Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Ummat secara resmi mengukuhkan susunan kepengurusan baru untuk periode 2025-2030 dalam sebuah agenda deklarasi yang berlangsung di Hotel Grand Hyatt Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026). Langkah penataan organisasi ini diambil menyusul perubahan peta kepemimpinan internal partai berlogo perisai bintang tersebut.
Dalam susunan fungsionaris anyar ini, tokoh senior Ir H Ansufri Idrus Sambo dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Umum DPP Partai Ummat. Sementara itu, posisi Sekretaris Jenderal kini diamanatkan kepada Muhammad Sadiq Thalib untuk mendampingi nakhoda baru partai di tingkat pusat.
Selain menetapkan ketua umum dan sekretaris jenderal, partai turut memperkenalkan pembaruan struktural dengan menunjuk Heikal Safar sebagai Ketua Harian DPP Partai Ummat. Penunjukan ini diproyeksikan guna menunjang kelancaran tata kelola serta efektivitas operasional kepengurusan secara berkesinambungan.
Dinamika Internal dan Langkah Transisi Organisasi
Restrukturisasi kepengurusan tingkat pusat bergulir setelah diterimanya surat pengunduran diri dari jajaran pucuk pimpinan sebelumnya, yakni Ridho Rahmadi selaku Ketua Umum dan Taufik Hidayat selaku Sekretaris Jenderal. Pengunduran diri kedua tokoh tersebut mendorong perlunya langkah cepat untuk menjaga kesinambungan roda partai.
Menanggapi dinamika internal tersebut, Majelis Syura Partai Ummat yang dipimpin oleh Prof M Amien Rais langsung menggelar konsolidasi dan penataan kelembagaan. Lembaga penasihat tertinggi partai ini memfasilitasi musyawarah guna menetapkan kepemimpinan definitif demi memelihara stabilitas organisasi.
Melalui koordinasi intensif bersama Majelis Syura, mandat kepemimpinan akhirnya dialihkan kepada Ansufri Idrus Sambo dan Muhammad Sadiq Thalib. Proses suksesi kepengurusan ini ditempuh untuk mengembalikan fokus partai pada agenda-agenda perjuangan keumatan yang telah direncanakan sejak awal pendirian.
Penguatan Struktur Lewat Posisi Ketua Harian
Salah satu langkah terobosan dalam formasi kepengurusan baru ini adalah pembentukan jabatan Ketua Harian. Instrumen kepemimpinan baru ini difungsikan untuk memastikan kerja-kerja harian partai tetap responsif serta tidak terhambat oleh birokrasi internal.
Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar menyampaikan bahwa pembentukan posisi ini berkaitan langsung dengan percepatan operasional partai di lapangan. Sinergi antara ketua umum, ketua harian, dan sekretaris jenderal diharapkan mampu memangkas alur koordinasi teknis organisasi.
“Agenda utama jangka pendek ke depan adalah mengukuhkan susunan fungsionaris baru DPP Partai Ummat dalam rangka konsolidasi nasional jajaran pengurus pusat hingga pengurus di daerah guna memanaskan mesin partai dan memperkuat jaringan kerakyatan.”
— Heikal Safar
Heikal menambahkan, koordinasi berkesinambungan antara jajaran pusat dan pimpinan wilayah di berbagai provinsi merupakan prioritas mendesak. Skema kerja yang lebih taktis disiapkan agar partai mampu merespons berbagai persoalan kebangsaan secara nyata.
Peta Jalan Konsolidasi dan Target Pemilu 2029
Seusai pengukuhan kepengurusan baru, DPP Partai Ummat langsung mengarahkan konsentrasi politiknya pada persiapan jangka panjang menuju perhelatan Pemilu 2029. Pembenahan struktural secara bertahap dirancang untuk memperkuat daya saing partai di kancah politik elektoral.
Guna mencapai target politik tersebut, pimpinan partai telah menetapkan sejumlah langkah konsolidasi berjenjang yang menitikberatkan pada tiga pilar utama kerja organisasi:
- Pengukuhan dan penyelarasan susunan pengurus mulai dari Dewan Pimpinan Wilayah di tingkat provinsi hingga Dewan Pimpinan Cabang di tingkat kecamatan.
- Pengaktifan kembali mesin politik partai melalui pembenahan sistem kaderisasi berjenjang di seluruh pelosok daerah.
- Perluasan simpul kemitraan masyarakat berbasis komunitas lokal guna membangun basis pemilih yang solid serta berakar kuat.
Konsolidasi kelembagaan ini diproyeksikan tidak hanya menyentuh tataran administratif semata, melainkan juga penguatan kapasitas politik kader di daerah. Partai Ummat bertekad membangun loyalitas jaringan keanggotaan agar siap bersaing secara kompetitif.
Rekam Jejak dan Tantangan Elektoral ke Depan
Partai Ummat yang resmi diperkenalkan ke publik pada April 2021 berakar dari gagasan penegakan keadilan sosial dan amar makruf nahi mungkar. Di bawah bimbingan Amien Rais, partai ini berikhtiar menggalang dukungan dari kalangan pemilih religius, kelompok terdidik, serta masyarakat yang mendambakan pembaruan politik.
Evaluasi terhadap pencapaian pada pemilu sebelumnya menjadi bekal krusial bagi kepengurusan periode 2025-2030 untuk memperbaiki strategi penetrasi konstituen. Tantangan ambang batas parlemen menuntut adanya pendekatan sosialisasi yang lebih aplikatif dan menjawab kebutuhan nyata warga.
Pembangunan basis dukungan massa yang mengakar membutuhkan komitmen kerja politik di tingkat grassroots secara berkesinambungan. Kepengurusan baru diharapkan mampu mentransformasikan ketokohan figur pendiri menjadi kekuatan struktur partai yang merata di seluruh daerah pemilihan.
Komitmen Kepemimpinan Baru dalam Pidato Politik
Pada sesi penutupan deklarasi di Grand Hyatt Jakarta, Ketua Umum DPP Partai Ummat Ansufri Idrus Sambo menyampaikan refleksi moral dan arahan spiritual di hadapan para pengurus yang dilantik. Ia menitikberatkan pentingnya keteguhan prinsip serta kesungguhan dalam memikul mandat kepemimpinan politik.
“Mudah-mudahan acara Deklarasi sekaligus pengukuhan ini senantiasa diberkahi Allah subhanahu wa taala. Mudah-mudahan kita senantiasa terus diberi kesehatan, diberi hidayah, dibimbing dalam keyakinan, ketaatan kita kepada Allah subhanahu wa taala.”
— Ansufri Idrus Sambo
Ansufri menekankan bahwa kepengurusan baru memiliki tanggung jawab kolektif untuk menjaga persatuan internal di tengah dinamika eksternal yang kompleks. Momentum pelantikan ini dipandang sebagai titik mula untuk membangkitkan kembali motivasi seluruh relawan dan simpatisan partai di tanah air.
Kini, efektivitas nakhoda anyar Partai Ummat bertumpu pada kemampuan mengeksekusi konsolidasi nasional sesuai peta jalan yang telah disepakati. Tantangan iklim demokrasi ke depan menuntut gerak terorganisasi demi mempertegas eksistensi partai dalam percaturan politik nasional.
Pertanyaan Umum
Siapa Ketua Umum DPP Partai Ummat periode 2025-2030?
Ketua Umum DPP Partai Ummat periode 2025-2030 adalah Ir H Ansufri Idrus Sambo, yang menggantikan posisi ketua umum sebelumnya, Ridho Rahmadi.
Apa tugas utama posisi Ketua Harian yang dijabat Heikal Safar?
Ketua Harian bertugas menggerakkan operasional harian partai, mempercepat jalur koordinasi teknis organisasi, serta memimpin konsolidasi struktural dari tingkat pusat hingga ke daerah.
Apa agenda prioritas DPP Partai Ummat setelah perombakan kepengurusan?
Agenda utama jangka pendek kepengurusan baru adalah penataan fungsionaris daerah, konsolidasi struktur partai secara menyeluruh, serta pemanasan mesin organisasi menyongsong Pemilu 2029.
Sumber: Republika




















