TNI-POLRI

Memperkuat Ketahanan Pangan di Nusakambangan Melalui Pengolahan Pupuk Organik

NUSAKAMBANGAN_HARIANESIA.COM– Pupuk Organik Nusakambangan berbasis limbah peternakan yang diproduksi oleh warga binaan di Nusakambangan menjadi salah satu inovasi unggulan dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Inovasi ini mengubah limbah peternakan menjadi pupuk organik berkualitas tinggi yang mendukung program pangan dan ekonomi hijau sesuai arah kebijakan nasional Asta Cita. Pupuk tersebut diproduksi dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah sehingga menjadi solusi berkelanjutan bagi sektor pertanian Indonesia. Selasa (14/06)

Proses produksi pupuk organik dilaksanakan di Tempat Pengolahan Pupuk Organik Lapas Kelas I Batu Nusakambangan. Melalui tahapan pengumpulan bahan baku, pencampuran, fermentasi, pengeringan hingga pengemasan, warga binaan dibekali keterampilan yang dapat menjadi bekal produktif setelah kembali ke masyarakat. Selain menghasilkan pupuk berkualitas, kegiatan ini juga mampu mengurangi limbah peternakan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu Nusakambangan, Irfan, mengatakan bahwa pengolahan pupuk organik merupakan wujud pembinaan kemandirian yang berdampak langsung terhadap ketahanan pangan nasional.
“Kami tidak hanya membina warga binaan agar memiliki keterampilan kerja, tetapi juga mendorong mereka menjadi bagian dari solusi pembangunan nasional. Melalui pengolahan pupuk organik ini, limbah yang sebelumnya tidak bernilai diolah menjadi produk yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Inilah bentuk kontribusi Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi hijau,” ujar Irfan.

Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mengoptimalkan potensi lahan dan kegiatan kemandirian di Nusakambangan agar mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung swasembada pangan.

Dalam proses produksinya, warga binaan berperan aktif mulai dari menyiapkan bahan baku hingga melakukan fermentasi menggunakan mikroorganisme yang telah diformulasikan. Seluruh tahapan dilakukan sesuai standar operasional sehingga menghasilkan pupuk organik yang aman dan berkualitas.

Salah seorang warga binaan yang terlibat dalam proses fermentasi mengaku memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan baru selama mengikuti program tersebut.
“Awalnya saya menganggap proses fermentasi itu sulit, tetapi setelah mendapatkan bimbingan dari petugas, saya memahami setiap tahapannya. Saya merasa bangga karena hasil pekerjaan kami dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertanian.” ungkap Rsimar salah seorang warga binaan.

Ke depan, Lapas Batu Nusakambangan akan terus mengembangkan kapasitas produksi, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas jejaring pemasaran agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.

Melalui inovasi tersebut, Lapas Kelas I Batu Nusakambangan menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat. Pemasyarakatan tidak hanya membentuk pribadi warga binaan menjadi lebih baik, tetapi juga berkontribusi aktif dalam mendukung ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, serta pembangunan nasional menuju Indonesia yang mandiri dan sejahtera.

#kemenimipas
#guardandguide
#infoimipas
#Pemasyarakatan
#ditjenpas
#ditjenpasjateng
#lapasbatu
#nusakambangan

Mariyo

Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Exit mobile version