Edukasi

Dewan Adat Daerah Mimika Matangkan Persiapan Konsolidasi Masyarakat Adat Mimika 2026

Timika_HARIANESIA.COM_ Papua Tengah, 8 Mei 2026 — Dewan Adat Daerah (DAD) Kabupaten Mimika secara resmi mengumumkan persiapan intensif menuju Konferensi Masyarakat Adat Papua yang akan diselenggarakan di Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, pada 17–21 Mei 2026.

Konferensi ini diproyeksikan menjadi tonggak penting dalam penguatan struktur kelembagaan adat serta perlindungan hak-hak masyarakat adat di tujuh wilayah adat Papua, yaitu Ha Anim, Bomberay, Domberay, Saireri, Tabi, Lapago, dan Meepago.

Konferensi Masyarakat Adat Papua mengusung tema:

“Konsolidasi Kelembagaan Adat dan Advokasi Hal-Hal Dasar Masyarakat Adat Papua dalam Konteks Sosial Politik Kekinian di Atas Tanah Papua.”

Konferensi ini bertujuan memperkuat sinergi antara lembaga adat, pemerintah, dan para pemangku kepentingan dalam menjaga kearifan lokal, melindungi hak-hak masyarakat adat, serta mengelola sumber daya alam secara berkeadilan dan berkelanjutan.

Adapun poin-poin penting persiapan Konferensi Masyarakat Adat Papua adalah sebagai berikut:

1. Reorganisasi dan Penguatan Struktur Adat

Konferensi ini akan berfokus pada reorganisasi kepengurusan Dewan Adat serta pembentukan struktur kelembagaan adat dari tingkat pusat, kabupaten, distrik, kampung, hingga dusun di seluruh Tanah Papua.

2. Perlindungan Hak-Hak Adat

Agenda utama konferensi mencakup pembahasan tanah adat, wilayah ritual adat, perlindungan wilayah adat, serta alokasi kesempatan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat adat Papua dalam konteks Otonomi Khusus dan Undang-Undang Dasar 1945.

3. Penyatuan Pandangan Masyarakat Adat

Dewan Adat Daerah Mimika Papua tengah merampungkan tahapan pra-konferensi, termasuk konsolidasi internal dan penyatuan persepsi para delegasi. Seluruh masukan pokok dari unsur masyarakat adat akan dihimpun untuk dibawa ke forum tertinggi tersebut.

4. Sinergi dengan Pemerintah

Konferensi ini diharapkan mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya mempercepat pembentukan serta penguatan struktur adat di Tanah Papua.

Ketua Dewan Adat Daerah Mimika, Vinsent Ondo Oniyoma, menyatakan bahwa konferensi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum penting untuk menyatukan pikiran seluruh unsur masyarakat adat Papua.

“Konferensi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momen krusial untuk menyatukan pikiran seluruh unsur masyarakat adat. Kami ingin memastikan bahwa suara adat didengar, hak adat dilindungi, dan budaya tetap lestari di tengah dinamika sosial serta modernisasi,” ujar Vinsent Ondo dalam rapat internal DAD Mimika di Honai DAD Mimika pada Kamis, 7 Mei 2026.

Vinsent Ondo memastikan bahwa berbagai tahapan persiapan, mulai dari konsolidasi tingkat bawah, pengumpulan materi pokok, hingga kesiapan delegasi Mimika, berjalan secara sistematis dan transparan. Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan teknis kegiatan secara umum ditangani oleh Panitia Besar Konferensi Masyarakat Adat Papua di Papua Barat, khususnya Manokwari dan Teluk Wondama.

“Di daerah, kami melakukan beberapa tahapan persiapan, mulai dari sidang terbuka, penyatuan persepsi, hingga penyiapan delegasi dari Mimika,” jelasnya.

Dewan Adat Daerah Mimika berharap seluruh elemen masyarakat, pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta para pihak terkait dapat memberikan dukungan moril maupun materil demi kelancaran kegiatan ini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari revitalisasi tatanan masyarakat adat Papua yang sangat penting dan mulia, demi menjaga martabat, hak, budaya, dan masa depan masyarakat adat di atas Tanah Papua.

Narahubung:

Dewan Adat Daerah Mimika

[Nomor kontak / alamat sekretariat dapat ditambahkan]

Dwi

Exit mobile version