mengatakan edukasi AI penting diberikan sejak bangku sekolah karena generasi muda merupakan kelompok yang akan paling banyak berhadapan dengan perkembangan teknologi di masa mendatang.

“AI memiliki manfaat yang sangat besar apabila digunakan dengan tepat. Karena itu, para pelajar perlu dibekali pemahaman agar mampu memanfaatkan teknologi ini untuk belajar, berkarya dan mengembangkan potensi diri, bukan justru menyalahgunakannya,” ujar AKP Slamet.

Menurutnya, kecanggihan teknologi harus berjalan seiring dengan kecerdasan, kreativitas, tanggung jawab, dan karakter. Kemampuan menggunakan AI juga harus dibarengi dengan sikap kritis agar siswa tidak mudah menerima begitu saja setiap informasi yang dihasilkan oleh teknologi.

“Yang kita bangun bukan hanya kemampuan menggunakan AI, tetapi juga cara berpikir yang kritis, kreatif dan bertanggung jawab. Harapannya, teknologi menjadi alat untuk membuka peluang dan prestasi bagi generasi muda,” lanjutnya.

Kehadiran Tim Trainer Polres Sragen di lingkungan sekolah sekaligus menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya hadir dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga mengambil bagian dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital.

Bagi para pelajar SMA Negeri 3 Sragen, AI bukan lagi sekadar teknologi yang terdengar futuristis. Dengan pemahaman yang tepat, kecerdasan buatan dapat menjadi alat belajar, ruang berkreasi, sekaligus jembatan untuk mengembangkan potensi diri.

Polres Sragen berharap edukasi tersebut mampu melahirkan generasi emas yang tidak gagap teknologi, tetapi justru mampu menguasai dan mengarahkannya untuk kepentingan yang positif.

Teknologi terus berkembang. Generasi muda harus lebih siap berkembang bersamanya cerdas menggunakan AI, kreatif menciptakan karya, dan tetap berkarakter dalam menghadapi masa depan.

Mariyo

Exit mobile version