Jakarta Barat, Satgas Pangan Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat bersama Seksi Perdagangan Sudin PPKUKM Jakarta Barat serta Seksi Ketahanan Pangan dan Pertanian Jakarta Barat melaksanakan pengecekan di sejumlah gudang beras milik pelaku usaha di wilayah Jakarta Barat, Kamis (14/8/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, bersama Kepala Seksi Perdagangan Sudin PPKUKM Jakarta Barat, Arisnawati, serta Seksi Ketahanan Pangan dan Pertanian Jakarta Barat, Resri Retno.
Tim melakukan pemeriksaan di dua lokasi gudang beras, yakni PD Indah Baru di Pergudangan Prima Center Kedaung Kaliangke, Cengkareng, dan PT 3 Sedulur Djaja KM 13 di Pergudangan Duta Indah Karya, Cengkareng.
Pengecekan dilakukan sesuai ketentuan Pasal 11 Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.
Dalam keterangannya, AKBP Arfan Zulkan Sipayung menyampaikan bahwa hasil pengecekan menunjukkan stok beras curah dan premium berada pada kondisi cukup dan harga sesuai dengan pasar.
“Beras premium di gudang ini tidak dilakukan pre-packing, melainkan langsung dikirim dari pabrik di wilayah Jawa Timur. Kami mengimbau pengusaha agar tidak mengoplos beras premium dengan beras curah dan segera menyalurkan beras yang ada di gudang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : Angkringan Ojol Presisi: Dari Meja Angkringan, Polres Sragen Hadirkan Edukasi Lalu Lintas Humanis di Operasi Lilin 2025 SRAGEN, JATENG – Suasana berbeda tampak di Pos Terpadu Operasi Lilin 2025 Polres Sragen, Rabu (24/12/2025). Di tengah padatnya arus lalu lintas dan kesibukan pengamanan Natal dan Tahun Baru, jajaran Polres Sragen menghadirkan sebuah terobosan humanis bertajuk “Angkringan Ojol Presisi”. Melalui program ini, Polres Sragen menyapa langsung para pengemudi ojek online (ojol) dengan pendekatan yang sederhana namun sarat makna, duduk bersama di meja angkringan, menikmati hidangan gratis, sembari berdialog santai tentang keselamatan berlalu lintas. Kegiatan yang digelar dalam dua sesi, yakni pukul 16.00–17.30 WIB dan 18.00–20.00 WIB tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indiasari bersama Wakapolres serta pejabat utama Polres Sragen, khususnya jajaran Satuan lalu lintas. Kasat Lantas Polres Sragen, Iptu Kukuh Tiro Satria Leksono, menegaskan bahwa Angkringan Ojol Presisi merupakan wujud nyata transformasi pelayanan Polri yang mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. “Kami ingin mengubah stigma penilangan menjadi pengayoman. Edukasi lalu lintas tidak harus selalu formal, tapi bisa disampaikan secara humanis, hangat, dan lebih diterima masyarakat. Dari meja angkringan inilah, pesan keselamatan kami sampaikan,” ujar Iptu Kukuh. Menurutnya, pengemudi ojol memiliki peran strategis sebagai pengguna jalan yang intensitas mobilitasnya tinggi. Oleh karena itu, dialog dua arah menjadi sarana efektif untuk menyerap aspirasi, keluhan, serta masukan langsung dari para driver terkait kondisi lalu lintas di wilayah Kabupaten Sragen. Selain edukasi keselamatan berkendara, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan sinergitas antara Polri dan komunitas ojol. Para driver tampak antusias mengikuti kegiatan, menyampaikan pengalaman di lapangan, sekaligus mendapatkan imbauan penting terkait tertib berlalu lintas selama masa Operasi Lilin 2025. Lebih dari sekadar berbagi makanan, Angkringan Ojol Presisi menjadi simbol kehadiran Polri di tengah masyarakat, hadir, mendengar, dan melayani dengan hati. Melalui inovasi ini, Polres Sragen berharap dapat menciptakan situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas yang kondusif, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Operasi Lilin 2025 pun tak hanya menjadi momentum pengamanan, tetapi juga ruang membangun kepercayaan publik melalui sentuhan kemanusiaan.
Arisnawati selaku Kepala Seksi Perdagangan Sudin PPKUKM Jakarta Barat menambahkan, pengecekan ini merupakan kegiatan rutin baik di pasar maupun langsung ke distributor utama.
“Kami berharap harga dan stok tetap terkendali sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Pemilik gudang juga kami minta untuk mengurus tanda daftar gudang demi keamanan dan ketertiban usaha,” jelasnya.
Sementara itu, Resri Retno dari Seksi Ketahanan Pangan dan Pertanian Jakarta Barat menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan harga beras sesuai standar.
“Tidak boleh ada pengoplosan, dan penyimpanan di gudang harus mengikuti ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, Satgas Pangan Polres Metro Jakarta Barat bersama instansi terkait berkomitmen menjaga stabilitas pasokan, harga, dan kualitas beras demi memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dengan baik.
( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )