Tekanan jual investor asing di pasar saham Indonesia mulai mereda, meski secara mingguan belum berbalik arah. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), asing membukukan jual bersih atau net sell sebesar Rp 167,11 miliar pada perdagangan 2–6 November 2026.
Angka itu membawa posisi asing secara kumulatif sepanjang 2026 masih defisit Rp 98,08 triliun. Namun di hari terakhir pekan, Jumat (6/11), asing sempat kembali melakukan pembelian dengan nilai beli bersih Rp 328,20 miliar.
Aksi beli pada penutupan pekan tersebut belum cukup menutup defisit yang terbentuk pada hari-hari sebelumnya. Alhasil, secara akumulasi sepekan, arus dana asing tetap keluar dari bursa domestik.
Sekretaris Perusahaan BEI Elsierra Putri Yosita menyampaikan rincian tersebut dalam laporan perdagangan pekanan bursa. Laporan itu juga memuat perubahan sejumlah indikator pasar dari pekan ke pekan.
| Indikator pekan 2–6 November 2026 | Nilai |
|---|---|
| Jual bersih asing sepekan | Rp 167,11 miliar |
| Beli bersih asing Jumat (6/11) | Rp 328,20 miliar |
| Jual bersih asing kumulatif 2026 | Rp 98,08 triliun |
| Kapitalisasi pasar | Rp 8.744 triliun (turun 1,34% dari Rp 8.862 triliun) |
| Rata-rata volume transaksi harian | 31,29 miliar saham (turun 3,50% dari 32,43 miliar saham) |
| Rata-rata frekuensi transaksi harian | 1,29 juta transaksi (turun 16,44% dari 1,54 juta transaksi) |
| Rata-rata nilai transaksi harian | Rp 11,04 triliun (turun 23% dari Rp 14,34 triliun) |
Dari sisi kapitalisasi pasar, BEI mencatat penurunan 1,34% menjadi Rp 8.744 triliun dari Rp 8.862 triliun pada pekan sebelumnya. Pelemahan itu sejalan dengan berkurangnya aktivitas transaksi di lantai bursa.
Rata-rata volume transaksi harian turun 3,50% menjadi 31,29 miliar saham dari 32,43 miliar saham. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga menyusut 16,44% menjadi 1,29 juta kali transaksi dari 1,54 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Penurunan paling tajam terjadi pada nilai transaksi. Rata-rata nilai transaksi harian anjlok 23% menjadi Rp 11,04 triliun, dari Rp 14,34 triliun pada pekan sebelumnya.
“Rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami penurunan sebesar 23% menjadi Rp 11,04 triliun dari Rp 14,34 triliun pada pekan sebelumnya.”
— Elsierra Putri Yosita, Sekretaris Perusahaan BEI
BBCA dan ASII Menopang IHSG, BRPT Paling Membebani
Di tengah arus keluar dana asing, sejumlah saham berkapitalisasi besar justru menjadi penopang utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Data index movers BEI menempatkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai kontributor positif terbesar sepanjang pekan lalu.
Saham bank swasta terbesar di Indonesia itu menguat 4,42% dan menyumbang kenaikan 20,48 poin terhadap indeks. Posisi kedua ditempati PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) yang melonjak 190,91% dengan kontribusi 12,40 poin.
- 1. BBCA — menguat 4,42%, kontribusi positif 20,48 poin
- 2. MKNT — melonjak 190,91%, kontribusi positif 12,40 poin
- 3. ASII — menguat 4,17%, kontribusi positif 9,99 poin
PT Astra International Tbk (ASII) melengkapi tiga besar dengan penguatan 4,17% dan kontribusi positif 9,99 poin. Sejumlah saham lain turut menahan pelemahan indeks, di antaranya PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) dengan kontribusi 8,21 poin dan PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) sebesar 6,36 poin.
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) juga masuk daftar penopang dengan sumbangan 5,81 poin terhadap IHSG. Kombinasi penguatan saham-saham tersebut membantu meredam koreksi yang datang dari kelompok saham lain.
Di sisi berlawanan, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi pemberat terbesar indeks. Harga saham perusahaan milik Grup Barito itu terkoreksi 20,56% sepanjang pekan dan menekan IHSG sebesar 15,98 poin.
Tekanan berikutnya berasal dari PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang turun 11,55% dengan kontribusi negatif 5,39 poin. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) juga melemah 4,86% dan memberikan pemberat 4,08 poin.
Sejumlah saham lain melengkapi daftar pemberat indeks, yaitu PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dengan kontribusi negatif 3,48 poin, PT XL Axiata Tbk (EXCL) sebesar 3,45 poin, serta PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar 3 poin.
Dengan komposisi itu, pergerakan IHSG pekan lalu ditentukan oleh tarik-menarik antara penguatan saham perbankan dan otomotif melawan koreksi saham berbasis komoditas serta energi. Arus dana asing yang masih keluar menambah beban tersendiri bagi pasar.
Meski begitu, kembalinya asing ke posisi beli bersih pada Jumat (6/11) menjadi sinyal yang diperhatikan pelaku pasar. Nilai beli bersih Rp 328,20 miliar pada hari itu menjadi satu-satunya catatan positif dalam sepekan terakhir.
Pertanyaan Umum
Berapa nilai jual bersih investor asing pada 2–6 November 2026?
BEI mencatat investor asing membukukan jual bersih Rp 167,11 miliar sepanjang pekan tersebut. Namun pada Jumat (6/11), asing sempat mencatatkan beli bersih Rp 328,20 miliar.
Saham apa yang paling menopang IHSG pekan lalu?
BBCA menjadi kontributor positif terbesar dengan penguatan 4,42% dan sumbangan 20,48 poin, diikuti MKNT dengan kontribusi 12,40 poin dan ASII sebesar 9,99 poin.
Berapa jual bersih asing sepanjang 2026?
Secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing masih membukukan jual bersih sebesar Rp 98,08 triliun.
Berapa kapitalisasi pasar BEI pada pekan tersebut?
Kapitalisasi pasar turun 1,34% menjadi Rp 8.744 triliun dari Rp 8.862 triliun pada pekan sebelumnya.
Sumber: Katadata




















