Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Ekonomi

IHSG Anjlok 11 Persen, CEO Danantara Rosan Sebut Peluang Investasi

×

IHSG Anjlok 11 Persen, CEO Danantara Rosan Sebut Peluang Investasi

Sebarkan artikel ini
IHSG Anjlok 11 Persen — Papan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia menampilkan penurunan indeks saat konferensi pers Danantara
CEO Danantara Rosan Roeslani menilai koreksi IHSG sebesar 11 persen sebagai peluang investasi di pasar modal Indonesia.
Banner Iklan Harianesia 468x60

Koreksi tajam yang mengguncang Bursa Efek Indonesia sepanjang Jumat, 16 Oktober 2026, justru dipandang sebagai peluang oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan bahwa penurunan valuasi sejumlah emiten menjadi momentum yang tepat bagi pihaknya untuk masuk ke pasar modal Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Rosan dalam konferensi pers di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10), di tengah tekanan hebat yang menimpa Indeks Harga Saham Gabungan.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

“Kita harus tetap melihat ini suatu opportunity, optimis, kami yakini, dan kami dari Danantara siap masuk. Karena melihat kembali lagi, ini adalah momen yang sangat baik untuk kita berinvestasi ke saham-saham yang ada di Indonesia,” kata Rosan.

IHSG Tertekan Sentimen MSCI

Pada pembukaan perdagangan Jumat, IHSG melemah 469,86 poin atau 8,01 persen ke posisi 5.393,92. Penurunan itu memaksa BEI menghentikan sementara perdagangan saham atau trading halt selama 30 menit.

Pemicunya adalah langkah penyedia indeks global MSCI yang membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari pasar berkembang menjadi pasar mandiri.

Tekanan berlanjut hingga penutupan. IHSG ditutup melemah 678,67 poin atau 11,57 persen ke posisi 5.185,11. Sementara indeks LQ45 naik 81,53 poin atau 13,82 persen ke posisi 508,56.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai sentimen MSCI sebagai penyebab utama tekanan tersebut.

“Pasar keuangan mengalami tekanan setelah potensi penurunan klasifikasi dari Emerging Market ke Standalone Market oleh MSCI. IHSG mengalami trading halt di sesi pembukaan perdagangan hari ini yang turun di atas 8 persen.”

— Maximilianus Nico Demus, Pilarmas Investindo Sekuritas

Valuasi Rendah dan Fokus Investasi Jangka Panjang

Menurut Rosan, koreksi harga saham menempatkan valuasi sejumlah perusahaan tercatat, termasuk perusahaan milik badan usaha milik negara, pada tingkat yang relatif rendah. Kondisi itu membuka peluang investasi yang menarik.

Danantara memandang situasi ini sebagai peluang investasi jangka panjang karena menilai fundamental perusahaan-perusahaan di bursa masih kuat.

“Karena kita meyakini dan kita melihat dan kita menganalisis bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan kita ini sangat baik,” ujarnya.

Ia mencontohkan sektor perbankan yang dinilainya memiliki fundamental solid, tetapi valuasinya kemungkinan berada di bawah satu kali rasio harga terhadap nilai buku. Menurut Rosan, valuasi tersebut juga berada di bawah median valuasi perusahaan sejenis di industri perbankan.

Selain perbankan, ia melihat peluang investasi pada sektor infrastruktur dan telekomunikasi.

  • IHSG ditutup melemah 11,57 persen ke posisi 5.185,11 pada Jumat (16/10).
  • Danantara menyatakan siap masuk ke pasar modal dan mengutamakan investasi jangka panjang.
  • Sektor yang dilihat berpeluang meliputi perbankan, infrastruktur, dan telekomunikasi.

Rosan menjelaskan bahwa Danantara mengutamakan investasi jangka panjang, bukan strategi keluar-masuk pasar dalam waktu singkat mengikuti pergerakan harga saham.

“Kami sebagai Danantara selalu melihat investasi itu sebagai long-term investment,” ucap dia.

Ia meyakini prospek perusahaan-perusahaan yang tercatat di BEI tetap positif dalam jangka panjang meskipun pergerakan harga saham mengalami tekanan. Menurut penilaiannya, koreksi pasar saat ini lebih dipengaruhi faktor teknikal, rumor pasar, dan faktor nonfundamental, bukan semata-mata mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.

Reformasi Pasar Modal dan Respons Otoritas

Rosan turut mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan dan BEI dalam memperbaiki tata kelola, transparansi, serta akuntabilitas pasar modal Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa reformasi pasar modal sejak Januari 2026 mencakup keterbukaan data kepemilikan saham di atas 1 persen dan perincian klasifikasi investor dari sembilan menjadi 39 jenis.

Reformasi tersebut juga mencakup peningkatan batas minimum saham beredar di publik menjadi 15 persen dengan penerapan bertahap serta pengumuman saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.

Berdasarkan data OJK, IHSG pada akhir September 2026 berada di posisi 6.071,14 atau terkoreksi 29,79 persen sejak awal tahun. Sementara itu, jumlah investor pasar modal tumbuh 57,96 persen sejak awal tahun menjadi 32,17 juta investor.

Langkah MSCI membuka konsultasi klasifikasi menjadi pemicu tekanan pasar, sementara Danantara dan OJK menempatkan peristiwa ini dalam konteks reformasi tata kelola dan peluang investasi jangka panjang.

Pertanyaan Umum

Mengapa IHSG mengalami trading halt pada 16 Oktober 2026?

BEI menghentikan sementara perdagangan saham selama 30 menit setelah IHSG melemah 469,86 poin atau 8,01 persen ke posisi 5.393,92 pada pembukaan perdagangan. Penurunan itu dipicu oleh pengumuman MSCI yang membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Apa sikap Danantara terhadap koreksi pasar saham ini?

Danantara menilai koreksi valuasi saham sebagai momentum tepat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan pihaknya siap masuk karena fundamental perusahaan tercatat dinilai masih kuat, dengan orientasi investasi jangka panjang.

Sektor apa saja yang dilihat sebagai peluang investasi?

Rosan mencontohkan sektor perbankan yang dinilai memiliki fundamental solid dengan valuasi kemungkinan di bawah satu kali price to book value. Selain itu, ia melihat peluang pada sektor infrastruktur dan telekomunikasi.

Bagaimana posisi IHSG sepanjang tahun 2026?

Berdasarkan data OJK, IHSG pada akhir September 2026 berada di posisi 6.071,14 atau terkoreksi 29,79 persen sejak awal tahun. Jumlah investor pasar modal sendiri tumbuh 57,96 persen sejak awal tahun menjadi 32,17 juta investor.

Sumber: JawaPos

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Baca Juga :  Astra (ASII) Tender Sukarela Saham AUTO Rp 3.600 per Saham
Banner Iklan Harianesia 120x600