Laju Manchester United di awal musim Premier League 2026/27 kembali terhambat setelah ditahan imbang 1-1 oleh Fulham di Craven Cottage. Hasil tersebut membuat tim asuhan Michael Carrick baru mengoleksi lima poin dari lima pertandingan pembuka, sebuah catatan yang memicu gelombang kritik tajam terhadap konsistensi tim.
Penampilan Setan Merah di London Barat memantik sorotan tajam dari legenda klub yang kini menjadi analis Sky Sports, Gary Neville. Mantan kapten United tersebut menyoroti ketidakmampuan tim dalam mempertahankan intensitas permainan setelah jeda babak pertama.
Neville bahkan menilai performa Manchester United pada awal babak kedua sebagai salah satu penampilan terburuk yang pernah ia saksikan. Menurutnya, fase 15 menit pertama setelah turun minum memperlihatkan kerapuhan konsentrasi serta ketiadaan energi dari para pemain di atas lapangan.
Sorotan atas Disiplin dan Struktur Tanpa Bola
Kritik mendalam Neville berpusat pada sikap para pemain ketika tidak sedang menguasai bola. Dia menilai koordinasi lini tengah dan depan tidak mampu memberikan tekanan aktif yang cukup untuk membatasi ruang gerak Fulham.
“Michael harus berhenti membela mereka. Saya mengerti mengapa dia membela mereka, dia loyal, dia ingin para pemainnya bekerja untuknya, dan jelas masih ada jalan panjang di musim ini.”
— Gary Neville
Neville menegaskan bahwa loyalitas manajer tidak boleh menutup mata terhadap fakta bahwa sejumlah pemain tampak enggan bekerja keras saat kehilangan penguasaan. Minimnya determinasi untuk segera merebut kembali bola dinilai menjadi titik lemah yang terus berulang.
“Saya belum pernah melihat tim United berjalan lesu seperti itu. Tidak ada kewaspadaan, tidak ada semangat. Anda harus selalu siaga,” kata Neville saat memberikan ulasan seusai pertandingan.
Persoalan mendasar lainnya yang disorot adalah ketidakseimbangan susunan pemain yang diturunkan Carrick. Neville menilai skuad United saat ini memiliki terlalu banyak pemain bertipe menyerang yang cenderung tidak efektif ketika diwajibkan bertahan.
Menurut pengamatan Neville, ada lima hingga enam pemain di atas lapangan yang hanya tampil apik saat bola berada di kaki mereka. Kondisi tersebut membuat beban bertahan menjadi terlalu berat bagi lini belakang saat menghadapi transisi cepat lawan.
Neville menyarankan perlunya perombakan mendasar dalam skema pertahanan tim secara menyeluruh. Tanpa adanya pembenahan kedisiplinan posisi, risiko kebobolan dinilai akan terus menghantui United di laga-laga berikutnya.
“Harus ada reset dari sudut pandang struktur pertahanan karena terlalu banyak pemain yang berjalan di lapangan.”
— Gary Neville
Dinamika Laga dan Evaluasi Internal Pemain
Jalannya pertandingan di Craven Cottage sempat membuat pendukung tim tamu cemas saat Fulham membuka keunggulan terlebih dahulu. Tuan rumah berhasil memimpin berkat gol bunuh diri Lisandro Martinez yang salah mengantisipasi arah datangnya bola di kotak penalti.
Tertinggal satu gol membuat Manchester United terpaksa keluar menyerang untuk mengejar ketertinggalan di sisa waktu babak kedua. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil menjelang bubaran pertandingan lewat penyelesaian akhir penyerang asal Brasil, Matheus Cunha.
Meski berhasil menyelamatkan satu poin berharga, Cunha tidak menampik bahwa performa timnya secara keseluruhan masih berada di bawah standar. Pemain asal Brasil itu secara terbuka mengakui bahwa skuad United terlambat menunjukkan energi kompetitif yang dibutuhkan sejak awal laga.
Cunha menilai karakter asli tim baru terlihat setelah mereka berada dalam posisi tertinggal. Baginya, mentalitas bertarung dan determinasi tinggi semestinya sudah diperlihatkan sejak menit pertama peluit ditiupkan wasit.
“Setelah gol tersebut, kami bermain jauh lebih baik dan memiliki banyak karakter. Itu harus terjadi sejak awal,” kata Cunha seusai pertandingan.
Respons Michael Carrick terhadap Kritik Permainan
Di sisi lain, Michael Carrick memberikan pandangan yang kontras terkait performa anak asuhnya di lapangan. Manajer Manchester United tersebut menolak anggapan luas yang menilai timnya bermain pasif saat bertandang ke markas Fulham.
Carrick bersikukuh bahwa anak asuhnya telah menjalankan rencana permainan dengan disiplin, khususnya pada paruh pertama pertandingan. Dia menilai para pemainnya sanggup mengontrol sebagian besar jalannya laga dan memainkan sepak bola yang cukup baik sebelum jeda.
“Saya rasa kami tidak pasif. Apakah kalian pikir kami pasif? Sepak bola adalah permainan yang sulit.”
— Michael Carrick
Carrick menambahkan bahwa dalam kompetisi seketat Premier League, dominasi mutlak selama pertandingan penuh adalah hal yang hampir mustahil diwujudkan oleh tim mana pun. Dinamika di mana lawan sempat mengambil alih momentum dinilai sebagai bagian wajar dari sebuah laga.
Oleh sebab itu, Carrick memilih untuk tetap memberikan pembelaan terhadap daya juang para pemainnya di lapangan. Baginya, raihan satu poin di Craven Cottage tetap menjadi hasil kompetitif yang harus diapresiasi di tengah ketatnya persaingan liga.
Tren Penurunan Performa Manchester United
Kendati Carrick mencoba melihat sisi positif, hasil imbang di Craven Cottage memperpanjang catatan minor Manchester United di awal musim Premier League 2026/27. Raihan lima poin dari lima pertandingan menempatkan Setan Merah dalam posisi yang sulit di klasemen sementara.
Tekanan terhadap ruang ganti United kian membesar menyusul rentetan hasil mengecewakan dalam beberapa pekan terakhir. Sebelum lawatan ke markas Fulham, United harus menelan kekalahan dalam laga derbi bergengsi kontra Manchester City di pentas liga domestik.
Langkah Setan Merah di ajang piala domestik juga terhenti lebih dini setelah tersingkir dari putaran Carabao Cup akibat takluk dari Brighton. Situasi ini menuntut evaluasi menyeluruh dari jajaran staf kepelatihan agar tren negatif tidak terus berlanjut di laga-laga berikutnya.
Pertanyaan Umum
Berapa poin yang telah dikumpulkan Manchester United dari lima pertandingan awal Premier League musim ini?
Manchester United baru mengoleksi total lima poin dari lima pertandingan awal Premier League musim 2026/27.
Apa kritik utama yang disampaikan Gary Neville terhadap Manchester United?
Gary Neville menyoroti ketiadaan etos kerja dan kewaspadaan pemain saat tidak menguasai bola, performa buruk pada awal babak kedua, serta struktur pertahanan yang rapuh akibat terlalu banyak menurunkan pemain bertipe menyerang.
Bagaimana hasil akhir pertandingan antara Fulham dan Manchester United?
Pertandingan di Craven Cottage berakhir dengan skor imbang 1-1 setelah gol bunuh diri Lisandro Martinez dibalas oleh gol penyama kedudukan dari Matheus Cunha menjelang laga berakhir.
Sumber: JPNN.com




















