Edukasi

Habib Muchdar Assegaf Apresiasi Komitmen Kemenimipas Berantas Narkoba dan Praktik Jual Beli Kamar di Lapas!

PALU, SULAWESI TENGAH — Dalam rangka memperkuat sinergi antarlembaga dan mendorong pengawasan terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan, Dewan Pengawas Watch Relation of Corruption (WRC) yang membidangi pengawasan tindak pidana korupsi (Tipikor) dan aset negara, Habib Muchdar Assegaf, melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu atau Lapas Petobo, yang beralamat di Jalan Dewi Sartika No. 51, Petobo, Kecamatan Palu, Sulawesi Tengah.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi dalam mendukung penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, transparan serta berorientasi pada penegakan aturan dan pembinaan warga binaan.

Dalam kunjungan tersebut, Habib Muchdar Assegaf didampingi Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, A.Md.IP., S.Sos.; Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur, S.H.; serta Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Stady Umboh, S.H.

Pada kesempatan ini” Habib Muchdar menyoroti pentingnya implementasi kebijakan zero tolerance atau nol toleransi yang diterapkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terhadap peredaran narkoba, penggunaan telepon genggam ilegal serta praktik jual beli kamar di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Menurutnya, kebijakan tersebut dijalankan secara konsisten oleh Lapas Petobo yang tidak hanya sebatas slogan saja” Habib Muchdar apresiasi Lapas Petobo dalam bentuk pengawasan, kedisiplinan petugas, serta komitmen seluruh jajaran pemasyarakatan untuk memastikan setiap aturan diterapkan secara tegas dan tanpa pandang bulu.

Lapas Petobo tambah Habib Muchdar telah membuktikan “Komitmen zero tolerance diwujudkan melalui tindakan nyata, adapun Peredaran narkoba, penggunaan HP ilegal dan praktik jual beli kamar yang kerap di persoalkan menurutnya sudah tidak ada lagi dan berjalan baik sebagai Mana mestinya juga persoalan serius yang harus dicegah dan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku dan jangan sampai ada ruang lagi bagi pelanggaran yang dapat merusak integritas lembaga pemasyarakatan,” tegas Habib Muchdar.

Ia menilai, keberhasilan pembinaan warga binaan tidak hanya ditentukan oleh program pembinaan yang dijalankan, tetapi juga oleh kemampuan institusi dalam menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, bersih dari penyalahgunaan wewenang serta bebas dari praktik-praktik ilegal.

Sebagai Dewan Pengawas WRC yang memiliki fokus pada pengawasan Tipikor dan aset negara, Habib Muchdar menegaskan bahwa sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan merupakan langkah penting dalam mendorong tata kelola kelembagaan yang akuntabel dan berintegritas.
Menurutnya, pengawasan yang efektif harus mengedepankan pencegahan, keterbukaan serta evaluasi terhadap pelaksanaan tugas.

Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, penanganannya harus dilakukan melalui mekanisme yang berlaku dan berdasarkan bukti dan sesuai ketentuan hukum.

Habib Muchdar juga berharap jajaran Lapas Petobo agar terus memperkuat pengawasan internal, meningkatkan profesionalisme petugas serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan“
Lapas harus menjadi tempat pembinaan dan proses perbaikan diri bagi warga binaan dan bukan menjadi tempat berkembangnya praktik ilegal.

Oleh karena itu, integritas petugas, pengawasan yang konsisten dan ketegasan pimpinan menjadi faktor penting untuk mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dan bermartabat,” ujarnya.

Melalui kunjungan tersebut” Habib Muchdar berharap sinergi antara WRC dan jajaran pemasyarakatan semakin kuat dalam mendukung pengawasan yang konstruktif, memperkuat integritas kelembagaan serta mendorong pelaksanaan kebijakan zero tolerance secara konsisten demi terciptanya sistem pemasyarakatan yang profesional, aman dan berkeadilan” Tutupnya.

Exit mobile version