Edukasi

Kader PDI Perjuangan I Ketut Kariyasa Adnyana: Moderasi Beragama Adalah Perwujudan Gotong Royong dan Ajaran Bung Karno di Undiksha Buleleng

Bali_HARIANESIA.COM- Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, _I Ketut Kariyasa Adnyana, S.P._, yang juga bertugas di _Komisi VIII DPR RI_, menegaskan komitmen PDI Perjuangan dalam merawat kebhinekaan melalui kegiatan Sosialisasi Kebangsaan bertajuk “Moderasi Beragama & Ketahanan Sosial” di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Buleleng, Bali, Minggu, 27 September 2026.

Kegiatan dengan subtema “Menumbuhkan Sikap Moderat & Harmoni Sosial di Tengah Keberagaman” ini diikuti puluhan mahasiswa Undiksha. Sosialisasi ini merupakan bagian dari tugas konstitusional Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan Agama, Sosial, dan Penanggulangan Bencana.

_Tugas Komisi VIII: Jaga Kerukunan, Lindungi Rakyat_

Dalam kapasitasnya sebagai Anggota Komisi VIII, Kariyasa Adnyana menekankan bahwa moderasi beragama adalah instrumen negara untuk menjaga ketahanan sosial. Komisi VIII memiliki tanggung jawab langsung memastikan tidak ada warga negara yang terdiskriminasi atas dasar agama dan memastikan program keagamaan negara hadir secara adil.

“Ini adalah kerja ideologis. Sesuai arahan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri, kader PDI Perjuangan harus berdiri di depan untuk menjaga Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Moderasi beragama bukan sekadar teori, ini adalah praktik gotong royong dalam beragama,” tegas Kariyasa Adnyana, Kader PDI Perjuangan asal Bali.

Ia menjelaskan, moderasi beragama selaras dengan ajaran Trisakti Bung Karno, khususnya berkepribadian dalam kebudayaan. Indonesia tidak bisa berdaulat secara politik dan berdikari secara ekonomi jika secara kebudayaan terpecah belah oleh ekstremisme.

“Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama. Esensinya adalah saling melindungi martabat kemanusiaan. Ini sejalan dengan nilai PDI Perjuangan yang selalu mengedepankan kemanusiaan dan kerakyatan,” ujarnya.

_Implementasi Nilai Menyama Braya dan Gotong Royong_

Di hadapan mahasiswa Undiksha yang berjas almamater biru, Kariyasa mengaitkan moderasi beragama dengan kearifan lokal Bali, yakni Menyama Braya. Menurutnya, semangat persaudaraan di Buleleng adalah contoh nyata dari gotong royong yang menjadi ruh PDI Perjuangan.

“Di Buleleng, kita punya Menyama Braya. Di PDI Perjuangan, kita punya Gotong Royong. Dua hal ini sama. Mahasiswa Undiksha yang berasal dari berbagai suku dan agama, dari Bali, Jawa, Lombok, NTT, adalah miniatur Indonesia. Kalau di kampus bisa rukun, Indonesia pasti kuat,” katanya.

Sebagai mitra kerja Kementerian Agama RI dan Kementerian Sosial RI, Komisi VIII DPR RI, lanjut Kariyasa, terus mendorong anggaran dan program penguatan moderasi beragama hingga ke tingkat desa dan kampus. Ia tidak ingin program moderasi hanya berhenti di spanduk dan seremonial.

“Tugas kami di Komisi VIII adalah memastikan program moderasi beragama masuk ke kurikulum, ke penyuluh agama, ke bantuan sosial yang adil tanpa membedakan agama. Itu fungsi pengawasan kami,” jelasnya.

_Pesan Kepartaian: Lawan Intoleransi di Ruang Digital_

Kariyasa juga memberikan pesan khusus sebagai kader partai banteng. Ia mengingatkan mahasiswa untuk melawan intoleransi dan hoaks di media sosial, yang menjadi tantangan baru.

“Jangan biarkan algoritma media sosial memecah belah kita. Kalau ada konten yang mengadu domba, tabayun dulu. Kader PDI Perjuangan harus menjadi pelopor, menjadi penjaga nalar publik. Verifikasi sebelum viral. Itu sikap moderat di era digital,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan komitmen bersama mahasiswa untuk menjadi agen moderasi beragama di lingkungan masing-masing. Panitia dari unsur mahasiswa mengapresiasi kehadiran anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut yang dinilai memberikan pemahaman kebangsaan yang tidak menggurui, namun membumi.

“PDI Perjuangan akan terus hadir di tengah rakyat, di kampus, di desa adat, untuk memastikan api semangat kebangsaan tidak pernah padam,” tutup Kariyasa Adnyana.(DW)

Exit mobile version