Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir tajam hingga terlempar dari level psikologis 6.300 pada perdagangan Kamis, 24 September 2026. Pelemahan signifikan ini dipicu oleh aksi jual agresif pemodal nonresiden yang membukukan penjualan bersih Rp 1,49 triliun di seluruh pasar reguler maupun pasar negosiasi.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia melalui RTI Business, IHSG melemah 1,20% ke level 6.298,60 setelah kehilangan 76,30 poin hingga penutupan sesi perdagangan. Sepanjang sesi transaksi harian, indeks acuan domestik ini terus bergerak di zona merah dengan rentang level terendah pada posisi 6.287 dan level tertinggi hanya menyentuh 6.368.
Aktivitas perdagangan di bursa saham berlangsung padat di tengah maraknya likuidasi portofolio oleh para investor institusi. Total volume perdagangan saham yang tercatat mencapai 29,03 miliar lembar saham dengan perputaran nilai transaksi sebesar Rp 10,82 triliun.
Tingginya tekanan pasar terlihat jelas dari dominasi saham yang mengalami penurunan harga pada papan perdagangan. Sebanyak 462 saham berakhir terkoreksi, berbanding terbalik dengan 188 saham yang masih mampu menguat dan 144 saham lainnya bergerak mendatar tanpa perubahan harga.
Koreksi Merata di Seluruh Sektor Pasar Modal
Gelombang tekanan jual terjadi tanpa celah di seluruh kelompok industri yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Tidak ada satu pun sektor yang berhasil bertahan di zona hijau hingga perdagangan berakhir, menandakan sikap defensif menyeluruh dari para pelaku pasar.
Koreksi paling dalam dialami oleh sektor barang baku yang anjlok hingga 2,17 persen pada penutupan perdagangan. Penurunan ini banyak ditekan oleh pelemahan saham-saham produsen komoditas logam dasar dan petrokimia yang terdampak fluktuasi harga komoditas global.
Sektor perindustrian berada di urutan pelemahan berikutnya setelah terpangkas sebesar 2,09 persen dalam sehari. Penurunan tersebut dibayangi oleh sektor properti dan real estat yang merosot 1,66 persen, serta sektor teknologi yang melemah 1,40 persen.
Sektor keuangan yang memiliki porsi kapitalisasi pasar terbesar turut tergelincir sebesar 1,32 persen. Pelemahan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar memberikan bobot penurunan yang paling signifikan terhadap performa IHSG secara keseluruhan.
Sektor barang konsumer non-primer juga mencatatkan koreksi sebesar 1,28 persen, disusul oleh sektor infrastruktur yang melemah 1,14 persen. Sementara itu, sektor kesehatan terkoreksi 1,10 persen, sektor transportasi dan logistik turun 0,84 persen, sektor energi melemah 0,62 persen, dan sektor barang konsumer primer menyusut 0,36 persen.
Daftar Saham Sasaran Pelepasan Investor Asing
Aksi jual pemodal asing terkonsentrasi sangat masif pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penggerak utama indeks. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat nilai pelepasan asing tertinggi dengan kontribusi lebih dari sepertiga total arus modal keluar harian.
Tekanan serupa melanda emiten perbankan pelat merah lainnya, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), yang mencatatkan arus modal keluar terbesar kedua. Pelepasan pada kedua bank besar tersebut memperlihatkan bagaimana investor asing mengurangi eksposur pada aset perbankan likuid di pasar berkembang.
Selain perbankan, sejumlah emiten telekomunikasi, pertambangan logam, kontraktor tambang, dan industri kimia turut menjadi sasaran divestasi harian. Berikut merupakan sepuluh saham dengan nilai net sell asing terbesar pada perdagangan hari ini:
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan jual bersih asing sebesar Rp 531,94 miliar.
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan jual bersih asing sebesar Rp 133,24 miliar.
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan jual bersih asing sebesar Rp 84,61 miliar.
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan jual bersih asing sebesar Rp 51,65 miliar.
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatatkan jual bersih asing sebesar Rp 39,70 miliar.
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan jual bersih asing sebesar Rp 32,60 miliar.
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan jual bersih asing sebesar Rp 32,03 miliar.
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatatkan jual bersih asing sebesar Rp 24,71 miliar.
- PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan jual bersih asing sebesar Rp 24,02 miliar.
- PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatatkan jual bersih asing sebesar Rp 17,52 miliar.
Penjualan saham berskala besar pada emiten telekomunikasi dan komoditas memperlihatkan pergeseran portofolio ke arah aset yang lebih likuid atau berisiko lebih rendah. Saham-saham berbobot besar ini terpaksa menyerap tekanan jual di tengah absennya minat beli pemodal domestik dalam jumlah setara.
Pengaruh Tekanan Wall Street dan Geopolitik Global
Pelemahan IHSG sejalan dengan tren koreksi yang terlebih dahulu melanda bursa saham Amerika Serikat di Wall Street. Kenaikan harga minyak mentah internasional memicu kekhawatiran baru mengenai inflasi global yang berpotensi bertahan tinggi lebih lama dari perkiraan pasar.
Kondisi inflasi energi yang meninggi memicu spekulasi bahwa bank sentral global tidak akan terburu-buru melonggarkan suku bunga acuan secara agresif. Ekspektasi suku bunga yang bertahan tinggi tersebut mendorong penguatan imbal hasil obligasi global dan memicu arus modal kembali ke negara maju.
Di samping faktor harga energi, pasar keuangan dunia juga dihadapkan pada ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan perdagangan internasional. Pelaku pasar bersikap sangat hati-hati menjelang agenda pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
Arah hubungan bilateral antara dua kekuatan ekonomi terbesar tersebut selalu menjadi faktor krusial bagi prospek rantai pasok dan perdagangan global. Risiko mengenai potensi hambatan tarif maupun friksi dagang baru membuat investor global memilih langkah antisipatif dengan mengurangi porsi aset berisiko di pasar saham berkembang.
Bursa saham kawasan Asia pada umumnya memperlihatkan reaksi serupa terhadap ketidakpastian eksternal yang tengah berkembang. Keengganan pemodal untuk mengambil posisi agresif sebelum adanya kepastian arah diplomasi dagang global membuat pergerakan indeks acuan regional tetap berada dalam bayang-bayang tekanan.
Pertanyaan Umum
Berapa nilai penjualan bersih investor asing pada perdagangan hari ini?
Investor asing mencatatkan nilai penjualan bersih atau net foreign sell mencapai Rp 1,49 triliun di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan Kamis, 24 September 2026.
Saham apa saja yang paling banyak dilepas oleh investor asing?
Saham dengan nilai penjualan bersih asing terbesar dipimpin oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 531,94 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 133,24 miliar.
Sektor apa yang mengalami koreksi paling dalam pada perdagangan ini?
Seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah, dengan sektor barang baku memimpin koreksi terdalam hingga 2,17 persen, disusul oleh sektor perindustrian yang turun 2,09 persen.
Sumber: Kontan


















