Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago berpesan pada jajaran TNI Angkatan Darat untuk semakin meningk atkan kualitas kepemimpinan perwira dan profesionalisme prajurit TNI. Hal tersebut ia sampaikan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (11/2/2025).
Menko Djamari mengatakan, Presiden Prabowo Subianto selalu menekankan bahwa negeri ini betul-betul ditopang oleh TNI dan Polri bersama komponen bangsa yang lain. Oleh karena itu, meningkatkan kualitas kepemimpinan perwira dan profesionalisme prajurit TNI menjadi hal yang harus terus dilakukan. Secara teknis, langkahnya antara lain dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan yang ada di lingkungan TNI.
“Kalau kita akan memperbaiki satuan, tentu manusianya yang pelu diperbaiki. Dan dalam rangka memperbaiki manusianya, maka latihan dan pendidikan yang bisa kita perbaiki. Itu intinya. Maka pendidikan ini yang harus menjadi perhatian pokok,” kata Djamari.
Kepemimpinan menjadi hal yang penting dimiliki setiap perwira. Djamari Chaniago menyebut, tempat paling nyaman seorang perwira adalah bersama-sama dengan prajuritnya. Karena seorang perwira bisa menyelami apa yang dirasakan oleh prajuritnya.
“Ketika sudah menyelami, ketika kasih sayang perwira sudah erat dengan prajurit, kehilangan satu prajurit menjadi beban yang sangat berat bagi komandannya. Saya beruntung beberapa waktu lalu saya bertemu seorang komandan yang rajin berpuasa untuk keselamatan prajuritnya,” kata Djamari.
Menko Polkam juga menyebut, kepemimpinan yang kuat perlu kebanggaan terhadap profesi. Hal ini berguna untuk memompa semangat pengabdian pada amanah tugas yang diemban.
“Kebanggan itu bagus untuk melaksanakan tugas, untuk membangkitkan semangat, itu bukan untuk kesombongan,” kata Menko Polkam.
Jika sudah memiliki kebanggan, usia pun tidak akan menjadi penghalang untuk tetap berkarya dan berkontribusi secara maksimal untuk negara.
Menurut Menko Djamari, rezeki yang paling utama adalah kesehatan, karena hanya dengan tubuh dan jiwa yang sehat seseorang dapat mengabdi secara optimal.
“Sebagai tentara kita hanya punya dua pilihan, kalau tidak mati ya hidup, tidak ada kata sakit,” ujarnya.
Menko Polkam juga berpesan bahwa seorang tentara harus memiliki tiga hal dalam dirinya. Ketiganya adalah kecerdasan, semangat, dan karakter. Namun yang perlu dititikberatkan adalah karakter. Seorang perwira harus memiliki karakter luhur sebagai fondasi kepemimpinannya. Ia menjadi teladan dalam sikap, perkataan, dan tindakan, sehingga kehadirannya memberi ketenangan dan keyakinan bagi yang dipimpin.
“Punya kecerdasan, punya semangat, dan punya karakter. Tapi kalau tidak punya karakter, dua hal pertama tidak ada gunanya,” ujar Djamari Chaniago.
Ia juga berpesan agar para tentara jangan risau soal harta, selama memiliki niat yang tulus dan tujuan yang baik, seorang pemimpin harus percaya bahwa Tuhan akan senantiasa menolong dan mencukupi setiap kebutuhannya. Keyakinan inilah yang membentuk kepemimpinan yang kuat, rendah hati, dan berorientasi pada pengabdian kepada bangsa, negara, dan sesama.
“Tugas kita ke depan masih panjang, tumpuan masyarakat dan bangsa kita ada di pundak kita,” ujar Menko Polkam.
Turut hadir mendampingi Menko Polkam pada kesempatan tersebut antara lain Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan; Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi; dan Staf Khusus Menko Polkam H Janmat Sembiring.
Humas Kemenko Polkam RI
