TNI-POLRI

Kodam IV Diponegoro – BNN Provinsi Jateng Perkuat Barisan Perang Melawan Narkoba

Semarang, 6 Januari 2025— Penguatan kolaborasi lintas lembaga dalam perang melawan narkoba menjadi salah satu prasyarat penting dalam mewujudkan agenda besar pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing.

Dalam konteks tersebut, sinergi antarlembaga negara menjadi kunci untuk menghadapi ancaman narkoba yang kian kompleks dan terorganisir. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mengancam ketahanan nasional serta masa depan generasi muda.

Sebagai wujud komitmen tersebut, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., menerima audiensi Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Toton Rasyid., S.H., M.H. di Ruang Kerja Pangdam IV/Diponegoro, Selasa (6/1/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi strategis antara TNI dan BNN Provinsi Jawa Tengah dalam rangka mempertegas komitmen bersama memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Jawa Tengah.

Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Toton Rasyid, menegaskan bahwa kolaborasi antarlembaga merupakan fondasi utama keberhasilan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden menekankan pentingnya membangun manusia Indonesia yang sehat dan berkarakter. Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan secara sektoral. Sinergi dengan Kodam IV/Diponegoro menjadi kekuatan strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat dan melindungi generasi muda Jawa Tengah dari ancaman narkoba,” ujar Toton Rasyid.

Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin menegaskan kesiapan jajarannya untuk terlibat aktif dan berkelanjutan dalam mendukung upaya BNN.

“Kodam IV/Diponegoro siap bersinergi dan memberikan dukungan penuh terhadap program BNN Provinsi Jawa Tengah. Ancaman narkoba adalah ancaman nyata bagi ketahanan bangsa. Oleh karena itu, TNI memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk hadir bersama seluruh elemen bangsa dalam menjaga generasi muda dan stabilitas wilayah dari bahaya narkoba,” tegas Pangdam.

Beliau juga menambahkan, kekuatan teritorial TNI yang menjangkau hingga tingkat desa merupakan modal strategis dalam memperkuat upaya pencegahan narkoba berbasis masyarakat.

Audiensi ini diharapkan menjadi momentum penguatan kolaborasi berkelanjutan antara TNI dan BNN, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam membangun Indonesia yang tangguh, berdaulat, dan bebas dari narkoba.

(Humas BNNP Jateng)

Mariyo

Exit mobile version