SRAGEN_HARIANESIA.COM– Kebakaran melanda sebuah kandang sapi milik warga di Dukuh Wates RT 13, Desa Ngarum, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Polisi bersama warga bergerak cepat melakukan upaya pemadaman dan penyelamatan ternak di tengah kobaran api yang terus membesar.
Kebakaran diketahui ketika saksi Ristono (45) hendak pulang dari rumah Slamet Riyatno (38), yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban Sutar (65). Saat itu, Ristono melihat kepulan asap tebal berasal dari kandang sapi yang berada di belakang rumah Sutar.
Ristono bersama Slamet kemudian mendatangi lokasi. Keduanya mendapati jerami di dalam kandang telah terbakar. Situasi semakin genting lantaran terdapat dua ekor sapi yang masih dalam kondisi terikat di dalam kandang.
Keduanya sempat berupaya melepaskan tali pengikat sapi untuk menyelamatkan ternak. Namun, kobaran api yang semakin membesar membuat upaya tersebut sulit dilakukan.
Mereka kemudian meminta bantuan warga sekitar dan bersama-sama melakukan pemadaman menggunakan air dari jaringan PAM melalui selang.
Mendapat laporan kejadian tersebut, Polsek Ngrampal langsung bergerak ke lokasi untuk membantu penanganan kebakaran, mengamankan area serta bersama masyarakat melakukan upaya pemadaman dan penyelamatan.
Petugas juga berkoordinasi dengan Damkar Kabupaten Sragen. Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi dan bersinergi dengan personel Polsek Ngrampal, Koramil Ngrampal serta warga hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB.
Dari dua ekor sapi yang berada di dalam kandang, satu ekor mengalami luka bakar parah namun masih hidup. Atas persetujuan pemilik, sapi tersebut kemudian disembelih oleh warga bernama Naryo untuk mencegah kondisi yang lebih buruk.
Kandang yang terbakar diketahui berbahan kayu tahun dan seng. Kerugian materiil akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Dari hasil pengecekan awal, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas diang atau pembakaran/pengasapan yang dilakukan di sekitar kandang. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan pendataan dan pengecekan di lokasi untuk memastikan penyebab kebakaran.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui jajaran Polsek Ngrampal menegaskan bahwa kecepatan penanganan menjadi bagian penting dalam setiap kejadian kebakaran, khususnya untuk mencegah api meluas dan menyelamatkan warga maupun hewan ternak.
Sinergi antara polisi, TNI, petugas pemadam kebakaran dan masyarakat dalam kejadian tersebut berhasil mencegah kebakaran meluas ke lingkungan sekitar.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang menggunakan api, terutama di sekitar kandang, tumpukan jerami, lahan kering maupun bangunan berbahan mudah terbakar. Kelalaian sekecil apa pun dapat memicu kebakaran dan menimbulkan kerugian besar.
Mariyo
