Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup melemah pada perdagangan Kamis sore, tertekan oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed pada akhir tahun 2026.
IHSG berakhir turun 115,44 poin atau 1,88 persen ke level 6.031,28. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga melemah 12,08 poin atau 1,99 persen ke posisi 593,64.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai pelemahan tidak hanya terjadi di Jakarta. Bursa regional Asia bergerak senada setelah risalah rapat The Fed menunjukkan mayoritas pejabat memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga lagi pada 2026.
Risalah FOMC September 2026 menjadi pemicu utama tekanan jual di pasar saham Asia, termasuk IHSG.
“IHSG dan Bursa regional Asia melemah, pasar tampaknya dipengaruhi risalah The Fed menunjukkan mayoritas pejabat memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga lagi pada 2026 untuk menjaga inflasi yang masih berada di atas target 2 persen.”
— Maximilianus Nico Demus, Pilarmas Investindo Sekuritas
Menurut Nico, sebagian besar pembuat kebijakan The Fed menilai kenaikan suku bunga kemungkinan akan tepat dilakukan pada akhir tahun. Namun mereka menekankan keputusan selanjutnya akan bergantung pada data yang masuk, prospek ekonomi, dan keseimbangan risiko.
Hal itu mengindikasikan bahwa sepanjang 2026, era suku bunga tinggi belum sepenuhnya berakhir. Bank sentral disebut masih bersikap hati-hati terhadap risiko konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mendorong harga minyak naik, yield obligasi lebih tinggi, dan risiko inflasi.
“Kondisi tersebut tentunya menambah volatilitas pasar,” ujar Nico.
Harga Minyak dan Ketegangan AS-Iran
Harga minyak naik di tengah kekhawatiran atas potensi eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran, serta risiko berkelanjutan terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz yang menambah tekanan inflasi.
Laporan menyebut pemerintahan Trump telah meminta Pentagon untuk mempersiapkan opsi serangan terhadap Iran yang dapat dilakukan sebelum pemilihan paruh waktu. Risiko terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz juga tetap tinggi, meskipun aliran minyak dari Timur Tengah diperkirakan telah pulih ke tingkat sebelum perang.
“Ini bertentangan dengan harapan umum bahwa Presiden Donald Trump akan menahan diri dari meningkatkan ketegangan dengan Teheran menjelang pemilihan November 2026.”
— Maximilianus Nico Demus
IHSG dibuka melemah dan bertahan di teritori negatif sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, indeks masih betah di zona merah hingga penutupan.
Kinerja Sektoral dan Saham
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya dua sektor yang menguat, yaitu sektor kesehatan sebesar 1,15 persen dan sektor lain sebesar 0,56 persen. Sementara sembilan sektor melemah, dipimpin sektor energi yang turun paling dalam 2,76 persen.
Menyusul di belakangnya, sektor infrastruktur turun 2,70 persen dan sektor industri melemah 2,27 persen. Saham-saham yang menguat terbesar antara lain ARII, PEVE, SAFE, MCAS, dan BLTA.
Adapun saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SEMA, TRIN, WMUU, ENAK, dan MBSS.
| Indeks | Level |
|---|---|
| IHSG | 6.031,28 (-1,88%) |
| LQ45 | 593,64 (-1,99%) |
| Frekuensi transaksi | 1,93 juta kali |
| Nilai transaksi | Rp12,60 triliun |
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,93 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan 57,24 miliar lembar senilai Rp12,60 triliun. Sebanyak 187 saham naik, 518 saham menurun, dan 258 saham tidak bergerak nilainya.
Bursa Regional Asia
Bursa saham regional Asia sore ini kompak melemah. Indeks Nikkei turun 1,13 persen ke 69.244,00 dan indeks Shanghai melemah 0,79 persen ke 3.811,90.
Indeks Kospi melemah 2,62 persen ke 6.625,93, indeks Hang Seng turun 1,43 persen ke 23.785,79, dan indeks Strait Times melemah paling dalam 3,46 persen ke 5.414,17.
Pertanyaan Umum
Berapa penurunan IHSG pada Kamis sore?
IHSG ditutup melemah 115,44 poin atau 1,88 persen ke posisi 6.031,28. Indeks LQ45 turun 12,08 poin atau 1,99 persen ke 593,64.
Apa penyebab utama pelemahan IHSG?
Pelemahan dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed pada akhir 2026, seperti tercermin dalam risalah rapat FOMC September 2026, ditambah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak naik.
Sektor apa yang paling dalam melemah?
Sektor energi turun paling dalam 2,76 persen, diikuti sektor infrastruktur 2,70 persen dan sektor industri 2,27 persen. Hanya sektor kesehatan dan satu sektor lain yang menguat.
Sumber: JawaPos
