TIMIKA, –Dewan Pengurus Cabang (DPC) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) St. Stefanus Sempan menggelar ibadah perdana tahun 2026 di Goa Maria Desa Wisata Paieve, Mile 21, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu (7/2/2026).
Ketua DPC WKRI St. Stefanus Sempan, Fermina Welerubun, menjelaskan bahwa kegiatan ibadah tersebut merupakan bagian dari program kerja organisasi yang telah disepakati bersama sejak awal tahun dan dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kami sebagai organisasi independen yang bermitra dengan paroki setempat memang sudah memiliki program-program tetap. Ibadah awal tahun ini merupakan bagian dari program kerja 2026 yang telah kami sepakati bersama,” ujar Fermina Welerubun usai kegiatan.
Ia menjelaskan, ibadah awal tahun WKRI tidak hanya mencakup ibadah mingguan, tetapi juga ibadah kunjungan ke lokasi-lokasi rohani, salah satunya Goa Maria Paieve Mile 21, yang sebelumnya juga telah dilaksanakan pada tahun 2025.
“Setiap program kerja yang kami jalankan selalu disertai dengan kunjungan-kunjungan khusus. Hari ini tujuan utama kami adalah Goa Maria Pelindung Awal sebagai bagian dari tugas pokok Wanita Katolik Cabang Santo Stefanus,” katanya.
Selain ibadah, kegiatan tersebut juga diisi dengan refleksi bersama dan diskusi internal organisasi, termasuk persiapan pelaksanaan Konferensi Cabang serta penataan langkah awal program kerja tahun 2026.
Menurut Fermina, salah satu fokus utama kepengurusan ke depan adalah penguatan tata kelola organisasi, khususnya dalam hal pengelolaan keuangan yang terpusat dan transparan melalui struktur organisasi.
“Kami ingin semua kegiatan dan dana organisasi dikelola secara kelembagaan, tidak perorangan. Karena itu, penguatan struktur organisasi menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fermina juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, khususnya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), atas dukungan yang telah diberikan kepada organisasi Wanita Katolik.
“Kami bersyukur atas bantuan dari pemerintah daerah melalui Bappeda.
Dukungan ini sangat berarti bagi keberlangsungan kegiatan kami, karena selama ini kami jarang mendapat bantuan,” ujarnya.
Ia berharap ke depan pemerintah terus memberikan perhatian kepada organisasi kemasyarakatan, termasuk Wanita Katolik RI, agar tidak hanya bergantung pada penggalangan dana internal, tetapi mendapat dukungan yang berkelanjutan dan terarah.
Sementara itu, Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas pelaksanaan ibadah dan peran aktif Wanita Katolik RI dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
“Desa Wisata Paieve Mile 21, khususnya kawasan Goa Maria, ke depan akan terus berinovasi dan berkreasi untuk berkembang menjadi desa mandiri, menuju desa swasembada, serta terbuka untuk umum sebagai salah satu destinasi wisata Kabupaten Mimika,” ujar Norman Ditubun.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah kampung, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas keagamaan menjadi kunci dalam mendorong pembangunan desa berbasis budaya, spiritualitas, dan pariwisata lokal.(Tim/Dwi)
