Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Eduard Orocoma, S.T. Anggota MRPB Pokja Adat Teluk Bintuni: Mubes I Suku Moskona Momentum Persatuan “Kami Satu Hati Satu Bahasa Satu Tujuan Untuk Moskona”

×

Eduard Orocoma, S.T. Anggota MRPB Pokja Adat Teluk Bintuni: Mubes I Suku Moskona Momentum Persatuan “Kami Satu Hati Satu Bahasa Satu Tujuan Untuk Moskona”

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

TELUK BINTUNI_ Sejarah baru ditorehkan masyarakat adat di Tanah Papua. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, Suku Moskona sebagai salah satu suku tertua di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, menggelar Musyawarah Besar (Mubes) Suku Moskona ke I Tahun 2026.

Mubes akbar tersebut akan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di Distrik Moskona, dengan mengusung tema adat yang sangat filosofis: *”Mimif Mudoi Ergens Muga ergens Miss ergens Noi Moskona”* yang artinya *”Kami Satu Hati Satu Bahasa, Satu Tujuan dan semua Jadi Satu Untuk Moskona”*.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Pokja Adat Kabupaten Teluk Bintuni, “Eduard Orocoma, S.T.,” menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya forum adat tertinggi Suku Moskona tersebut. Menurutnya, Mubes ini bukan sekadar seremoni adat, melainkan rumah besar konsolidasi jati diri Suku Moskona.

“Selamat dan sukses atas terselenggaranya Musyawarah Besar Suku Moskona ke I Tahun 2026. ” Mimif Mudoi Ergens Muga ergens Miss ergens Noi Moskona” – Kami Satu Hati Satu Bahasa, Satu Tujuan dan semua Jadi Satu Untuk Moskona. Ini adalah panggilan untuk kembali ke kampung, kembali ke dusun sagu, kembali ke hutan adat kita. Ini adalah rumah besar kita untuk bermusyawarah menentukan nasib kita sendiri sebagai orang Moskona,” ujar Eduard Orocoma kepada Harianesia.com, Rabu (8/10/2026).

Baca Juga :  Trotoar Bukan Tempat Berdagang: Kelurahan Ratujaya Tegaskan Larangan PKL dan Dorong Penghijauan Kawasan

“Adat Harus Jadi Panglima di Tanah Penghasil Gas Tangguh”

Kabupaten Teluk Bintuni dikenal sebagai daerah penghasil gas alam terbesar di Indonesia melalui Proyek Strategis Nasional Tangguh LNG yang beroperasi di wilayah adat Suku Moskona. Namun, menurut Eduard Orocoma, besarnya investasi tersebut belum sepenuhnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat adat sebagai pemilik hak sulung.

Oleh karena itu, Mubes I Suku Moskona ini menjadi sangat strategis untuk meletakkan kembali posisi adat sebagai panglima pembangunan.

“Moskona memiliki hutan yang luas, memiliki dusun sagu yang menjadi nadi kehidupan, memiliki sejarah panjang sebagai suku tertua di Teluk Bintuni. Pembangunan di Teluk Bintuni tidak boleh meninggalkan masyarakat adat sebagai pemilik hak sulung. Jangan sampai kita hanya jadi penonton di atas tanah kita sendiri. Adat harus dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan. Adat harus jadi panglima,” tegas Eduard Orocoma, S.T.

Ia mengingatkan bahwa semangat MRPB yaitu Jaga Manusia dan Tanah Papua harus diwujudkan dalam perlindungan nyata bagi masyarakat adat Moskona.

Baca Juga :  Keterbukaan Informasi Publik Jadi Pilar Transparansi, Pemerintah Perkuat Peran PPID di Maluku

“Empat Agenda Strategis Mubes”

Mubes yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan seluruh elemen penting Suku Moskona: tetua adat, tokoh perempuan adat, pemuda adat, kepala-kepala marga, kepala suku, serta perwakilan Pemerintah Distrik Moskona, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, dan MRPB Provinsi Papua Barat.

Sejumlah agenda strategis akan dibahas dalam sidang-sidang adat, antara lain:

” Pertama, Penguatan Kelembagaan Adat.”

Penataan kembali struktur Dewan Adat Suku Moskona yang legitimit, bukan bentukan, dan memiliki legalitas yang diakui oleh negara.

“Kedua, Perlindungan Hak Ulayat.”

Pemetaan wilayah adat, dusun sagu, hutan adat, dan tapal batas ulayat Suku Moskona yang selama ini terancam oleh aktivitas investasi dan perkebunan. Ini menjadi dasar untuk penerbitan Perda Pengakuan Masyarakat Adat.

“Ketiga, Pendidikan dan Kesehatan Berbasis Adat.”

Mendorong kurikulum muatan lokal bahasa Moskona di sekolah-sekolah di Distrik Moskona, serta layanan kesehatan yang menghormati kearifan lokal dan pengobatan tradisional.

“Keempat, Ekonomi Kerakyatan Berbasis Sagu.”

Penguatan ekonomi berbasis sagu, hasil hutan bukan kayu, pemberdayaan mama-mama Papua, dan pembentukan koperasi adat Suku Moskona agar ekonomi berputar di kampung.

Baca Juga :  Kemenko Polkam Tegaskan Penguatan Pelindungan Data dan Transaksi Elektronik untuk Tangkal Judi Daring di Provinsi Jambi

“Mubes ini harus melahirkan rekomendasi resmi yang tidak berhenti sebagai dokumen adat semata. Saya sebagai Anggota MRPB Pokja Adat akan kawal hasil Mubes ini. Kita akan bawa ke tingkat MRPB, ke Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, hingga ke Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Pusat. Ini harus menjadi dasar kebijakan afirmatif untuk Suku Moskona,” jelas Eduard.

“Harapan Lahirkan Pemimpin Adat Legitimit”

Eduard Orocoma berharap Mubes I Suku Moskona ke I Tahun 2026 ini melahirkan pemimpin adat yang legitimit yang dipilih melalui mekanisme adat yang benar, bukan pemimpin adat bentukan yang tidak diakui masyarakat.

“Harapan saya, Mubes ini melahirkan pemimpin adat yang legitimit, struktur adat yang kuat, dan peta jalan pembangunan Moskona yang sejalan dengan semangat Jaga Manusia dan Tanah Papua. Suku Moskona harus bangkit, harus berdiri sejajar dengan suku-suku besar lainnya di Papua Barat, dengan tetap menjaga hutan, sagu, dan manusia Papua,” tutup Eduard Orocoma, S.T.

Pelaksanaan Mubes I Suku Moskona ke I Tahun 2026 ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan Suku Moskona dan menjadi contoh bagi suku-suku lain di Tanah Papua dalam menjaga persatuan adat.

(DW)

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600