Polda Jateng, Semarang | Selama masa Operasi Keselamatan Candi 2026, Polda Jawa Tengah tidak hanya melakukan penegakan hukum dan kegiatan di jalan raya. Berbagai kegiatan pembinaan dan penyuluhan (binluh) sebagai upaya pendidikan terhadap masyarakat (dikmas) juga digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas, terutama bagi masyarakat usia dini.
Salah satu kegiatan binluh dan dikmas digelar di SD Kemala Bhayangkari 02, Pedurungan, Kota Semarang, pada Jumat (13/2/2026) pagi. Keceriaan terpancar dari wajah ratusan siswa saat 12 personel gabungan Satgas Operasi Keselamatan Candi 2026 hadir sebagai sahabat bagi para siswa, bukan sebagai sosok yang ditakuti.
Dalam kegiatan yang dipimpin oleh Aiptu Wiji Suberkahono tersebut, sebanyak 171 siswa kelas 1 hingga 6 diajak untuk mengenal dunia keselamatan di jalan raya melalui cara yang menyenangkan sebagai upaya membangun fondasi karakter disiplin masyarakat melalui jalur pendidikan.
Di dalam aula sekolah, suasana antusias tampak saat anak-anak diajak bermain simulasi dan berinteraksi mengenal rambu-rambu lalu lintas. Tak sekadar teori, pesan-pesan keselamatan disampaikan melalui bahasa yang sederhana, menanamkan kesadaran di benak para siswa bahwa mematuhi aturan adalah kunci untuk saling menjaga nyawa di jalan raya.
Menariknya, aksi simpatik ini tidak hanya menyasar para siswa. Personel Biddokkes Polda Jateng turut hadir memberikan layanan pemeriksaan kesehatan serta pembagian obat dan vitamin gratis kepada 17 guru dan staf sekolah. Hal ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap para pahlawan tanpa tanda jasa dengan menjaga mereka agar tetap prima dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Kegiatan ini turut disambut positif oleh Kepala Sekolah SD Kemala Bhayangkari 02, Bapak Supriyanto, S.Pd., M.Si. Melalui metode edukasi yang diberikan, diharapkan dapat mencetak anak usia dini menjadi generasi yang peduli keselamatan berlalu lintas di masa depan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Jateng. Edukasi ini sangat penting untuk menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini. Kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang selalu mengutamakan keselamatan,” ungkapnya.
Sebelumnya pada hari Kamis (12/2), personel Sidikmas Subdit Kamsel juga menggelar kegiatan serupa di TK Kemala Bhayangkari 03, Aspol Kabluk, Gayamsari. Dalam kesempatan itu para petugas menanamkan kesadaran untuk tertib berlalu lintas sejak dini dengan cara mengajak menonton video visual keselamatan dan mengajarkan cara menggunakan helm SNI yang benar sebagai kebiasaan.
Tak hanya di lingkungan sekolah yayasan Polri, Satgas Binluh dari Ditbinmas Polda Jateng dipimpin AKP Agus Dhermawan juga telah melakukan pembinaan serupa di sejumlah sekolah di Kota Semarang baik tingkat SD, SMP maupun SMA. Pola edukasi yang dilakukan serentak ini menunjukkan komitmen Polri untuk hadir menamankan kesadaran tertib berlalu lintas bagi seluruh anak didik di semua tingkat pendidikan.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa masuknya kepolisian ke ruang-ruang kelas adalah langkah preemtif yang sangat strategis. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat di jalan raya harus dimulai dari akar pendidikan.
“Operasi Keselamatan Candi 2026 ini bukan hanya tentang penegakan hukum di jalan, tapi tentang bagaimana kita menyiapkan generasi masa depan yang disiplin dan santun dalam berkendara. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kesan bahwa tertib lalu lintas adalah bagian dari ibadah dalam menjaga keselamatan sesama,” tutur Kombes Pol Artanto di Mapolda Jateng pada Jumat (13/2/2026) siang.
Ia menambahkan, kehadiran personel gabungan dari fungsi Lantas, Dokkes, hingga Propam dalam satu kegiatan menunjukkan soliditas Polri dalam memberikan pelayanan paripurna kepada masyarakat.
“Kami berharap setiap anak yang hari ini mendapatkan edukasi, dapat menjadi ‘polisi’ bagi diri mereka sendiri dan menjadi pelopor keselamatan bagi keluarga mereka di rumah,” pungkasnya.




















