Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan kembali diwarnai kecelakaan udara.
Helikopter water bombing jenis Super Puma H225 dengan nomor registrasi VH-HGM jatuh ke Sungai Barito, Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026) sekitar pukul 11.58 WITA.
Helikopter tersebut merupakan armada sipil swasta yang dikontrak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung operasi pemadaman karhutla melalui metode water bombing.
DETIK-DETIK JATUH TEREKAM WARGA
Berdasarkan video amatir warga yang beredar di media sosial dan telah dikonfirmasi BNPB, helikopter terlihat terbang rendah di atas Sungai Barito sambil membawa bambi bucket – kantong penampung air yang digantung dengan tali panjang.
Sesaat setelah mengambil air, helikopter diduga kehilangan kendali, oleng, lalu menukik dan menghantam permukaan sungai.
Bangkai helikopter terlihat sebagian tenggelam, dengan bagian ekor masih muncul di atas permukaan air.
Warga sekitar dengan perahu kayu langsung bergerak cepat membantu evakuasi.
2 PILOT SELAMAT, 1 AWAK HILANG
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam laporan awal siang tadi sempat menyebut tiga kru berhasil dievakuasi.
Namun dalam laporan terbaru BNPB pukul 15.16 WIB, BNPB mengklarifikasi bahwa baru dua pilot yang ditemukan selamat dan telah mendapatkan penanganan medis.
Dua pilot tersebut adalah:
1. Michael John Betteridge – Warga Negara Australia
2. Hugh Andrew John Warga Negara Selandia Baru
Sementara satu awak lainnya masih dinyatakan hilang:
Yayan Supyansuri – Warga Negara Indonesia, yang bertugas sebagai Helicopter Landing Officer (HLO).
> “Saat ini, tim terkait masih bersiaga di lapangan dan laporan lengkap mengenai kronologi serta penyebab pasti kecelakaan sedang disusun untuk segera disampaikan kepada publik dan pihak berwenang,” ujar Berton.
Kantor SAR Banjarmasin telah mengerahkan 18 personel ke lokasi sejak pukul 13.10 WITA. Lokasi kecelakaan berjarak sekitar 141 kilometer dari Kantor SAR Banjarmasin.
HELIKOPTER KE-2 JATUH DALAM 4 HARI
Insiden di Sungai Barito ini terjadi hanya 4 hari setelah kecelakaan helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat.
Pada Rabu (4/11/2026), helikopter Mi-17V5 dengan registrasi HA-5235 jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, saat menjalankan misi water bombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Helikopter tersebut membawa 8 kru. Tiga personel gugur:
1. Letkol CPN (ANM.) Dudi Firmansyah
2. Kapten CPN (ANM.) Nurhafiz Akbar R H, S.H., M.H.
3. Sertu (ANM.) Heri Prasetyo
Sementara 5 kru lainnya selamat dan menjalani perawatan.
Kedua kecelakaan terjadi pada fase yang sama, yakni saat helikopter bermanuver mengambil air untuk water bombing, dan pada jam yang hampir sama, menjelang tengah hari.
PENYEBAB MASIH DISELIDIKI
Hingga berita ini diturunkan, BNPB belum mengumumkan penyebab pasti jatuhnya Super Puma VH-HGM.
Dugaan sementara mengarah pada gangguan teknis saat pengambilan air, namun penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang, termasuk KNKT dan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
BNPB menegaskan akan memfasilitasi investigasi resmi dan mengevaluasi keselamatan operasi water bombing.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi telah menerima laporan pendahuluan mengenai kecelakaan tersebut.
M.chairul




















