SUMENEP – Program Serap Gabah Petani (Sergap) pertama di wilayah Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep mulai dilaksanakan. Kegiatan ini merupakan kerja sama Perum Bulog dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) serta Brigade Pangan Kecamatan Pragaan sebagai upaya menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan karung gabah hasil panen petani dari sejumlah kelompok tani berhasil diserap dan diangkut menggunakan truk untuk selanjutnya disimpan sebagai bagian dari cadangan beras pemerintah.
Koordinator Penyuluh BPP Pragaan, Kurniawan Adi Warsa, SP, menjelaskan bahwa pada musim tanam pertama tahun ini pihaknya juga melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada kelompok tani mengenai keuntungan menjual gabah langsung saat panen dibandingkan menjual beras.
Menurutnya, langkah tersebut memang di luar kebiasaan sebagian petani. Namun pendekatan yang dilakukan BPP mulai mendapat respons positif dari beberapa kelompok tani di wilayah Pragaan.
“Alhamdulillah apa yang kita upayakan agar petani tetap bisa untung dengan langsung menjual gabahnya mendapat respon dari beberapa kelompok tani. Hal ini dibuktikan pada hari ini kita melakukan serapan gabah bersama Bulog yang ditempatkan di Kelompok Tani Astani 1, Desa Sentol Daya, Kecamatan Pragaan, dengan total gabah yang masuk sebanyak 5.324 kilogram dengan harga Rp6.500 per kilogram,” jelasnya.
Ia menambahkan, program serap gabah tersebut juga memberikan kepastian pasar bagi para petani saat musim panen berlangsung.
Menurutnya, program ini sangat membantu petani agar hasil panen dapat terserap dengan harga yang layak. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan menjaga ketersediaan stok beras nasional dalam rangka mendukung swasembada pangan yang menjadi target pemerintah melalui Kementerian Pertanian RI.
Program Sergab yang dilakukan oleh Perum Bulog ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menstabilkan harga gabah di tingkat petani, terutama saat panen raya.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan petani memperoleh keuntungan yang lebih baik, sekaligus memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat tetap terjaga.
Kegiatan serap gabah ini juga sejalan dengan semangat yang diusung dalam program tersebut, yakni “Petani Untung, Stok Beras Nasional Aman.”.
Dwi
