TANGERANG_HARIANESIA.COM_31 Mei 2026, Seorang perawat klinik gigi di Kota Tangerang menjadi korban penusukan yang diduga dilakukan oleh seorang pria yang datang sebagai pasien untuk menjalani pembersihan karang gigi. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (31/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Insiden berlangsung di Klinik King Dental yang berada di kawasan ruko dekat Perumahan Alamanda, Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.
Kapolsek Jatiuwung, Kompol Rabiin, membenarkan adanya peristiwa penusukan tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mendalami kondisi kejiwaan pelaku.
“Benar, ada seorang perawat yang menjadi korban penusukan oleh seorang pasien. Kami sudah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, dan mendalami kondisi kejiwaan yang bersangkutan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku berinisial MA datang ke klinik untuk menjalani tindakan pembersihan karang gigi. Setelah tindakan medis selesai dilakukan, pelaku meminta izin menggunakan toilet dan diantar oleh korban yang diketahui berinisial VS alias Vero.
Menurut keterangan yang dihimpun polisi, sebelum kejadian pelaku sempat memanggil korban dengan alasan ingin menyampaikan sesuatu yang penting.
“Sini Mbak, saya mau ngomong penting,” ucap pelaku kepada korban.
Namun, ketika korban mendekat, pelaku diduga tiba-tiba mengeluarkan sebilah pisau dari tas yang dibawanya dan langsung melakukan penyerangan.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka di bagian tangan, punggung, dan perut. Rekan kerja korban bersama dokter yang bertugas segera memberikan pertolongan pertama sebelum korban dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan perawatan intensif.
Mendapat laporan melalui layanan darurat 110, personel Polsek Jatiuwung segera mendatangi lokasi kejadian. Pelaku berhasil diamankan tidak lama setelah peristiwa terjadi, beserta barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan dalam penyerangan.
“Pelaku berikut barang bukti sudah kami amankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolsek.
Dari keterangan awal pihak keluarga, MA disebut memiliki riwayat gangguan kejiwaan jenis skizofrenia dan sedang menjalani pengobatan rawat jalan. Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa informasi tersebut masih akan diverifikasi melalui pemeriksaan psikologis dan psikiatris guna memastikan kondisi kejiwaan pelaku saat kejadian berlangsung.
Hingga kini, penyidik masih mendalami motif penyerangan. Polisi juga tengah mengumpulkan alat bukti, meminta hasil visum et repertum korban, serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap secara utuh kronologi peristiwa tersebut.
(H&R)
