Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Eduard Orocomna, S.T Desak Pemkab Teluk Bintuni Segera Perbaiki Jalan Rusak di Moskona Timur, Barat, dan Utara: Pendidikan Lumpuh, Kesehatan Terancam, Ekonomi Mati

×

Eduard Orocomna, S.T Desak Pemkab Teluk Bintuni Segera Perbaiki Jalan Rusak di Moskona Timur, Barat, dan Utara: Pendidikan Lumpuh, Kesehatan Terancam, Ekonomi Mati

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Dari Foto Hilux PB 8635 B Terperosok Hingga Warga Angkat Batu 30-50 Kg di Lumpur – Potret Pembangunan Otsus yang Belum Menyentuh Moskona

TELUK BINTUNI, 28 Oktober 2026 –Anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Pokja Adat Kabupaten Teluk Bintuni, Eduard Orocomna, S.T, melayangkan desakan keras kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni untuk segera turun langsung dan melakukan tindakan nyata perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah adat Moskona.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Desakan ini bukan sekadar narasi. Eduard menyertakan bukti foto lapangan yang sangat memilukan yang diterima redaksi Foto tersebut diambil di Distrik Moskona Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat – tepatnya di ruas jalan poros penghubung antar kampung di wilayah adat Moskona. Dalam foto tersebut, terlihat mobil dinas Toyota Hilux dengan nomor polisi *PB 8635 B* terperosok parah di tengah jalan berbatu dan berlumpur pekat di jantung Distrik Moskona Timur.

Dua warga adat Moskona Timur terlihat tanpa alas kaki, memanggul batu seberat 30-50 kilogram di atas kepala, berjuang keras mengganjal ban agar mobil bisa keluar dari jebakan lumpur. Di foto lain, warga Distrik Moskona Timur terlihat bergotong-royong menata batu satu per satu untuk membuat jalan darurat agar kendaraan bisa melintas di ruas Moskona Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat tersebut.

Baca Juga :  TEFA SKA Water SMKN 1 Kadipaten Cetak Siswa Berjiwa Wirausaha dan Siap Terjun ke Dunia Industri

Potret tersebut menjadi simbol nyata betapa parahnya infrastruktur di tiga distrik yang selama ini merasa terisolir: Moskona Timur, Moskona Barat, dan Moskona Utara – dengan titik terparah berada di Distrik Moskona Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

“Moskona Timur, Barat dan Utara masih hadapi jalan rusak, butuh tindakan nyata Pemkab soal infrastruktur, jembatan dan gedung sekolah. Ini sudah bertahun-tahun, bukan baru kemarin. Lokasi foto yang viral itu di Distrik Moskona Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Saya harap Pemkab tidak lagi bilang tidak tahu lokasi,” tegas Eduard Orocomna dalam keterangan tertulisnya Jumat (23/10/2026).

Menurut putra asli Moskona yang juga tokoh pemuda adat ini, kerusakan jalan di Distrik Moskona Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat bukan sekadar persoalan tidak nyamannya berkendara, tapi sudah menyentuh matinya akses dasar kemanusiaan yang berdampak sistemik dan berlapis.

Baca Juga :  Dinsos Kab.Tangerang Serahkan Bantuan Logistik Kepada Warga Miskin Extrim Desa Jatimulya

1. PENDIDIKAN LUMPUH TOTAL DI MOSKONA TIMUR

Jembatan kayu penghubung antar kampung di Distrik Moskona Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat yang dibangun secara swadaya oleh warga banyak yang sudah patah, miring, dan lapuk dimakan usia dan tidak pernah tersentuh perawatan pemerintah. Anak-anak SD dan SMP di Moskona Utara setiap hari harus mempertaruhkan nyawa menyeberangi sungai yang deras dengan rakit darurat yang terbuat dari batang pisang dan bambu untuk menuju sekolah di ibukota Distrik Moskona Timur.

Di musim hujan, kondisi di Distrik Moskona Timur semakin parah. Sekolah tutup total berminggu-minggu karena guru-guru yang berasal dari Bintuni kota tidak bisa masuk karena jalan putus dan berlumpur di wilayah Moskona Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Baca Juga :  Safari Kunjungan Ketua Umum XTC Indonesia ke Cirebon Raya

2. KESEHATAN TERANCAM NYAWA DI MOSKONA TIMUR

Akses kesehatan menjadi mimpi buruk yang nyata bagi warga Distrik Moskona Timur. Ibu hamil dengan kondisi darurat dan orang sakit berat harus ditandu menggunakan tandu darurat yang terbuat dari sarung dan bambu selama berjam-jam melewati lumpur di Distrik Moskona Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat untuk sampai ke Puskesmas pembantu.

3. EKONOMI RAKYAT MATI SURI

Hasil kebun kakao, pinang, dan sagu yang menjadi tumpuan hidup utama mama-mama Papua di Distrik Moskona Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat tidak bisa dibawa ke pasar induk Bintuni. Ongkos ojek motor dari Moskona Timur ke Bintuni bisa melonjak drastis mencapai Rp1,5 juta sekali jalan saat kondisi jalan rusak parah di ruas Moskona Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

“Pemkab harus turun ke Distrik Moskona Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Lihat sendiri, rasakan sendiri lumpurnya di Moskona Timur,” tegas Eduard.

Dwi

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600