Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Pengamanan Demo 20 Oktober: Polisi Jaga Stasiun hingga Gerbang Tol

×

Pengamanan Demo 20 Oktober: Polisi Jaga Stasiun hingga Gerbang Tol

Sebarkan artikel ini
Pengamanan Demo 20 Oktober: Polisi Jaga Stasiun hingga Gerbang Tol — Polisi berseragam berjaga di kawasan stasiun dan gerbang tol untuk mengantisipasi mobilisasi massa saat demo 20 Oktober.
Polisi memperketat pengamanan di objek vital, dari stasiun kereta api hingga gerbang tol, menjelang aksi demo di Jakarta.
Banner Iklan Harianesia 468x60

Bisnis.com, JAKARTA — Polisi memperketat pengamanan di sejumlah objek vital, mulai dari kawasan stasiun kereta api hingga gerbang tol (GT), untuk mengantisipasi mobilisasi massa, khususnya kelompok pelajar yang hendak mengikuti aksi penyampaian pendapat di Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan upaya pengamanan tersebut dilakukan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya tetap aman dan kondusif.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

“Polresta Tangerang dan jajaran akan melaksanakan pengamanan di sejumlah stasiun dan gerbang tol, serta meningkatkan patroli guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” katanya dikutip dari Antara, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, selama proses pengamanan di titik-titik krusial, personel di lapangan akan menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di samping itu, ia menegaskan pihaknya tetap menjunjung tinggi serta menghormati hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

“Langkah-langkah akan dilakukan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Polri tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum sesuai peraturan perundang-undangan,” kata dia.

Baca Juga :  Idul Adha 1446 H, Polres Semarang Sembelih 12 ekor hewan kurban

Penyekatan Bukan Satu-satunya Skema

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Tangerang Kompol Raden Mochammad Sofian menambahkan, skema pengamanan yang diterapkan tidak sekadar penyekatan lalu lintas. Petugas juga meningkatkan patroli dan pengamanan ketat di titik-titik vital mobilitas masyarakat.

“Intinya, kita bukan hanya melakukan penyekatan, tetapi juga pengamanan untuk mengantisipasi adanya pelajar yang ikut-ikitan aksi ke Jakarta. Pengamanan dilakukan di beberapa stasiun, gerbang-gerbang tol, serta peningkatan patroli wilayah,” jelasnya.

  • Pengamanan difokuskan pada sejumlah stasiun dan gerbang tol di wilayah hukum Polresta Tangerang.
  • Skema yang diterapkan bukan hanya penyekatan, tetapi juga peningkatan patroli wilayah.
  • Seluruh Bhabinkamtibmas diterjunkan ke sekolah-sekolah untuk memberi imbauan kepada siswa.

Dia menerangkan, pola pengamanan yang dikerahkan hanya bersifat antisipasi. Tujuannya menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polresta Tangerang tetap kondusif, bukan untuk membatasi hak warga.

Sejumlah titik yang disebut menjadi perhatian berada di jalur mobilisasi masyarakat menuju Jakarta. Stasiun kereta api dan gerbang tol dipilih karena menjadi simpul pergerakan massa dalam jumlah besar pada hari aksi.

Baca Juga :  Simon Balagaize Pulang ke Tanah Air, Suarakan Kekhawatiran Hilangnya Ruang Hidup Akibat PSN di Merauke

Pendekatan Preventif lewat Sekolah

Selain pengamanan fisik di lapangan, pihak kepolisian mengedepankan upaya preventif edukatif. Seluruh Bintara Pembina Kamtibmas (Bhabinkamtibmas) diterjunkan ke sekolah-sekolah di wilayah Tangerang.

“Semua Bhabinkamtibmas dikerahkan ke sekolah-sekolah untuk memberikan imbauan agar para siswa tidak ikut serta dalam kegiatan aksi unjuk rasa dan tetap fokus belajar. Kami berkoordinasi dengan kepala sekolah, guru, hingga Dinas Pendidikan,” paparnya.

Langkah itu disebut melibatkan koordinasi lintas lembaga. Polisi tidak bekerja sendiri, tetapi berkomunikasi dengan kepala sekolah, guru, hingga Dinas Pendidikan agar imbauan tersampaikan secara sistematis.

Selain itu, polisi akan mengimbau pihak sekolah untuk mengisi kegiatan pelajar dengan aktivitas positif, seperti ekstrakurikuler tambahan. Harapannya, potensi siswa bertolak ke Jakarta dapat diminimalkan.

Pendekatan ini menempatkan sekolah sebagai pintu masuk pencegahan, bukan sekadar lokasi pengawasan. Dengan begitu, pengamanan di lapangan berjalan beriringan dengan upaya menjauhkan pelajar dari risiko kerumunan aksi.

Baca Juga :  Dekatkan Diri ke Warga, Bhabinkamtibmas Desa Sukajadi Sambangi Ketua RW dan Sampaikan Imbauan Kamtibmas

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah personel yang dikerahkan maupun perkiraan jumlah pelajar yang berpotensi ikut serta. Polresta Tangerang menyatakan langkah pengamanan akan menyesuaikan dinamika di lapangan.

Pertanyaan Umum

Mengapa polisi memperketat pengamanan di stasiun dan gerbang tol?

Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi mobilisasi massa, khususnya kelompok pelajar yang hendak mengikuti aksi penyampaian pendapat di Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Apakah polisi hanya melakukan penyekatan lalu lintas?

Tidak. Menurut Kabag Ops Polresta Tangerang Kompol Raden Mochammad Sofian, petugas tidak sekadar menyekat, tetapi juga meningkatkan patroli dan pengamanan ketat di titik-titik vital mobilitas masyarakat.

Bagaimana sikap polisi terhadap hak menyampaikan pendapat?

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegaskan Polri tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum sesuai peraturan perundang-undangan.

Sumber: Bisnis.com

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600