SORONG_HARIANESIA.COM– Anggota DPD RI Dapil Papua Tengah, Senator Paul Finsen Mayor, menegaskan peringatan Hari Kartini 2026 harus menjadi momentum memperkuat perjuangan perempuan Indonesia, khususnya di Tanah Papua, untuk mewujudkan _Trisakti Bung Karno_: berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
“Habis Gelap Terbitlah Terang bukan sekadar jargon. Itu amanat perjuangan. Kartini menyalakan obor emansipasi, dan kita wajib menjaga api itu tetap menyala hingga ke pelosok kampung di Papua Tengah,” kata Paul Finsen Mayor dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4/2026).
Sarinah: Perempuan Penggerak Peradaban di Papua
Paul Finsen Mayor mengutip konsep _Sarinah_ yang digagas Bung Karno sebagai ideologi perjuangan perempuan Indonesia. Menurutnya, Sarinah adalah simbol perempuan yang tidak hanya kuat dalam diam, tetapi juga berani dalam perjuangan.
“Jika Raden Ajeng Kartini menyalakan terang dari balik kegelapan, maka Sarinah menjaga api itu tetap hidup di tengah zaman yang terus berubah. Perempuan Papua bukan sekadar pelengkap, tetapi penggerak peradaban—dengan cinta, keberanian, dan kesadaran akan perannya dalam membangun bangsa,” tegasnya.
Ia menambahkan, di era modern ini Sarinah hadir dalam setiap perempuan Papua yang memilih untuk berdiri, berpikir, dan bertindak. “Ia hidup dalam langkah-langkah kecil mama-mama di pasar, dalam karya pengrajin noken, dan dalam keberanian anak perempuan Papua untuk sekolah setinggi-tingginya.”
Tiga Kerja Nyata untuk Perempuan Papua Tengah
Sebagai Senator asal Papua Tengah, Paul Finsen Mayor menyebut dirinya berkomitmen mendorong tiga kerja nyata bagi perempuan, sejalan dengan semangat Kartini dan ajaran Bung Karno:
1. Berdaulat di Bidang Politik: Mendorong keterwakilan perempuan Papua minimal 30% di DPRP, DPRK, dan eksekutif daerah, serta pendidikan politik bagi kader perempuan di distrik dan kampung.
2. Berdikari di Bidang Ekonomi: Memperkuat UMKM mama-mama Papua, akses permodalan KUR, dan pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal seperti noken, kopi, dan hasil kebun.
3. Berkepribadian dalam Kebudayaan: Melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Tanah Papua, serta mengawal implementasi UU TPKS dan UU PKDRT hingga tingkat kampung.
“Habis gelap, terbitlah terang—dan kita di DPD RI memastikan cahaya itu sampai ke honai-honai di pegunungan. Perempuan Papua adalah kekuatan, adalah harapan, dan adalah masa depan Tanah Papua,” ujar Paul Finsen Mayor.
Ajak Jaga Sarinah di Tanah Papua
Menutup pernyataannya, Paul Finsen Mayor mengajak seluruh elemen di Papua Tengah menjadikan Hari Kartini sebagai konsolidasi ideologis untuk perempuan.
“Jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Bung Karno titip Sarinah kepada kita. Tugas kita turun ke rakyat, dampingi mama-mama di posyandu, pastikan anak perempuan Papua tidak putus sekolah, dan lawan segala bentuk penindasan,” pungkasnya. (Dwi)




















