jpnn.com – LONDON – Chelsea memastikan diri sebagai tim terakhir yang meraih kemenangan pada pekan pembuka Premier League musim ini. Bertandang ke markas tetangga, Fulham, di Craven Cottage pada Selasa (25/8) dini hari WIB, The Blues menang dramatis 3-2 dalam laga yang berjalan sengit hingga peluit akhir.
Kemenangan ini sekaligus menjadi debut manis bagi pelatih anyar Chelsea, Xabi Alonso, yang baru saja mengambil alih kursi kepelatihan di Stamford Bridge. Meski sempat dibuat ketar-ketir oleh perlawanan Fulham, tiga poin penuh berhasil diamankan dalam derbi London Barat tersebut.
Cole Palmer Jadi Pembeda di Derby London Barat
Bintang Chelsea, Cole Palmer, tampil gemilang dalam laga yang berlangsung dengan tempo tinggi ini. Ia tidak hanya mencetak satu gol, tetapi juga memberikan assist menawan kepada Joao Pedro yang membawa Chelsea unggul hanya dalam waktu 31 detik sejak kick-off. Kecepatan dan ketajamannya menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Fulham sepanjang pertandingan.
Keunggulan cepat tersebut sempat membuat Chelsea lengah. Kesalahan yang dilakukan kiper Robert Sanchez pada menit ke-23 berujung pada gol penyeimbang yang dicetak oleh Josh King. Fulham pun sempat percaya diri mampu memberikan kejutan di hadapan pendukung sendiri.
Namun, Chelsea merespons dengan cepat. Morgan Rogers menandai debut kompetitifnya bersama Chelsea dengan sebuah gol yang membawa timnya kembali unggul. Palmer kemudian memastikan keunggulan Chelsea semakin aman setelah mengubah skor menjadi 3-1, membuat Fulham harus mengejar ketertinggalan dua gol.
Gonzalo Garcia sempat menghidupkan asa Fulham lewat gol pada debutnya di Premier League. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan laga pembuka Fulham yang berakhir dengan kekalahan. Ini menjadi hasil yang mengecewakan bagi pelatih Fulham, Alvaro Arbeloa, yang juga menjalani pertandingan pertamanya di kompetisi tertinggi Inggris.
Arbeloa mengaku sangat kecewa melihat timnya terluka di laga pembuka. Ia menilai gol cepat yang bersarang di gawang timnya menjadi pukulan telak yang sulit dipulihkan.
“Ini bukan pertandingan yang mudah bagi kami. Kami kebobolan saat laga baru berjalan 30 detik,” tutur Arbeloa di halaman klub.
“Namun, kami bisa menunjukkan karakter dan mentalitas tim. Gol-gol mudah bagi Chelsea. Ya, saat Anda membuat kesalahan menghadapi tim sekelas mereka, maka ada hukumannya,” imbuhnya.
Debut Manis Alonso dan Tanda Bahaya bagi Fulham
Bagi Xabi Alonso, kemenangan ini tentu menjadi modal berharga untuk membangun kepercayaan diri skuadnya. Meski belum tampil sempurna, tiga poin di laga tandang melawan tim sekota selalu menjadi hasil yang positif. Ia juga patut berterima kasih kepada Palmer yang tampil sebagai motor serangan Chelsea sepanjang laga.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Arbeloa. Masalah konsentrasi di awal laga dan kesalahan individual yang berujung gol menjadi catatan yang harus segera dibenahi. Jadwal Fulham ke depan tidak akan mudah, dan mereka harus segera bangkit jika tidak ingin terpuruk di dasar klasemen.
Kemenangan ini juga menegaskan bahwa persaingan di papan atas Premier League musim ini akan berjalan ketat. Chelsea, dengan skuad muda dan pelatih baru, menunjukkan ambisi mereka untuk kembali bersaing di jalur juara.
Pertanyaan Umum
Bagaimana jalannya pertandingan Fulham vs Chelsea?
Chelsea menang 3-2 atas Fulham di Craven Cottage. Joao Pedro membuka skor pada menit pertama, Josh King menyamakan kedudukan untuk Fulham, sebelum Morgan Rogers dan Cole Palmer membawa Chelsea unggul 3-1. Gonzalo Garcia memperkecil skor untuk Fulham di akhir laga.
Siapa pencetak gol dalam laga Fulham vs Chelsea?
Joao Pedro, Morgan Rogers, dan Cole Palmer mencetak gol untuk Chelsea. Sementara itu, Josh King dan Gonzalo Garcia mencetak gol untuk Fulham.
Apa arti hasil ini bagi Chelsea dan Fulham?
Kemenangan ini menjadi debut manis bagi pelatih Chelsea Xabi Alonso dan membawa timnya meraih tiga poin pertama di musim ini. Bagi Fulham, kekalahan ini menjadi awal yang buruk bagi pelatih Alvaro Arbeloa di Premier League.
Sumber: JPNN.com
