Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

BUKTIKAN BUDAYA INTEGRITAS BUKAN SEKADAR SEREMONI, BAPAS PATI TAMPILKAN INOVASI DAN KUALITAS PELAYANAN DALAM DESK EVALUASI APBI 2026

×

BUKTIKAN BUDAYA INTEGRITAS BUKAN SEKADAR SEREMONI, BAPAS PATI TAMPILKAN INOVASI DAN KUALITAS PELAYANAN DALAM DESK EVALUASI APBI 2026

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

PATI – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pati menunjukkan komitmen nyata dalam membangun budaya integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui kegiatan Desk Evaluasi Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI) yang dilaksanakan oleh Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Rabu (21/10/2026), bertempat di Aula Bapas Kelas II Pati.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengukur sekaligus mengevaluasi komitmen satuan kerja dalam membangun budaya integritas, memperkuat pencegahan korupsi, serta memastikan pelayanan publik berjalan secara profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Kepala Bapas Kelas II Pati, Ari Adi Kurniawan, memimpin secara langsung rangkaian kegiatan dengan memperkenalkan lingkungan kantor, fasilitas pelayanan, pelaksanaan tugas, hingga berbagai inovasi unggulan yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan klien pemasyarakatan.

Dalam sesi office tour melalui siaran langsung (live streaming), Ari mengajak Tim Inspektorat Jenderal melihat secara menyeluruh sarana dan prasarana pelayanan Bapas Pati. Peninjauan dimulai dari papan nomenklatur kantor dan banner ucapan selamat datang, dilanjutkan dengan akses masuk kantor yang memiliki kontur cukup curam sehingga diberi penanda warna kuning demi meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan pengguna layanan.

Rombongan juga diperkenalkan dengan area parkir, front desk yang disambut oleh duta layanan, fasilitas bagi penyandang disabilitas, area parkir pegawai di bagian belakang, ruang Kepala Bapas, sarana pengaduan, hingga musala. Peninjauan diakhiri di kolam belakang kantor yang dimanfaatkan sebagai sarana penyerapan air sekaligus mendukung ketahanan pangan melalui budidaya perikanan.

Ari Adi Kurniawan menegaskan bahwa pembangunan budaya integritas harus tercermin dalam praktik pelayanan sehari-hari, bukan hanya dalam pemenuhan administrasi dan kelengkapan fasilitas.

Baca Juga :  Satlantas Polres Wonogiri Gelar Pelatihan Public Speaking, Storytelling, dan Peningkatan Pelayanan Publik

“Bagi kami, pembangunan budaya integritas bukan sekadar memenuhi indikator evaluasi atau mengejar penghargaan. Integritas harus menjadi nilai yang hidup dalam setiap pelaksanaan tugas, mulai dari kedisiplinan pegawai, keterbukaan pelayanan, pencegahan penyimpangan, hingga komitmen memberikan pelayanan yang mudah, ramah, transparan, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.” Menurutnya, setiap fasilitas dan inovasi yang dikembangkan Bapas Pati harus memberikan manfaat nyata, baik bagi klien pemasyarakatan, keluarga, masyarakat, maupun mitra kerja.

Selain peninjauan sarana dan prasarana, Tim Inspektorat Jenderal melaksanakan wawancara internal dan eksternal untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan tugas, budaya kerja, serta kualitas pelayanan Bapas Pati. Pertanyaan disampaikan secara langsung dan natural, dengan menggali pengalaman, pandangan, tingkat kepuasan, serta masukan terhadap layanan yang diberikan.

Wawancara internal pertama dilakukan terhadap Bambang Sulistyo, pegawai terbaik yang telah mengabdikan diri sebagai Pembimbing Kemasyarakatan. Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan pengalaman perjalanan pengabdiannya, termasuk dinamika pelaksanaan tugas hingga menjelang masa pensiun pada November 2026. Pengalaman tersebut menjadi gambaran mengenai pentingnya dedikasi, tanggung jawab, dan konsistensi dalam menjalankan tugas pemasyarakatan selama masa pengabdian.

Selanjutnya, Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda, Wahyu Nugroho, menjelaskan tugas dan fungsi Bapas, termasuk implementasi pidana kerja sosial serta pelaksanaan pendampingan terhadap Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH). Ia juga memaparkan dinamika penanganan perkara anak di wilayah kerja Pos Bapas Grobogan yang membutuhkan koordinasi dan sinergi dengan aparat penegak hukum serta pihak terkait.

Wawancara berikutnya dilakukan terhadap Salma, petugas Pegawai Pemerintah Non-Pegawai Negeri (PPNPN) yang mulai bertugas pada Januari 2026. Ia menjelaskan kegiatan sehari-hari di bagian registrasi, sekaligus keterlibatannya dalam mendukung kegiatan bimbingan kepribadian dan kemandirian klien serta membantu pelaksanaan administrasi tata usaha.

Baca Juga :  Gebyar UMKM HUT Bhayangkara ke-80, Polda Jabar Bagikan 11 Ribu Kupon Kuliner Gratis

Dalam kesempatan tersebut, Salma turut memperkenalkan inovasi pelayanan Bapas Pati, antara lain Bapas Pati Lari, sebagai layanan wajib lapor diri yang dikembangkan untuk merespons rendahnya kepatuhan klien dalam melaksanakan kewajiban lapor diri. Pengembangan layanan melalui keberadaan pos-pos Bapas di wilayah kabupaten diharapkan semakin mendekatkan akses pelayanan serta mempermudah pelaksanaan pembimbingan, pendampingan, dan pengawasan klien pemasyarakatan.

Berbagai inovasi lainnya juga diperkenalkan, yakni Link Misi, Merit, Maps, Bota, WOD, We Got You, dan Ceritera, sebagai bagian dari upaya pengembangan layanan dan penguatan tata kelola pelaksanaan tugas Bapas Pati.

Untuk memastikan evaluasi tidak hanya bertumpu pada penjelasan internal, Tim Inspektorat Jenderal juga melakukan wawancara eksternal kepada klien Bapas Pati yang sedang melaksanakan lapor diri. Klien tersebut menyampaikan pengalamannya menerima pelayanan, termasuk kemudahan proses layanan dan pendampingan yang diberikan oleh Pembimbing Kemasyarakatan.

Masukan dari pengguna layanan menjadi bagian penting dalam melihat kesesuaian antara standar pelayanan yang ditetapkan dengan pengalaman masyarakat secara langsung.

Wawancara eksternal juga dilakukan terhadap petugas Lapas Pati yang sedang berkoordinasi dengan Bapas Pati terkait pelaksanaan asesmen rehabilitasi dan re-edukasi bagi warga binaan pemasyarakatan. Koordinasi tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antarunit pelaksana pemasyarakatan dalam mendukung program pembinaan dan mempersiapkan proses reintegrasi sosial.

Melalui wawancara yang dilakukan secara langsung, Tim Inspektorat Jenderal menggali pandangan para pegawai, pengguna layanan, dan mitra kerja mengenai pelaksanaan tugas, kualitas pelayanan, serta hal-hal yang masih perlu ditingkatkan. Pendekatan ini memberikan ruang bagi satuan kerja untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai penerapan budaya integritas dalam aktivitas sehari-hari.

Pelaksanaan Desk Evaluasi APBI 2026 menjadi kesempatan bagi Bapas Pati untuk menunjukkan berbagai upaya yang telah dilakukan sekaligus mengidentifikasi ruang perbaikan. Integritas, menurut Ari Adi Kurniawan, harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi pegawai, penguatan pengawasan internal, inovasi pelayanan, dan keterbukaan terhadap masukan.

Baca Juga :  Pastikan Laga FIFA ASEAN Cup 2026 Aman, Wakapolda Jabar Turun Langsung Pantau Pengamanan di Jalak Harupat

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan budaya integritas tidak cukup diukur melalui penghargaan, tetapi perlu diwujudkan dalam konsistensi perilaku aparatur serta manfaat pelayanan yang dirasakan masyarakat.

“Kami menyadari bahwa kepercayaan masyarakat dibangun melalui tindakan nyata. Karena itu, setiap masukan dalam evaluasi ini menjadi bahan berharga bagi kami untuk terus berbenah, memperkuat integritas, meningkatkan profesionalisme, dan memastikan seluruh layanan Bapas Pati berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Menutup rangkaian kegiatan, Ari Adi Kurniawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan atas pelaksanaan Desk Evaluasi APBI di Bapas Kelas II Pati, serta kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah atas dukungan dan sinergi yang terjalin.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan atas pelaksanaan Desk Evaluasi APBI di Bapas Pati. Evaluasi ini menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan. Bapas Pati berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik, menjunjung tinggi integritas, bekerja secara profesional dan humanis, serta terus menghadirkan inovasi yang memudahkan masyarakat dan klien pemasyarakatan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Bapas Kelas II Pati meneguhkan komitmennya untuk menjadikan budaya integritas sebagai landasan dalam setiap pelaksanaan tugas, memperkuat kepercayaan publik, dan mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang bersih, akuntabel, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Humas Bapas Kelas II Pati

Mariyo

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600