Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Sepak Bola

FIFA ASEAN Cup 2026: Tan Cheng Hoe Sebut Indonesia Tim Favorit

×

FIFA ASEAN Cup 2026: Tan Cheng Hoe Sebut Indonesia Tim Favorit

Sebarkan artikel ini
Tan Cheng Hoe, pelatih tim nasional Malaysia yang menyebut Indonesia tim favorit di FIFA ASEAN Cup 2026.
Pelatih tim nasional Malaysia Tan Cheng Hoe menilai Indonesia sebagai tim favorit pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Banner Iklan Harianesia 468x60

Pelatih tim nasional Malaysia, Tan Cheng Hoe, secara terbuka menempatkan Indonesia sebagai kekuatan paling diunggulkan untuk memuncaki Grup A pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Penilaian tersebut didasarkan pada komposisi materi pemain Garuda yang dinilai kian solid serta status Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara turnamen.

Seluruh pertandingan Divisi 1 edisi perdana ini dipusatkan di Indonesia. Keuntungan bertanding di hadapan pendukung sendiri diyakini memberi dorongan moril berlipat ganda bagi skuad asuhan John Herdman.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

“Semua orang tahu Indonesia akan menjadi favorit di grup.”

— Tan Cheng Hoe

Kendati demikian, juru taktik berusia 58 tahun itu menegaskan kepada skuad Harimau Malaya agar tidak mengalihkan seluruh perhatian hanya pada pertandingan kontra Indonesia. Menurutnya, persaingan di Grup A menyajikan rintangan yang merata dari setiap kontestan.

Malaysia juga dijadwalkan menghadapi Singapura dan Bangladesh dalam fase penyisihan grup. Tan Cheng Hoe secara khusus menyoroti kehadiran Bangladesh yang kini dinakhodai oleh pelatih kawakan, Thomas Dooley.

“Tentu saja kami tidak bisa meremehkan Bangladesh yang dilatih Thomas Dooley, salah satu pelatih berpengalaman di Asia Tenggara.”

— Tan Cheng Hoe

Dooley dianggap memiliki pemahaman taktik yang mumpuni serta rekam jejak panjang di kancah sepak bola kawasan. Kehadiran figur tersebut dinilai mampu mengangkat kualitas kedisiplinan permainan Bangladesh menjadi ancaman nyata bagi kontestan lain di grup.

Format Kompetisi dan Pembagian Divisi

Turnamen edisi 2026 ini memperkenalkan terobosan baru dengan mengadopsi sistem dua divisi. Divisi 1 menampung delapan tim unggulan yang dipecah ke dalam dua grup, sementara Divisi 2 diikuti oleh enam negara lainnya yang bersaing memperebutkan poin peringkat internasional.

Peta persaingan di Divisi 1 mempertemukan kekuatan tradisional kawasan Asia Tenggara serta negara tamu:

  • Grup A dihuni oleh Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.
  • Grup B berisikan Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.

Struktur kompetisi FIFA ASEAN Cup 2026 dirancang sangat ketat karena meniadakan babak semifinal. Hanya pemuncak klasemen akhir dari Grup A dan Grup B yang berhak melaju langsung ke partai puncak untuk memperebutkan trofi juara.

Sementara itu, dua tim yang finis sebagai runner-up di masing-masing grup akan saling berhadapan dalam perebutan tempat ketiga. Skema tanpa fase gugur perantara ini menuntut konsistensi penuh sejak laga pembuka hingga partai pamungkas penyisihan.

Penyelenggaraan seluruh pertandingan Divisi 1 dipusatkan di dua arena utama di Pulau Jawa. Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat di Bandung dipilih sebagai panggung perhelatan resmi turnamen regional ini.

Kedua stadion tersebut telah disiapkan untuk menggelar rangkaian pertandingan dengan standar internasional FIFA. Kesiapan fasilitas lapangan dan sarana pendukung diharapkan mampu menjamin kelancaran turnamen antarnegara ini.

Tantangan Jadwal Padat dan Kebutuhan Rotasi Skuad

Faktor kebugaran fisik diprediksi menjadi penentu langkah setiap tim selama turnamen bergulir. Setiap kontestan dituntut melakoni tiga pertandingan fase grup dalam kurun waktu sekitar sepekan dengan intensitas tinggi.

Jadwal yang padat tersebut memaksa staf kepelatihan untuk cermat meramu strategi dan menjaga kondisi para pemain. Kedalaman materi pemain cadangan bakal memegang peranan krusial ketika waktu pemulihan antarpertandingan sangat terbatas.

“Harus bermain tiga kali sepekan adalah sulit, jadi kami butuh kedalaman skuad untuk membuat kami bisa rotasi.”

— Tan Cheng Hoe

Tan Cheng Hoe juga enggan menjadikan hasil Piala AFF 2026 sebagai tolak ukur mutlak perbandingan kekuatan kedua tim. Kala itu, Malaysia sukses menembus babak semifinal, sedangkan langkah Indonesia terhenti di fase grup.

Menurutnya, perbedaan format, intensitas pertandingan, dan dinamika skuad saat ini membuat peta kekuatan telah bergeser. Turnamen ini justru dipandangnya sebagai barometer penting untuk mengevaluasi kesiapan serta daya saing Harimau Malaya di kancah internasional.

“Kami merasa turnamen ini akan menjadi tes yang bagus untuk melihat di mana kami berada.”

— Tan Cheng Hoe

Jadwal Pertandingan dan Dinamika Persaingan

Pertemuan antara Indonesia dan Malaysia selalu menyajikan tensi kompetitif yang tinggi mengingat sejarah rivalitas panjang kedua negara di Asia Tenggara. Laga sarat gengsi ini diprediksi menjadi sajian paling menyita perhatian publik di Grup A.

Timnas Indonesia dijadwalkan membuka kiprah mereka dengan menghadapi Singapura pada 25 September. Tiga hari berselang, tepatnya pada 28 September, skuad Garuda akan meladeni perlawanan sengit Malaysia di Jakarta.

Perjuangan Indonesia pada babak penyisihan grup kemudian ditutup dengan laga kontra Bangladesh pada 1 Oktober. Mengamankan poin penuh pada setiap laga menjadi syarat mutlak demi merebut tiket langsung ke babak final.

Dukungan penuh suporter tuan rumah di stadion akan menjadi tantangan tersendiri bagi setiap lawan yang bertandang. Bagi Harimau Malaya, kemampuan mengelola tekanan publik dan tampil tenang sejak menit pertama akan menjadi kunci mengamankan hasil positif.

Persaingan di Grup B antara Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan juga diperkirakan berlangsung sengit dalam perebutan satu tiket final lainnya. Tingginya standar persaingan di kedua grup memastikan babak penyisihan berlangsung ketat sejak hari pembuka.

Pertanyaan Umum

Mengapa Indonesia difavoritkan menjuarai Grup A FIFA ASEAN Cup 2026?

Indonesia dinilai memiliki keunggulan dari segi kedalaman materi pemain di bawah arahan John Herdman serta faktor bermain di hadapan pendukung sendiri, mengingat seluruh pertandingan Divisi 1 diselenggarakan di Indonesia.

Bagaimana format penentuan juara pada FIFA ASEAN Cup 2026?

Turnamen ini tidak menerapkan babak semifinal. Juara dari Grup A dan Grup B akan langsung bertanding di babak final, sedangkan tim peringkat kedua di masing-masing grup akan memperebutkan posisi ketiga.

Kapan duel antara Indonesia dan Malaysia berlangsung?

Laga antara Indonesia dan Malaysia dijadwalkan berlangsung pada 28 September di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, setelah Indonesia melakoni laga perdana melawan Singapura pada 25 September.

Sumber: JPNN.com

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Baca Juga :  Czechia vs South Africa: Pertarungan Sengit di Piala Dunia 2026
Banner Iklan Harianesia 120x600