Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Diduga Ditolak Saat Gunakan UHC, Keluarga Pasien RS Santo Yusup Terpaksa Minta Pulang Pukul 02.10 Dini Hari

×

Diduga Ditolak Saat Gunakan UHC, Keluarga Pasien RS Santo Yusup Terpaksa Minta Pulang Pukul 02.10 Dini Hari

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

BANDUNG_HARIANESIA.COM— Masalah akses pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu kembali memicu ketegangan. Seorang warga RW 09 Sukamulya, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul bernama Kusnandy Hendra, diduga mendapat kendala administrasi serius dan penolakan pelayanan medis di Rumah Sakit Santo Yusup Bandung saat hendak berobat menggunakan jaminan program Universal Health Coverage (UHC).

Akibat ketidakjelasan penanganan dan penolakan skema pembiayaan gratis tersebut, pihak keluarga pasien yang merasa telantar akhirnya mengambil keputusan sepihak untuk meminta pulang sekitar pukul 02.10 WIB dini hari. Langkah ini terpaksa diambil keluarga di tengah malam buta karena khawatir akan ketidakpastian perawatan medis di fasilitas kesehatan tersebut.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Ketua RW 09 Sukamulya, Diki Irawan, menyatakan kekecewaan mendalam atas insiden ini. Pasalnya, bangunan fisik RS Santo Yusup berdiri dan beroperasi langsung di lingkungan pemukiman warga setempat, namun dinilai kurang memiliki empati terhadap warga lokal yang sedang mengalami kondisi darurat.

Baca Juga :  Tragedi Dua Tujuh Juli: Demokrasi Dikhianati Jika Lupa

“Rilis berita mengenai warga tidak mampu yang masuk rumah sakit tapi ditolak menggunakan UHC ini sangat memprihatinkan. Padahal atas nama Kusnandy Hendra ini adalah warga resmi kami di RW 09 Sukamulya. Yang membuat kami sangat kecewa, RS Santo Yusup ini berada langsung di lingkungan kami, berdampingan dengan warga, tapi mengapa akses untuk warga lokal yang sedang kesulitan justru dipersulit hingga keluarga terpaksa meminta pulang pukul 02.10 dini hari,” tegas Diki Irawan dalam keterangannya.

Baca Juga :  Wapres RI Berkunjung ke Raja Ampat, Senator PFM: Pak Wapres Tolong Bangun 100 Unit Rumah di Raja Ampat

Hingga informasi ini diturunkan, pihak kewilayahan beserta perwakilan keluarga menuntut pertanggungjawaban dan klarifikasi resmi dari manajemen RS Santo Yusup. Mereka juga mendesak Dinas Kesehatan Kota Bandung dan BPJS Kesehatan Cabang Bandung untuk turun tangan mengevaluasi sistem penerapan UHC di hilir agar hak warga miskin untuk mendapatkan pertolongan pertama kedaruratan medis tidak terhambat oleh urusan administrasi.

Baca Juga :  LSM KPKB Bersama Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Sejumlah OPD di Kabupaten Lebak

Lepi

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600