BOGOR_HARIANESIA.COM, 16 OKTOBER 2026 | 20.38 WIB Video yang memperlihatkan seorang pria dicambuk menggunakan benda menyerupai sabuk di area Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Jawa Barat, menjadi sorotan publik. Pihak KPPG Bogor menyatakan akan meminta klarifikasi kepada dua orang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Kepala KPPG Bogor, Haidir, mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab perselisihan yang berujung pada dugaan kekerasan tersebut. Ia menyebut belum dapat memastikan apakah persoalan itu berkaitan dengan masalah pribadi atau hubungan pekerjaan.
“Kami belum mendapatkan kejelasan apakah perselisihan itu pribadi, yang memang terjadi sebelum datang ke kantor, atau kesalahpahaman setelah mereka ada di kantor. Ini perlu didalami lagi,” kata Haidir, Jumat, 16 Oktober 2026.
Menurut Haidir, peristiwa itu terjadi pada Rabu, 14 Oktober 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Saat kejadian, ia bersama Kepala Subbagian Tata Usaha dan Koordinator Wilayah Kota Bogor berada di dalam kantor untuk mengurus pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Haidir mengatakan dirinya sempat melerai kedua pihak dan memanggil mereka ke dalam ruangan. Pihaknya juga memberikan teguran keras serta menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan, termasuk di lingkungan kantor.
Ia menyebut kedua pihak telah berdamai setelah kejadian tersebut dan kembali ke Purwakarta.
Berdasarkan keterangan Haidir, pria yang diduga melakukan pencambukan merupakan Koordinator Wilayah Purwakarta, sedangkan korban disebut sebagai salah satu kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut.
Meski demikian, penyebab perselisihan dan kronologi lengkap kejadian masih perlu dipastikan melalui klarifikasi lebih lanjut.
Polisi Telusuri Kebenaran Video
Sebelumnya, video yang memperlihatkan seorang pria dicambuk berulang kali beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban tampak kesakitan saat mengalami tindakan yang diduga menggunakan benda menyerupai sabuk.
Kapolsek Bogor Utara, Komisaris Enjo Sutarjo, mengatakan polisi akan memastikan kebenaran informasi tersebut dengan mendatangi lokasi kejadian.
“Kita akan memastikan kejadian itu benar ada atau tidak. Kemudian kami juga akan mendatangi KPPG untuk menanyakan kebenarannya,” kata Enjo, Kamis malam, 15 Oktober 2026.
Enjo mengatakan hingga saat itu polisi belum menerima laporan terkait peristiwa tersebut. Meski demikian, petugas berencana melakukan pengecekan untuk memastikan kejadian yang terekam dalam video.
Perdamaian Belum Menjawab Seluruh Persoalan
Pernyataan KPPG Bogor bahwa kedua pihak telah berdamai menjadi salah satu perkembangan dalam kasus tersebut. Namun, perdamaian itu belum menjelaskan secara menyeluruh penyebab perselisihan, kronologi kejadian, maupun konteks dugaan kekerasan di lingkungan kantor.
Klarifikasi yang terbuka dan pemeriksaan yang objektif diperlukan agar persoalan ini tidak hanya berhenti pada penjelasan internal. Apalagi, peristiwa tersebut terjadi di lingkungan kantor yang berkaitan dengan pelaksanaan program pemerintah.
Publik berhak memperoleh kejelasan mengenai duduk perkara tanpa mendahului hasil pemeriksaan atau menyimpulkan kesalahan pihak tertentu.
Hingga berita ini disusun, hasil penyelidikan kepolisian dan pendalaman lebih lanjut oleh pihak KPPG Bogor masih perlu ditunggu.
Fakih
