Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Kepala Seksi Kerusakan Lingkungan, DLH Luncurkan Sistem “Papa Berseri”, Dorong Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat

×

Kepala Seksi Kerusakan Lingkungan, DLH Luncurkan Sistem “Papa Berseri”, Dorong Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Timika, Senin, 2 Maret 2026 – Algertho R. Asmuruf, ST., MT., selaku Kepala Seksi Kerusakan Lingkungan, menyampaikan perkembangan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diberi nama sistem “Papa Berseri”. Program ini menjadi strategi Pemerintah Daerah dalam menangani persoalan sampah secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Program Papa Berseri merupakan sistem pengolahan sampah berbasis lingkungan masyarakat yang mengedepankan pemilahan sejak dari sumbernya. “Papa Berseri” adalah singkatan dari Pilah, Angkut, Pengolahan, Proses Akhir menuju Mimika rumah kita bersih, sehat, rindang, dan indah.
Program ini mengintegrasikan pemilahan sampah rumah tangga, pengangkutan terpilah, pengolahan di rumah kompos dan pusat daur ulang, hingga proses akhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk residu sekitar 10 persen.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Program ini dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Mimika, melibatkan masyarakat di tingkat kelurahan dan kampung, petugas kios sampah, serta Bank Sampah Induk sebagai mitra penampung hasil pengumpulan sampah bernilai ekonomis.

Baca Juga :  Munandar Lurah Peninggilan Kec.Ciledug : Momen HUT RI Ke 79, Semoga Menambah Wawasan Kebangsaan Pada Generasi Muda

Tanggung jawab pengelolaan program diberikan kepada Algertho R. Asmuruf sejak tahun 2025. Implementasi kios sampah dimulai pada 2025 dan berlanjut pada 2026, dengan target pengembangan sistem tahap pertama hingga tahun 2030.

Program ini dilaksanakan di wilayah Kabupaten Mimika dengan target pembentukan kios sampah di 22 kelurahan/kampung. Hingga awal 2026, sembilan kios sampah telah siap beroperasi, sementara sisanya masih terkendala penyediaan lahan.

Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA serta mendorong perubahan perilaku masyarakat dari “membuang” menjadi “memilah dan mengolah”.
Menurut Reno panggilan akrabnya, pendekatan ini bertujuan menjadikan sampah sebagai sumber nilai ekonomi, bukan sekadar limbah. Selain aspek lingkungan, program ini juga mengandung nilai pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa langkah strategis:
1. Pemilahan dari Sumber
Masyarakat diedukasi untuk memilah sampah organik dan anorganik di rumah.
2. Kios Sampah Berbasis Aplikasi Android yg bisa di download di play store tersebut dibentuk kios sampah di tingkat kelurahan/kampung. Masyarakat dapat menimbang sampah bernilai ekonomis seperti botol plastik, karton, kertas, dan botol oli bekas.
Sistem ini terintegrasi dengan aplikasi “Kios Sampah” berbasis Android yang dapat diunduh melalui Play Store.
3. Sistem Poin dan Insentif
Sampah yang ditimbang akan dikonversi menjadi poin dalam aplikasi. Poin tersebut dapat ditukar dengan sembako seperti beras dan gula dan lain-lain.
4. Skema Ekonomi Lokal
Sampah plastik yang dikumpulkan di kios sampah akan dijual ke Bank Sampah Induk dengan harga sekitar Rp3.000 per kilogram. Kios sampah membeli dari masyarakat seharga Rp2.000 per kilogram, dengan selisih Rp1.000 sebagai biaya operasional petugas.
5. Pengolahan Terpadu
o Sampah organik → diolah menjadi kompos.
o Sampah anorganik → didaur ulang menjadi paving block, batako, atau bahan bakar alternatif.
o Residu ±10% → diproses di TPA.
________________________________________
Target Jangka Panjang
Pemerintah telah menyusun masterplan Pengelolaan Sampah 10 tahun.
• 2025–2030: Penguatan sistem hulu ke hilir dan pengurangan residu ke TPA.
• 2031: Masuk ke fase ekonomi sirkular sistem, di mana sampah menjadi bagian dari sistem industri yang berputar dan tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir.

Baca Juga :  Jelang Penilaian Akhir SNI, Yayasan Ultra Addiction Center Tunjukkan Komitmen Layanan Bermutu

Dalam keterangannya, Reno mengajak masyarakat untuk memulai langkah kecil dengan memilah sampah dari rumah. Ia menekankan bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan.
“Mari kita wujudkan Mimika sebagai rumah yang bersih, sehat, rindang, dan indah. Sampah jangan dibuang, tetapi dipilah dan diolah agar memberi nilai bagi kita sendiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Hasan Kamil Assegaf : Apresiasi Pembukaan Store Jersey Timnas Indonesia di Trans Studio Mall (TSM) Makassar

Dwi

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600