Lebak_HARIANESIA.COM_ Pemerintah Kabupaten Lebak diminta segera mengambil langkah antisipasi terkait dugaan kekurangan obat-obatan serta tenaga medis di RSUD Dr. Adjidarmo. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak terhadap menurunnya kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang selama ini menggantungkan pengobatan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Aktivis KPKB Dede Mulyana menilai persoalan ketersediaan obat dan tenaga medis tidak boleh dianggap sepele, karena pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan masyarakat kecil akan menjadi pihak yang paling dirugikan akibat lambatnya penanganan medis dan terbatasnya fasilitas penunjang.
“Pemkab Lebak harus segera melakukan antisipasi dan evaluasi menyeluruh. Jangan sampai masyarakat yang datang berobat justru kecewa karena obat tidak tersedia atau tenaga medis kurang memadai,” ujar Dede salah satu aktivis publik di Lebak.
Selain itu, Pemkab Lebak juga diminta untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak manajemen rumah sakit guna memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan dapat terpenuhi, baik dari sisi ketersediaan obat, dokter, perawat, maupun tenaga pendukung lainnya. Langkah cepat dinilai penting agar kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit daerah tetap terjaga.
Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak menunggu persoalan ini semakin besar, melainkan segera memberikan solusi konkret demi menjamin pelayanan kesehatan yang layak, cepat, dan merata bagi seluruh warga Lebak.
Dikonfirmasi melalui pesan Whatsap pihak Rumasakit dr Adjidarmo belumemberikan keterangan resmi ,sehingga berita ini diterbitkan kantor. Redaksi
Reforter jendol23
