Edukasi

Jangan Biarkan Masker Kembali Menjadi Beban di Tengah Ancaman Abu Vulkanik

HARIANESIA.COM_Minggu, 6 September 2026, Kita semua tentu masih ingat bagaimana harga masker pernah melonjak drastis ketika situasi kesehatan sedang tidak stabil. Pada saat masyarakat membutuhkan perlindungan, kebutuhan yang seharusnya mudah dijangkau justru sempat menjadi barang yang terasa mahal bagi sebagian masyarakat.

Pengalaman tersebut semestinya menjadi pelajaran penting. Ketika masyarakat kembali menghadapi ancaman abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan, masker kembali menjadi salah satu kebutuhan penting untuk melindungi saluran pernapasan.

Dalam kondisi seperti ini, jangan sampai masyarakat kembali dihadapkan pada persoalan yang sama: kebutuhan meningkat, tetapi harga justru ikut melonjak tanpa alasan yang wajar.

Menurut saya, pemerintah dan pihak berwenang perlu melakukan langkah antisipasi sejak awal. Pengawasan terhadap distribusi dan harga masker harus menjadi perhatian, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik.

Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa masker tersedia dengan cukup dan dapat diperoleh dengan harga yang wajar. Jangan sampai kondisi darurat justru membuka ruang bagi pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan berlebihan dari kebutuhan masyarakat.

Kita tentu tidak sedang berbicara untuk menghambat perdagangan atau keuntungan pelaku usaha. Keuntungan yang wajar adalah bagian dari kegiatan ekonomi. Namun, ketika masyarakat sedang menghadapi situasi yang menyangkut kesehatan dan keselamatan, kepentingan kemanusiaan semestinya tetap menjadi pertimbangan utama.
Pemerintah juga perlu memastikan rantai pasok berjalan dengan baik.

Distributor, pedagang, dan pelaku usaha diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat menyebabkan kelangkaan atau kenaikan harga yang tidak wajar.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu bijak. Membeli masker sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama.
Sebab, dalam situasi seperti ini, perlindungan kesehatan bukan hanya persoalan individu, tetapi juga kepentingan bersama.
Saya berharap pengalaman masa lalu tidak kembali terulang. Ancaman abu vulkanik seharusnya menjadi momentum bagi semua pihak untuk menunjukkan bahwa ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, negara hadir dan kebutuhan dasar dapat diperoleh dengan mudah, aman, dan harga yang wajar.

Jangan sampai masker yang seharusnya menjadi pelindung kesehatan justru berubah menjadi beban bagi masyarakat.

Syahrudin Akbar
Wakil Ketua SWI JAYA

Exit mobile version