Sragen, Jateng – Akses penghubung antara Desa Jati dan Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang, kini resmi dapat digunakan masyarakat setelah diresmikannya Jembatan Presisi Merah Putih, Jumat (27/2/2026) pagi.
Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolres Sragen, Dewiana Syamsu Indyasari, di Dukuh Sendangrejo RT 22 Desa Jati.Sejak pukul 09.00 WIB, warga dari kedua desa telah memadati lokasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran PJU Polres Sragen, Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji, unsur Muspika Sumberlawang, Kepala Desa Hadiluwih Kuswandi, Kepala Desa Jati Muji Slamet, tokoh masyarakat, serta siswa-siswi MIN 5 Hadiluwih. Sekitar 100 orang mengikuti momen bersejarah yang disambut antusias masyarakat.
Kepala Desa Hadiluwih, Kuswandi, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas terwujudnya jembatan yang selama ini dinantikan warga. Menurutnya, akses tersebut sangat vital, bukan hanya untuk aktivitas perekonomian, tetapi juga menunjang mobilitas para pelajar.
“Jembatan ini sangat penting bagi warga dan anak-anak sekolah. Kami mendoakan semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Sumberlawang, Joko Mursyid, mewakili Camat, menyampaikan bahwa sinergi antara unsur ASN, TNI dan Polri di wilayah Sumberlawang terus terjalin dalam pelayanan kepada masyarakat.
Dalam keterangannya, Kapolres Sragen Dewiana Syamsu Indyasari menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut berawal dari laporan Kapolsek Sumberlawang mengenai kondisi akses penghubung yang memerlukan perhatian.
“Sebelum pembangunan dilaksanakan, kami menerima masukan dari Kapolsek Sumberlawang terkait jembatan penghubung yang perlu perhatian. Setelah dilakukan survei, kami tindak lanjuti hingga akhirnya dapat diresmikan hari ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, Jembatan Presisi Merah Putih diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Desa Jati dan Desa Hadiluwih, sekaligus memperlancar aktivitas harian warga.
Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Kapolres Sragen didampingi jajaran PJU Polres Sragen, unsur Muspika, serta tokoh masyarakat.
Usai pemotongan pita yang menandai peresmian, Kapolres kemudian menjadi orang pertama yang melintasi jembatan tersebut. Dengan senyum hangat, ia menggandeng anak-anak sekolah dasar dan taman kanak-kanak berjalan bersama menyusuri jembatan yang baru saja diresmikan.
Langkah kecil anak-anak yang penuh semangat berpadu dengan suasana haru dan bangga warga yang menyaksikan. Momen tersebut menjadi simbol bahwa jembatan ini bukan sekadar infrastruktur penghubung dua desa, melainkan juga jalan masa depan bagi generasi penerus yang setiap hari akan melintasinya untuk menuntut ilmu.
Dengan diresmikannya Jembatan Presisi Merah Putih, kini denyut aktivitas warga di dua desa bertetangga itu kembali mengalir tanpa hambatan, membawa kemudahan akses serta harapan baru bagi masyarakat.
Mariyo
