Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Bisnis

Komisaris Bank Mandiri Yuliot Borong 29.100 Saham BMRI Rp114,65 Juta

×

Komisaris Bank Mandiri Yuliot Borong 29.100 Saham BMRI Rp114,65 Juta

Sebarkan artikel ini
Komisaris Bank Mandiri Yuliot Borong 29.100 Saham BMRI Rp114 — Ilustrasi saham Bank Mandiri BMRI di layar digital dengan grafik pergerakan harga
Komisaris Bank Mandiri Yuliot menambah 29.100 saham BMRI senilai sekitar Rp114,65 juta.
Banner Iklan Harianesia 468x60

Harianesia – JAKARTA. Anggota Dewan Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Yuliot, menambah kepemilikan sahamnya di bank pelat merah tersebut sebanyak 29.100 saham pada 13 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan di BEI pada 16 Oktober 2026, Yuliot membeli saham BMRI dengan harga Rp 3.940 per saham. Nilai transaksi pembelian tersebut mencapai sekitar Rp 114,65 juta.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Setelah transaksi tersebut, jumlah saham BMRI yang dimiliki Yuliot meningkat dari sebelumnya 192.400 saham menjadi 221.500 saham.

NamaYuliot
JabatanAnggota Dewan Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Tanggal transaksi13 Oktober 2026
Tanggal laporan di BEI16 Oktober 2026
Jumlah saham dibeli29.100 saham
Harga per sahamRp 3.940
Nilai transaksiSekitar Rp 114,65 juta
Kepemilikan sebelum192.400 saham
Kepemilikan sesudah221.500 saham

Dalam laporan yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui sistem pelaporan kepemilikan saham, transaksi tersebut dikategorikan sebagai pembelian tidak langsung dengan tujuan investasi.

Meski kepemilikan sahamnya bertambah, hak suara Yuliot tercatat tetap sebesar 0,0002% sebelum dan sesudah transaksi. Angka itu menunjukkan porsi kepemilikannya di BMRI tidak berubah secara material kendati jumlah lembar saham yang dipegang bertambah.

Baca Juga :  BEI Berencana IPO dalam 2 Tahun ke Depan, Kata Bos Danantara

Dalam laporan yang sama, Yuliot juga menyatakan bukan merupakan pemegang saham pengendali Bank Mandiri.

Arti Penambahan Kepemilikan Saham oleh Komisaris

Penambahan kepemilikan saham oleh anggota dewan komisaris lazim dibaca pasar sebagai sinyal keyakinan terhadap prospek emiten. Namun besaran transaksi ini tergolong kecil bila dibandingkan kapitalisasi pasar Bank Mandiri secara keseluruhan.

Klasifikasi “pembelian tidak langsung” dalam laporan ke OJK merujuk pada mekanisme perolehan saham yang tidak dilakukan secara langsung di pasar oleh pemegang saham bersangkutan. Laporan itu juga mencantumkan tujuan investasi sebagai alasan transaksi.

Pembelian tidak langsung — perolehan saham yang dikategorikan demikian dalam pelaporan kepemilikan saham kepada OJK, dengan tujuan investasi.

Perdagangan saham oleh insiders emiten memang diwajibkan dilaporkan. Kewajiban ini berlaku agar publik dan regulator dapat memantau pergerakan kepemilikan pihak-pihak yang memiliki akses terhadap informasi internal perusahaan.

Baca Juga :  Ancaman Status Pasar Modal RI Turun Kelas dari MSCI

Hak suara yang tetap di angka 0,0002% menegaskan bahwa transaksi ini tidak mengubah posisi kendali Yuliot di Bank Mandiri. Pernyataannya bahwa ia bukan pemegang saham pengendali melengkapi gambaran tersebut.

Rincian Transaksi dan Pelaporannya

Laporan kepada BEI disampaikan tiga hari setelah transaksi, yakni pada 16 Oktober 2026. Selisih waktu itu masih dalam batas kewajaran pelaporan yang diatur bagi insiders emiten.

Dengan harga Rp 3.940 per lembar, nilai total 29.100 saham yang dibeli berada di kisaran Rp 114,65 juta. Angka itu dihitung dari perkalian jumlah lembar dengan harga per saham yang tercantum dalam laporan.

  • Yuliot membeli 29.100 saham BMRI pada 13 Oktober 2026 dengan harga Rp 3.940 per saham.
  • Kepemilikannya naik dari 192.400 saham menjadi 221.500 saham.
  • Hak suaranya tetap 0,0002% dan ia menyatakan bukan pemegang saham pengendali.

Sejumlah laporan lain turut menjadi perhatian pasar pada periode yang sama, termasuk pergerakan harga saham bank besar lain seperti BBCA yang terseret sentimen MSCI. Selain itu, OJK juga menerbitkan aturan baru terkait rencana bisnis bank pada periode tersebut.

Baca Juga :  Tren Kripto 2027: Stablecoin dan Transaksi Rp 23,16 T

Bagi investor ritel, laporan kepemilikan saham insiders sering dijadikan salah satu indikator tambahan, meski bobotnya bergantung pada besaran transaksi dan konteks pasar secara umum. Dalam kasus ini, skala transaksi relatif kecil dan tidak mengubah struktur kendali.

Pertanyaan Umum

Berapa saham BMRI yang dibeli Yuliot?

Yuliot membeli 29.100 saham Bank Mandiri pada 13 Oktober 2026 dengan harga Rp 3.940 per saham, sehingga nilai transaksinya sekitar Rp 114,65 juta.

Berapa total kepemilikan sahamnya setelah transaksi?

Jumlah saham BMRI yang dimiliki Yuliot meningkat dari 192.400 saham menjadi 221.500 saham.

Apakah transaksi ini mengubah hak suaranya?

Tidak. Hak suara Yuliot tercatat tetap sebesar 0,0002% sebelum dan sesudah transaksi, dan ia menyatakan bukan merupakan pemegang saham pengendali Bank Mandiri.

Sumber: Kontan

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600