Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) memilih Timnas Brunei Darussalam sebagai pengganti Timnas Bahrain di Piala Raja 2026. Keputusan itu diambil setelah Bahrain menarik diri dan memilih tampil di turnamen persahabatan di China.
Sebelumnya, FAT telah mengumumkan tiga tim undangan yang bakal menjadi pesaing Thailand: Oman, Tajikistan, dan Bahrain. Keempatnya diproyeksikan memberi tantangan berarti bagi Gajah Perang.
Namun, penarikan diri Bahrain memaksa FAT bergerak cepat. Federasi mengirim undangan ke sejumlah negara agar turnamen tetap berjalan sesuai rencana, hingga akhirnya kursi keempat jatuh ke tangan Brunei.
| Turnamen | Piala Raja 2026 |
|---|---|
| Pengganti | Brunei Darussalam, menggantikan Bahrain |
| Tanggal | 9–17 November 2026 |
| Konferensi pers | 19 Oktober 2026 |
| Peringkat Brunei | 196 dunia |
Brunei bukan nama yang biasa menghuni undangan turnamen sekelas Piala Raja. Tim ini tercatat sebagai salah satu peserta terlemah dalam sejarah turnamen tersebut.
Sebagai pembanding, Oman, Bahrain, dan Tajikistan masing-masing menempati peringkat 81, 97, dan 100 dunia. Sementara Brunei kini berada di posisi 196.
Brunei bahkan tak cukup kuat untuk berlaga di ASEAN Championship 2026 setelah kalah dari Timor Leste di babak play-off.
Keputusan FAT mengundang Brunei pun memantik reaksi keras di kalangan penggemar sepak bola Thailand. Banyak yang menilai Brunei terlalu lemah untuk tampil dan partisipasinya berpotensi menurunkan kualitas turnamen.
Alasan FAT Memilih Brunei
Presiden FAT Nualphan Lamsam akhirnya buka suara. Wanita yang akrab disapa Madam Pang itu menjelaskan bahwa federasi telah mengirim undangan ke banyak negara sebelum menjatuhkan pilihan.
“Setelah Timnas Bahrain menarik diri, kami mengirimkan undangan kepada banyak tim nasional dari seluruh dunia. Syaratnya adalah tim-tim ini tidak memiliki jadwal internasional yang bentrok ketika Piala Raja berlangsung pada pertengahan November.”
— Nualphan Lamsam, Presiden FAT
Menurut Madam Pang, Brunei memenuhi kriteria tersebut dan menerima undangan. Ia juga menegaskan bahwa Piala Raja 2026 akan berlangsung dari 9 hingga 17 November.
“Kami akan mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan turnamen tersebut pada 19 Oktober,” kata Madam Pang, dikutip SuperBall.id dari Dan Tri.
Piala Raja 2026 menjadi ajang pemanasan Thailand sebelum tampil di Piala Asia 2027 di Arab Saudi, di mana mereka satu grup dengan Indonesia, Jepang, dan Qatar.
Tujuh Kandidat yang Dipertimbangkan
Menurut Thairath, FAT sebelumnya mengidentifikasi tujuh negara sebagai calon pengganti Bahrain. Brunei menjadi kandidat dengan peringkat paling rendah di antara ketujuhnya.
Enam tim lainnya adalah Venezuela (peringkat 49 dunia), Lebanon (112), Suriname (128), Filipina (136), Myanmar (159), dan Djibouti (195).
Namun, keenam tim itu menolak berpartisipasi dengan alasan yang berbeda-beda. Brunei, yang berada satu peringkat di bawah Djibouti, menjadi satu-satunya yang menerima undangan.
- Brunei berada di peringkat 196 dunia, terendah di antara tujuh kandidat pengganti Bahrain.
- Lima kandidat lain seperti Venezuela dan Lebanon menolak undangan FAT.
- Brunei gagal lolos ke ASEAN Championship 2026 usai kalah dari Timor Leste.
Di sisi lain, Thailand menjadi calon lawan Timnas Indonesia setelah keduanya tergabung di Grup F Piala Asia 2027 bersama Jepang dan Qatar. Piala Raja 2026 sendiri menjadi kesempatan bagi Thailand mengasah skuad sebelum bertolak ke Arab Saudi.
Pertanyaan Umum
Mengapa Bahrain batal tampil di Piala Raja 2026?
Bahrain mengumumkan pengunduran diri setelah memilih mengikuti turnamen persahabatan di China.
Siapa saja peserta Piala Raja 2026?
Thailand menjadi tuan rumah, dengan Oman, Tajikistan, dan Brunei Darussalam sebagai tim undangan. Brunei menggantikan posisi Bahrain.
Kapan Piala Raja 2026 digelar?
Turnamen berlangsung 9 hingga 17 November 2026. FAT akan menggelar konferensi pers pada 19 Oktober untuk mengumumkan turnamen tersebut.
Sumber: Superball
