TNI-POLRI

Hadapi kontijensi situasi Kamtibmas di masa Pilkades Serentak, Polres Semarang simulasikan penanganan gangguan.

Polres Semarang_Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Semarang yang akan digelar pada Desember 2026, Polres Semarang menggelar latihan dan simulasi penanganan kontinjensi sebagai bentuk kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat Rabu 14 Oktober 2026.

Mengambil lokasi Area GOR Pandanaran Wujil Kec. Bergas, Simulasi melibatkan 487 peserta, terdiri dari 417 personel Polres Semarang dan 70 peserta gabungan dari TNI Kodim 0714/Salatiga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Linmas hingga relawan Kabupaten Semarang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha S.H. M.H., Dandim 0714/Salatiga Letkol Fajar Hapsari Nugroho, S.I.P., M.M., Kepala Kejaksaan Negeri Kab. Semarang Dohar Nainggolan, S.E., S.H., M.H., Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Semarang Golom Silitonga S.H. M.H., serta Ketua Hamong Projo serta sejumlah pimpinan dan perwakilan instansi samping.

Dalam simulasi digambarkan mekanisme penanganan gangguan kamtibmas berupa aksi unjuk rasa yang dilakukan salah satu kelompok pendukung calon kepala desa yang tidak puas terhadap keputusan KPPS setempat.

Situasi yang pada awalnya berlangsung sebagai penyampaian aspirasi kemudian disimulasikan mengalami peningkatan eskalasi. Menghadapi kondisi tersebut, Polres Semarang menerjunkan pleton negosiator sebagai langkah awal dengan pendekatan preventif dan humanis.

Petugas negosiator berupaya melakukan komunikasi serta memberikan imbauan kepada massa agar tetap menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan. Namun, apabila situasi terus meningkat, personel kemudian melakukan langkah-langkah penanganan sesuai tahapan dan tingkat eskalasi gangguan.

Simulasi juga memperlihatkan kesiapan personel dalam menghadapi kondisi ketika gangguan berkembang menjadi kerusuhan, dengan mengedepankan tindakan yang terukur, sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., mengatakan latihan dan simulasi tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, namun merupakan bentuk kesiapan jajaran Polres Semarang dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan kamtibmas selama tahapan Pilkades Serentak.

“Latihan ini merupakan bagian dari kesiapan kami dalam menghadapi berbagai situasi kontinjensi yang mungkin terjadi menjelang maupun saat pelaksanaan Pilkades Serentak. Kami ingin memastikan setiap personel memahami tugas dan perannya apabila terjadi peningkatan eskalasi di lapangan,” ujar AKBP Heru.

Menurutnya, selain kesiapan personel dan sarana prasarana, langkah pencegahan juga menjadi bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Cipta kondisi terus kami lakukan. Mulai dari kegiatan patroli rutin hingga dini hari, termasuk langkah-langkah pencegahan terhadap peredaran minuman keras yang dapat menjadi salah satu pemicu gangguan kamtibmas,” jelasnya.

Kapolres juga menyoroti fenomena tawuran yang masih terjadi di sejumlah wilayah sebagai salah satu potensi gangguan yang perlu diantisipasi.
“Kejadian tawuran juga menjadi perhatian kami. Jangan sampai persoalan-persoalan tersebut berkembang dan dimanfaatkan menjadi pemicu gangguan keamanan menjelang Pilkades. Karena itu, langkah pencegahan dan deteksi dini terus kami lakukan,” tegasnya.

Melalui latihan tersebut, Polres Semarang bersama TNI dan seluruh unsur terkait menunjukkan komitmen untuk menjaga seluruh tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Semarang agar berjalan aman, tertib dan kondusif, sekaligus memastikan setiap potensi gangguan dapat ditangani secara cepat, tepat dan terukur.

Mariyo

Exit mobile version