Edukasi

Perkuat Ketahanan Pangan, Lapas Kelas I Makassar Teken MoU Urban Farming Terintegrasi

Makassar – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar resmi melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama pengelolaan Urban Farming Terintegrasi bersama Yayasan Butta Porea Indonesia, pada Jumat, 6 Februari 2026. Kegiatan penandatanganan MoU ini berlangsung di Lapas Kelas I Makassar sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengembangan program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kerja sama ini mencakup pengelolaan urban farming terintegrasi yang meliputi peternakan ayam petelur dan ayam pedaging, perikanan ikan nila dan ikan lele, pertanian konvensional dan hidroponik, serta budidaya maggot. Seluruh kegiatan akan dilaksanakan di lahan milik Lapas Kelas I Makassar seluas kurang lebih 1.000 meter persegi.

Sebelumnya, Lapas Kelas I Makassar telah memulai kegiatan urban farming dalam skala terbatas melalui Bidang Bimbingan Kerja (Bimker). Melalui kerja sama ini, diharapkan pengelolaan urban farming dapat berkembang lebih besar, terarah, dan berkelanjutan, mengingat Yayasan Butta Porea Indonesia merupakan yayasan yang secara khusus bergerak di bidang pengelolaan urban farming di Kota Makassar.

Yayasan Butta Porea Indonesia sendiri didirikan pada 1 Oktober 2025 dan berawal dari gerakan “Tanami Tanata”. Yayasan ini didukung oleh sejumlah ahli di bidang urban farming, salah satunya Andi Fadly Arifuddin Mattotorang (Vokalis Padi Reborn) yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Makassar Bidang Urban Farming.

Hadir dalam penandatanganan MoU tersebut Ketua Yayasan Butta Porea Indonesia Andi Pangerang, Dewan Pakar Prof. Sudirman Numba, Fahmi Mappa, Muhammad Jack, Alvin, serta bagian legal yayasan Abduh. Sementara dari pihak Lapas Kelas I Makassar, hadir langsung Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, Bc.IP, S.H., M.H, didampingi Kepala Bidang Bimbingan Kerja Hendrik, Amd.IP, S.Sos., M.H, serta Andi Akbar.

Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan edukasi, pelatihan, dan praktik langsung kepada Warga Binaan Pemasyarakatan agar memiliki keterampilan di bidang pertanian terpadu yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan bahwa program tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat terkait ketahanan pangan nasional.

“Kami sangat menyambut baik kerja sama pengelolaan urban farming terintegrasi ini. Selain sebagai bagian dari pembinaan kemandirian Warga Binaan, program ini juga mendukung program ketahanan pangan nasional yang saat ini menjadi fokus pemerintah,” ujar Sutarno.

Lebih lanjut, Sutarno berharap kerja sama ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata, baik bagi Warga Binaan maupun institusi pemasyarakatan.

Dalam waktu dekat, kegiatan urban farming terintegrasi ini direncanakan akan dilaunching secara resmi dan dijadwalkan dihadiri oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, serta Staf Ahli Wali Kota Bidang Urban Farming, Andi Fadly Arifuddin Mattotorang.

Lepi

Exit mobile version