Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Investigasi

Pemilik Toko obat keras golongan g di Jalan Melati indah 3 Daniel C’s di duga Terkesan Kebal hukum juga Megaku wartawan

×

Pemilik Toko obat keras golongan g di Jalan Melati indah 3 Daniel C’s di duga Terkesan Kebal hukum juga Megaku wartawan

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

JAKARTA BARAT_HARIANESIA.COM– Kasus dugaan peredaran obat keras golongan G secara ilegal di sebuah tempat usaha berkedok toko kosmetik di kawasan Jalan Melati 21, RT.1/RW.14, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, semakin memanas. Setelah berita mengenai praktik bisnis mencurigakan yang beroperasi diam-diam itu dimuat, TIM awak media mendapatkan tanggapan sangat and, langsung dari pemilik tempat usaha tersebut yang berinisial DANIL, namun jawabannya justru terkesan mengabaikan dan bernada menantang BIARKAN SAJA DI BERITAKAN SAYA TIDAK TAKUT HAL HAL KAYA GITU SUDAN BIASA BUAT KAMI ‘jelas Daniel dengan Nada santai Dan SAYA BANYAK TEMAN WARTAWAN KARENA SAYA JUGA WARTAWAN Jelas Daniel C’s dengan Nada banganya

Saat tim kordinator media partner kami berusaha melakukan konfirmasi melalui pesan aplikasi WhatsApp terkait laporan yang beredar dan dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan, respon yang diberikan Danil sama sekali tidak menunjukkan sikap kooperatif atau keinginan untuk menjelaskan kebenaran fakta. Bahkan, ia justru mengaku memiliki latar belakang yang sama dengan pihak media.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Dengan nada yang terdengar angkuh dan tidak peduli, Danil menyampaikan pesan singkat yang berbunyi: “Saya juga orang media, biarin aja. Tunggu tanggal mainnya biar saya ancurin.”

Baca Juga :  Ketua DPD Jawa Barat KPKB Bersatu Akan Laporkan Dugaan Mangkraknya Pembangunan dan Mark Up Anggaran 3,6 Miliar ke KPK

Pernyataan tersebut jelas menunjukkan bahwa Danil sama sekali tidak merasa bersalah atau khawatir atas laporan yang mengungkap praktik bisnisnya yang menyalahi aturan. Kalimat ancaman “biar saya ancurin” yang dilontarkan semakin menegaskan sikap pemilik tempat usaha tersebut yang seolah merasa memiliki kekuasaan atau perlindungan khusus, sehingga berani merespons laporan dugaan pelanggaran hukum dengan cara yang tidak pantas dan mengintimidasi.

Padahal, sebagaimana telah diulas sebelumnya, tempat usaha milik Danil tersebut memiliki izin usaha yang hanya terbatas pada penjualan produk kecantikan. Namun fakta di lapangan membuktikan adanya aktivitas jual beli obat keras golongan G—yang seharusnya hanya ada di apotek resmi dan dengan resep dokter—yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi di balik pintu yang selalu tertutup rapat. Tindakan ini merupakan pelanggaran berat terhadap peraturan perundang-undangan di bidang kefarmasian dan keamanan obat.

Baca Juga :  PT SOCFINDO Seumanyam dan Seunagan Gelar Santunan Anak Yatim dan Penyerahan Daging Meugang untuk Menyambut Ramadhan 1447 H

Tanggapan Danil yang mengaku sebagai “orang media” namun justru merespons laporan fakta dengan ancaman, dinilai sangat tidak etis dan jauh dari prinsip kebenaran serta tanggung jawab yang seharusnya dipegang oleh insan pers. Sikap ini juga semakin memperkuat dugaan bahwa ada hal yang sengaja ditutup-tutupi di balik operasional tempat usahanya.

Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Kami akan terus memantau perkembangan selanjutnya, termasuk langkah apa saja yang akan diambil oleh pihak berwenang terkait dugaan pelanggaran hukum serta sikap dan ancaman yang dilontarkan oleh pemilik usaha tersebut.

Baca Juga :  Tanggul Jebol di Dekat Pemukiman Warga Priuk Kota Tangerang 

Kami pun kembali mendesak Dinas Kesehatan, BPOM, serta aparat penegak hukum untuk tidak menunda lagi melakukan penindakan. Keamanan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, dan tidak boleh ada pihak yang merasa kebal hukum, meski mengaku memiliki latar belakang wartawan yang di Duga penjual obat keras juga, sangat ironis sekali Daniel CS yang mengaku wartawan yang juga penjual obat keras di Jalan Melati Indah 3 dengan nada santai Biarkan saja berita ini dimuat motor saya banyak kenal wartawan dengan nada bangga Daniel cs mengatakan hal itu. Sampai berita ini diturunkan tim media akan Menindaklanjuti dan mengawal berita ini sampai ke ranah hukum agar pihak atau petugas terkait mengambil sikap atas pemilik toko obat keras Daniel Cs.

Bersambung….

Tim/Lepi

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600