Sragen, Jawa Tengah – Momentum Hari Pahlawan dimaknai secara nyata oleh Polres Sragen bersama organisasi kemasyarakatan dengan menghadirkan Rumah Syukur Layak Huni bagi warga kurang mampu di Desa Wonorejo, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.
Aksi kemanusiaan ini menjadi simbol kuat kolaborasi Polri dan elemen masyarakat dalam menumbuhkan kepedulian sosial, persatuan, serta cinta tanah air yang diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
Peresmian Rumah Syukur yang berlokasi di kediaman Bapak Tugino, warga Wonorejo RT 09, berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua DPP PCTA Jawa Tengah Ahmad Ashari, jajaran pengurus Badan Jaringan Persaudaraan Antarumat (BJPA), Toriqoh Sidiqiyah, panitia pembangunan, unsur Forkopimcam Kalijambe, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang menyambut antusias.
Program Rumah Syukur ini digagas oleh sebuah organisasi sosial yang diprakarsai oleh Kyai Moch. Muhtar Mu’thi, yang secara konsisten bergerak di bidang sosial dan ekonomi kerakyatan. Salah satu fokus utamanya adalah membantu pembangunan rumah layak huni bagi warga kurang mampu, termasuk rumah Bapak Tugino di Desa Wonorejo ini.
Pembangunan rumah tersebut dirancang dengan tipe 48 dan memiliki Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp100.000.000, yang bersumber dari kolaborasi dan gotong royong berbagai elemen masyarakat, relawan, serta organisasi kemasyarakatan dengan semangat keikhlasan dan pengabdian.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan Rumah Syukur ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan manifestasi nilai luhur bangsa Indonesia, yakni gotong royong, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.
“Pembangunan Rumah Syukur ini adalah wujud nyata semangat kebersamaan dan cinta tanah air. Di Hari Pahlawan ini, kita diajak meneladani para pejuang dengan berbuat kebaikan dan menghadirkan harapan bagi sesama,” ungkap AKBP Dewiana.
Menurut Kapolres, nilai hubbul wathon minal iman, cinta tanah air sebagai bagian dari iman, tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui program Rumah Syukur yang lahir dari kolaborasi lintas elemen tanpa memandang latar belakang.
AKBP Dewiana juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, khususnya pengurus dan relawan organisasi sosial serta elemen masyarakat yang telah menghibahkan tenaga, pikiran, waktu, bahkan materi dengan penuh keikhlasan.
“Apa yang kita saksikan hari ini membuktikan bahwa keterbatasan dapat dikalahkan oleh keikhlasan. Ketika hati disatukan oleh niat baik, maka kebersamaan menjadi kekuatan besar bagi bangsa,” tegasnya.
Rumah Syukur yang diresmikan tersebut diharapkan dapat menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi keluarga penerima manfaat, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menumbuhkan budaya tolong-menolong dan empati sosial.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran Polri yang tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga aktif berkontribusi dalam aksi-aksi kemanusiaan dan pembangunan sosial, sejalan dengan semangat Polri Presisi.
Dengan semangat Hari Pahlawan, kolaborasi Ormas dan Polri di Kalijambe ini menjadi bukti bahwa pengabdian kepada bangsa dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana namun bermakna, demi Indonesia yang lebih berkeadilan dan berkeadaban.
