Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Bisnis

Danantara Siapkan BUMN Tekstil Baru Terintegrasi Hulu ke Hilir

×

Danantara Siapkan BUMN Tekstil Baru Terintegrasi Hulu ke Hilir

Sebarkan artikel ini
BUMN Tekstil — Kepala Danantara Rosan Roeslani di Istana Merdeka terkait rencana pembentukan BUMN industri tekstil terintegrasi.
Kepala Danantara Rosan Roeslani menyampaikan keterangan di Istana Merdeka seusai bertemu Presiden Prabowo Subianto.
Banner Iklan Harianesia 468x60

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara tengah mematangkan rencana pembentukan badan usaha milik negara baru yang bergerak di sektor industri tekstil dan produk tekstil. Entitas baru ini dirancang untuk beroperasi secara terintegrasi penuh dari rantai pasok hulu hingga hilir guna memulihkan daya saing manufaktur nasional.

Rencana strategis tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Danantara, Rosan Roeslani, seusai mengikuti pertemuan terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/9). Inisiatif ini digulirkan menyusul tekanan berat yang melanda industri tekstil domestik akibat gempuran produk impor serta perlambatan permintaan global.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Integrasi Rantai Pasok Hulu dan Hilir

Pendekatan yang diambil pemerintah menitikberatkan pada efisiensi skala ekonomi dengan membangun kawasan industri khusus tekstil terpadu. Kawasan ini disiapkan untuk menyatukan seluruh mata rantai produksi, mulai dari pengolahan serat alami dan sintetis, pemintalan benang, pertenunan kain, proses pewarnaan, hingga perakitan pakaian jadi.

Langkah integrasi tersebut ditujukan untuk memangkas beban logistik domestik yang selama ini menggerus margin produsen lokal. Selain itu, keterpaduan ekosistem industri diyakini dapat meminimalkan ketergantungan terhadap bahan baku impor yang kerap berfluktuasi harganya.

Danantara juga membuka ruang penjajakan kemitraan dengan perusahaan tekstil yang sudah memiliki basis operasional dan rekam jejak kuat di tanah air. Evaluasi kelayakan kerja sama difokuskan pada kelaikan mesin, adopsi teknologi mutakhir, serta rekam jejak penyerapan tenaga kerja dalam jumlah signifikan.

“Akan bikin perusahaan baru untuk mengembangkan perusahaan-perusahaan yang sudah ada. Kami akan lihat apa bisa bermitra dengan perusahaan tekstil yang sudah ada.”

— Rosan Roeslani

Kendati kerangka konseptual kawasan telah dirumuskan, Danantara belum menetapkan jadwal resmi peluncuran operasional perseroan baru tersebut. Besaran modal awal untuk pendirian unit usaha ini juga masih berada dalam tahap kalkulasi teknis bersama kementerian teknis terkait.

Skema Pembiayaan dan Akuisisi Aset Produksi

Guna menopang pembenahan industri padat karya ini, pemerintah telah menyiapkan alokasi pendanaan berskala besar senilai US$6 miliar atau sekitar Rp100,8 triliun. Anggaran investasi yang disiapkan sejak awal tahun lalu tersebut difokuskan untuk peremajaan mesin produksi, modernisasi sistem operasional, dan penguatan fasilitas ekspor.

Dalam mengeksekusi rencana tersebut, Danantara menimbang dua mekanisme utama yang dinilai paling fleksibel. Pilihan yang tersedia mencakup penyaluran fasilitas pembiayaan langsung kepada pabrik yang prospektif atau membentuk entitas perseroan baru milik negara.

Salah satu skenario yang ikut masuk dalam kajian mendalam adalah pemanfaatan aset operasional milik PT Sri Rejeki Isman di Sukoharjo, Jawa Tengah. Fasilitas produksi raksasa tekstil tersebut saat ini berada di bawah pengawasan kurator kepailitan dengan opsi sewa aset yang mencapai Rp326,86 miliar per tahun.

“Tentu kami ada kriteria-kriteria atau parameter-parameter yang harus kami penuhi dalam berinvestasi. Kami masih melihat opsi-opsi dalam kebijakan ini.”

— Rosan Roeslani

Kajian terhadap aset tersebut dinilai realistis mengingat ketersediaan fasilitas fisik serta kapasitas produksi terpasang yang sangat besar. Rosan menegaskan kesiapan lembaganya dalam mengelola aset bermasalah, asalkan pertimbangan perlindungan lapangan kerja dan potensi pasar komersial tetap terbukti solid.

Dukungan bagi Ketahanan Manufaktur Nasional

Sektor tekstil dan produk tekstil selama beberapa dasawarsa berfungsi sebagai salah satu pilar penyerapan tenaga kerja terbesar di pulau Jawa. Gelombang penutupan fasilitas pemintalan dan garmen dalam beberapa tahun terakhir telah menciptakan dampak sosioekonomi yang luas di sentra-sentra industri.

Kondisi pasar kian menantang akibat masuknya pakaian jadi impor berharga murah melalui jalur legal maupun remang-remang. Hadirnya intervensi negara lewat Danantara sebagai lembaga superholding investasi diharapkan dapat menstabilkan ekosistem industri yang rapuh.

Perusahaan pelat merah yang terintegrasi ini ditargetkan mampu menjadi pemasok bahan baku berkualitas bagi industri garmen skala kecil dan menengah di daerah. Pada saat yang sama, entitas baru ini dituntut memenuhi standar sertifikasi ramah lingkungan agar mampu menembus kembali pasar ekspor bernilai tinggi di Amerika Serikat dan Eropa.

Tantangan Tata Kelola dan Eksekusi Kebijakan

Pembentukan BUMN baru di sektor manufaktur manufaktur menuntut ketelitian tata kelola agar tidak membebani neraca keuangan negara di kemudian hari. Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa badan usaha komersial membutuhkan fleksibilitas manajerial tinggi agar adaptif terhadap dinamika tren busana global.

Pemerintah juga dituntut menyelaraskan kebijakan investasi ini dengan instrumen perlindungan perdagangan yang konsisten di pelabuhan. Pengawasan perbatasan terhadap produk tekstil ilegal dinilai menjadi prasyarat mutlak agar produk pabrik dalam negeri mampu bersaing secara sehat.

Keberhasilan BUMN tekstil ini nantinya akan sangat ditentukan oleh kecepatan realisasi peremajaan mesin serta kepastian regulasi energi bagi pabrik. Dukungan rantai pasokan bahan baku petrokimia domestik untuk serat sintetis menjadi fondasi penentu agar struktur harga kain lokal kompetitif menghadapi produsen regional.

Pertanyaan Umum

Apa tujuan Danantara membentuk BUMN tekstil baru?

Danantara membentuk BUMN ini untuk membangun ekosistem tekstil yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dalam satu kawasan khusus. Langkah ini dirancang untuk memulihkan daya saing industri nasional, memangkas biaya rantai pasok, dan menjaga keberlanjutan penyerapan tenaga kerja.

Berapa perkiraan pendanaan yang disiapkan untuk memulihkan sektor tekstil?

Pemerintah menyiapkan alokasi pendanaan investasi hingga US$6 miliar atau setara Rp100,8 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk pembaruan teknologi, belanja barang modal mesin baru, serta pembiayaan pasar ekspor produk tekstil.

Bagaimana rencana keterlibatan aset eks Sritex dalam skema investasi Danantara?

Danantara membuka opsi untuk memanfaatkan atau mengakuisisi tanah, bangunan, dan mesin milik Sritex yang saat ini ditawarkan sewa oleh tim kurator. Keputusan akhir tetap mengacu pada parameter kelayakan komersial dan potensi pasar entitas tersebut.

Sumber: Katadata

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Baca Juga :  USA: 6.5 Juta Investasi Dibuka untuk Perusahaan di Pennsylvania, 30 Pekerjaan Baru Dibuat
Banner Iklan Harianesia 120x600