TNI-POLRI

FGD Pencegahan Ekstremisme dan Judi Online, Kapolda Jabar Tegaskan Komitmen Polisi Lindungi Generasi Muda

BANDUNG_HARIANESIA.COM– Kapolda Jawa Barat secara resmi membuka sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Polisi Bersama Masyarakat: Pencegahan Ekstrimisme pada Anak dan Penguatan Keluarga dan Sekolah” yang diselenggarakan oleh Ditbinmas Polda Jabar di Aula Moeryono Mapolda Jabar, Bandung, pada Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama Polda Jabar seperti Karoops, Dirintelkam, Dirreskrimum, Dirressiber, serta PLT Kabid Humas, bersama jajaran tamu eksternal meliputi Kadisdik Provinsi Jabar, Kanwil Kemenag Jabar, Kabid Kominfo Jabar, unsur Persandian, para Kepala Sekolah, Guru BK, Wali Kelas, akademisi UIN Sunan Gunung Djati, serta perwakilan pelajar SMP dan SMA se-Jawa Barat.

Dalam amanatnya, Kapolda Jabar menyoroti berbagai ancaman nyata yang mengintai generasi muda, mulai dari peredaran obat-obatan terlarang hingga maraknya jeratan Pinjaman Online (Pinjol) dan Judi Online (Judol). Kapolda memaparkan keberhasilan penindakan kasus peredaran 256 juta butir obat keras ilegal di pergudangan Wispak dan Koko bernilai Rp2,5 hingga Rp3 triliun yang dapat memicu aksi kejahatan jalanan, penodongan, serta perilaku agresif anak. Selain itu, fenomena Pinjol dan Judol yang marak di Jawa Barat turut menjadi pemicu kerentanan sosial dan psikologis yang membuat remaja kian rapi terpengaruh oleh doktrin radikalisme, perundungan (bullying), maupun paham ekstremisme.

Guna menangkal ancaman tersebut secara masif dan berkelanjutan, Kapolda Jabar menegaskan komitmen kepolisian melalui program Polisi Pembina Upacara atau Polisi Penduduk Pendidikan. Melalui kerja sama MoU dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang ditindaklanjuti hingga 27 Kabupaten/Kota, jajaran kepolisian dari Polda hingga Polsek akan bertindak sebagai Inspektur Upacara di sekolah-sekolah setiap hari Senin. Personel kepolisian bersama instansi terkait seperti Densus 88 dan Dinas Kesehatan akan memberikan edukasi langsung mengenai penangkalan radikalisme, bahaya narkoba, pencegahan seks bebas, hingga etika bijak bermedia sosial.

Kapolda Jabar menekankan pentingnya sinergi tiga pilar utama—keluarga, sekolah, dan pemerintah—dalam membentengi anak-anak dari pengaruh negatif tanpa harus memberikan stigma atau menghakimi mereka. Keluarga diharapkan menjadi tempat aman pertama bagi anak untuk berdialog, sedangkan sekolah melalui peran aktif Kepala Sekolah, Guru BK, dan Wali Kelas bertugas mendeteksi dini persoalan anak serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Pendekatan pembinaan yang responsif, empati, serta pendampingan secara objektif dinilai jauh lebih efektif dalam membangun daya tahan moral dan karakter anak dibanding tindakan reaktif semata.

Kepada para siswa-siswi yang hadir, Kapolda Jabar berpesan agar selalu menggunakan teknologi secara bijak, berpikir kritis sebelum menyebarkan informasi di media sosial, serta berani melapor kepada orang tua atau guru jika menghadapi perundungan dan ajakan kejahatan. Kapolda menegaskan bahwa meminta pertolongan bukanlah bentuk kelemahan, melainkan langkah berani untuk melindungi diri dan masa depan. Acara FGD resmi dibuka pada pukul 10.15 WIB dan diharapkan mampu merumuskan rekomendasi serta langkah konkret dalam menjaga keselamatan generasi penerus bangsa di Jawa Barat.

Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

 

Lepi

Exit mobile version