BANJAR_HARIANESIA.COM– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara Tahun 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banjar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat keselamatan berlalu lintas, serta mendorong modernisasi penegakan hukum melalui pemanfaatan teknologi.
Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara yang turut menjadi momentum memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, pemangku kepentingan, masyarakat, dan insan pers dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan.
Kepala Satlantas Polres Banjar AKP Priyo Sambodo menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Banjar, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), lima pilar keselamatan jalan, serta insan pers yang selama ini turut mendukung tugas kepolisian, khususnya dalam memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan publik dan menciptakan proses penegakan hukum lalu lintas yang semakin transparan serta akuntabel.
Salah satu langkah yang didorong adalah penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Banjar. Saat ini, penegakan hukum lalu lintas di wilayah tersebut masih menggunakan mekanisme tilang manual.
“Kami berharap ke depan Pemerintah Kota Banjar bersama DPRD dapat mendukung pengadaan sistem ETLE. Digitalisasi penegakan hukum ini diharapkan dapat membuat proses penindakan pelanggaran semakin transparan, terukur, dan meminimalkan interaksi langsung antara petugas dengan pelanggar,” ujar AKP Priyo, Sabtu (26/9/2026).
Ia menilai, penerapan ETLE tidak hanya berkaitan dengan penindakan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas berbasis teknologi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Priyo juga menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung edukasi dan literasi keselamatan berlalu lintas.
“Media adalah sahabat kerja dan penyambung informasi kepada masyarakat. Personel lalu lintas juga harus terbuka dan membangun komunikasi yang baik dengan media,” tegasnya.
Kesadaran Tertib Lalu Lintas Terus Diperkuat
Sementara itu, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro mengapresiasi kinerja jajaran Satlantas Polres Banjar yang terus berupaya menghadirkan inovasi dan meningkatkan pelayanan di tengah berbagai tantangan lalu lintas di wilayah Kota Banjar.
Menurutnya, peningkatan kesadaran berlalu lintas perlu dilakukan secara merata di seluruh wilayah, termasuk kawasan yang membutuhkan edukasi lebih intensif.
“Tingkat kepatuhan berlalu lintas di kawasan perkotaan Banjar sudah cukup baik. Namun, di wilayah seperti Langensari masih diperlukan penguatan edukasi dan pendekatan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kapolres menekankan bahwa personel lalu lintas merupakan salah satu wajah Polri yang paling sering berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Polantas adalah wajah Polri di lapangan sejak pagi hingga malam. Perilaku, etika, dan keikhlasan anggota dalam menjalankan tugas menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat,” katanya.
AKBP Didi juga memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Kampung Tertib Lalu Lintas Desa Raharja yang meraih peringkat pertama tingkat Provinsi Jawa Barat. Capaian tersebut dinilai menjadi contoh positif dari kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas.
Pemkot Banjar Dukung Transformasi Digital
Dukungan terhadap modernisasi penegakan hukum lalu lintas juga disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjar Soni Harison.
Ia menyatakan Pemerintah Kota Banjar siap melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Perhubungan Jawa Barat dan DPRD Kota Banjar terkait rencana penerapan ETLE, termasuk pembahasan mengenai dukungan anggaran sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.
“Kami sangat mendukung upaya modernisasi pelayanan publik ini. Selain ETLE, perbaikan manajemen lalu lintas seperti penyesuaian durasi lampu lalu lintas berdasarkan kondisi riil di lapangan serta penanganan penggunaan sepeda listrik di jalan raya juga menjadi hal yang akan kita selesaikan bersama melalui forum lalu lintas,” jelas Soni.
Menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan lalu lintas membutuhkan kolaborasi lintas sektor sehingga kebijakan yang diambil dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan.
Soni juga mengapresiasi tren penurunan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Banjar. Capaian tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui edukasi, pengawasan, rekayasa lalu lintas, serta partisipasi aktif masyarakat.
Peringatan HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara akhirnya menjadi momentum bersama untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan pelayanan lalu lintas yang semakin modern, transparan, humanis, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, masyarakat, dunia pendidikan, komunitas, dan media, upaya membangun budaya tertib serta keselamatan berlalu lintas di Kota Banjar diharapkan dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Heri
